MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Tamu Tak Di Undang


__ADS_3

Sekarang sudah Jam pulang sekolah ,dan banyak anak anak yang sudah pada pulang,ada juga yang belum karena mereka menuju jemputan. Begitu pun Zara yang belum di jemput Mamahnya. Aku pun mendekatinya.


"Zara belum di jemput,,? "tanyaku yang mendekat ke Zara yang sedang duduk di bangku dekat parkiran.


"Bulam Pak,, tadi Zara dah kirim pesan sama Mamah, dan kata Mamah suruh tunggu,, "


Lalu hp sara bunyi tanda panggilan, dan itu dari Dian, Zara pun mengangkatnya.


"Hallo Mah,,, "


"Hallo Zara,, Zara tunggu di sekolah dulu yah, mobil Mamah banya bocor sayang,, Mamah lagi tunggu orang bengkel kok,, sabar ya sayang,, "Zara terlihat BT.


"Iya,,, Zara tunggu, ""


"Zara Ada apa sama Mamah,,,? "tanyaku.


"Mobil mamah ban mobilnya bocor, jadi Zara suruh tunggu Pak,, "Aku langsung menelfon Dian dan menanyakan posisinya, setelah Dian memberikan alamat Aku mengajak Zara ikut sekalian,Dan kita pun pergi.


"Kenapa ngga telfon Mas sih,,! "Kataku setelah sampai di tempat mobil Dian.


"Hemmm,,, tadinya mau, tapi takut Mas udah pulang,,, "jawabnya, Aku langsung membuka bagasi mobilnya mengambil alat untuk membuka rodanya.


Dian memayungiku yang ke panasan sedang Zara berdiri di bawah pohon, memang tempat mobil Dian berhenti sangat panas.


Selesai Aku memasang ban,orang bengel yang di telfon Dian pun datang, karena tidak enak Aku memberinya uang jalan.


"Ya udah sanah pulang,, dan ingat entar malam tunggu Mas di rumah,, dan dandan yang cantik yah,, "sambil Aku mengelap kringat di keningku, Dian yang memberiku tisu.


"Iya,,, emang Dian kalau ngga dandan jelek yah,, "sambil memanyunkan bibirnya. Aku tersenyum melihatnya.

__ADS_1


"Cantik kok,, kalau ngga cantik Mas ngga akan suka dong,,, "jawabku.


"Alah,,, gombal aja,, "


"Mah,,, ayo pulang Zara dah laper,, "kata Zara dari dalam mobil.


"Iya,,, ya udah ya Mas Dian pulang dulu, Mas hati hati di jalan,, "


"Iya,, Kamu juga hati hati yah,,, "Lalu Dian pun pergi.


Sampai rumah Aku ke rumah adiku, dan bilang Aku minta di temani ke rumah Dian untuk melamar.adiku pun sangat senang, katanya melihat Aku akan menikah lagi, adiku sambil memeluku, saat adiku memeluku rasanya hatiku sakit sekali ,karena teringat saat Aku melihat suaminya yang berselingkuh.Semoga suatu saat nanti Tuhan akan memberikanya kebahagiaan.


Setelah itu Aku memilih baju yang akan Aku pakai untuk ke rumah Dian, Aku ingin terlihat lebih muda ya walau pun umurku sudah tidak muda lagi.


Jam sudah menujukan pukul 7 malam, Aku sudah siap untuk berangkat, Adeku hanya datang sendiri padahal Aku bilang suaminya suruh di ajak, tapi katanya suaminya lembur,rasanya Aku ingin mengatakan pada adiku tentang kelakuan suaminya, tapi Aku tak sanggup untuk mengatakanya, semoga adiku menyadari dan tau sendiri tentang suaminya, tapi kalau sampai Aku melihat adiku sampai menangis dan KDRT Aku tak akan tinggal diam lagi.


Ahirnya kita pun berangkat,karena jalan tidak macet jadi cepat sampai. Aku dan adiku turun dari mobil lalu mengetuk pintu, tidak begitu lama Zara membukakan pintu.


"Malam Pak,,, silakan masuk,, "Aku dan adiku pun masuk ke dalam.


Kakek menyambutku dengan menjabat tanganku serta memeluku, setelah itu adeku juga bersalaman dan mencium tangan Kakek.


Lalu Aku dan adiku di suruh duduk. Aku melihat ke arah kamar Dian, rupanya Kakek melihat kelakuanku.


"Zara Panggil Mamah gih,, bilang sudah ada yang kangen,,"Aku pun tersenyum malu.


Zara dengan tersenyum berjalan ke arah kamar Dian, sekitar 5 menit Dian dan Zara keluar dari kamar.


Mataku tak berkedip melihat ke arah Dian, karena Dian kelihatan sangat cantik, dengan menggunakan baju yang sangat pas di badanya.

__ADS_1


"Hemm,,,hemm udah jangan di liatin terus, ngga bakalan pergi kok,, "adiku menyenggol lenganku, Aku langsung tersadar dan Aku pun mengangguk malu.


"Udah puas belum ngeliatinya,, "


"Sudah kek,, "jawabku.


"Ya kalau gitu silakan bicara niat Nak Doni,, "


Lalu Aku pun mengutarakan niatku untuk melamar Dian untuk jadi istriku ke pada kakek, dan juga Aku ingin niat baiku ini tidak lama lama. dan Kakek pun bersependapat dengan ke inginanku.


"Nak Doni Sekarang kita tinggal menunggu jawaban dari Dianya, Dian mau ngga dengan ke inginan kita ,,,dan yang utama mau ngga Dian nikah sama Nak Doni,,"kata Kakek. Aku pun menatap Dian dan Dian pun menatapku, Aku tersenyum karena kita saling pandang.


"Dian ayo jawab,, jangan malah kalian asik sendiri saling pandang seperti itu,,, "perkataan Kakek membuat adekubdan Zara yang duduk berdampingan tertawa. Dan wajah Dian berubah merah karena malu.


"Di,, an menerima lamaran Mas Doni, dan masalah menikahnya Dian ikut aja kata Papah dan Mas Doni,, "sambil menunduk.


Aku langsung mengucap sukur. setelah acara selesai kita lanjut acara makan makan. saat kita sedang makan ada yang mengetuk pintu. dan Zara yang bangun untuk membukakan pintunya.


"Mah,,,kek,, ada tamu,"kata Zara yang masuk ke ruang makan.


"Siapa sayang,,? "tanya Dian tapi Zara menggeleng.


Lalu Kakek dan Dian keluar dari ruang makan. tadinya Aku ngga akan ikut keluar tapi kakek berkata dengan keras membuat Aku langsung keluar karena takut ada masalah.


"Dek,, kamu di sini saja sama Zara, kalian jangan keluar kalau belum di panggil, ngerti, "kataku. dan mereka pun mengangguk. Aku langsung keluar menuju ruang depan.


"Keluar kamu ngapain kamu ke sini lagi,, Saya tidak sudi lagi melihat wajahmu lagi,,Pergii,, "kakek dengan suara yang sangat keras. sedang Dian berusaha menenangkan Kakek.


Maaf kalau ada typo,,

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya yah,, trimakasih..


__ADS_2