MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Rizki Di Tonjok Hendra Sampai Lebam Dan Berdarah


__ADS_3

Rizki lalu ikut duduk di sofa dekat Hendra, dan Hendra sedang melihat ke arah hpnya.


"Ini kamu sama anak saya kan,,? "tanya Hendra melihatkan layar hpnya ke arah Rizki.


"I,, iya Pak,, "Jawab Rizki yang sedikit takut, karena Hendra tau foto dirinya dengan Zara saat ada di Restoran waktu mengantar Zara ke rumah Mamah Dian.


"Kamu punya hubungan dengan anak Saya, "Rizki mengangguk.


"Dasar brengsek kamu Ki,, Buggg,,, "Hendra langsung bangun dan melayangkan pukulan ke arah wajah Rizki. Dan Rizki sampai terdorong ke belakang karena tonjokan Hendra, alhasil ujung bibir Rizki langsung berdarah.


Herma dan anaknya Angga tersenyum puas melihat Hendra dan Rizki berkelahi.


"Keluar kamu dari ruangan saya, saya tidak ingin melihat wajahmu,sekaranggg,,,"Hendra berbicara dengan keras. Rizki pun langsung keluar.


Rizki lalu langsung masuk ke ruanganya, di dalam ruanganya Rizki mengambil tisu untuk mengelap darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Itu Bos kenapasih,, bukanya dia sudah tau hubunganku dengan Zara yah, kenapa malah menojoku sih sekarang,, aduhh,, sakit "sambil meringis kesakitan saat membersihkan darahnya.


Rizki lalu memesan salep untuk mengobati lukanya, mengunakan aplikasi onlaine.


"Lukamu parah,, "Hendra tiba tiba masuk ke ruangan Rizki tanpa mengetuk pintu. dan langsung duduk di bangku depan meja kerja Rizki.


"Ngga,, cuman sobek sama memar aja, "Jawab Rizki.


"Bos kenapa menojok saya sih, bukanya Bos sudah tau hubunganku dengan Zara dan udah kasih restu juga, kenapa tiba tiba Bos nonjok saya,, "Rizki terus saja bicara karena merasa di aniaya oleh Hendra.


"Saya melakukanya itu agar dua cecunguk itu percaya dengan ekting saya ,mereka itu ingin melihat kita bertengakar, karena mereka fikir Saya belum tau hibunganmu dengan Zara, dan mereka ingin memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan tandatangan kontrak dari saya,, faham kamu sekarang,, "Rizki mengangguk.


"Tapi ya harusnya jangan nonjok sekenceng itu Bos, wajah tampan saya kan jadi biru gini, "


"Kalau saya pukul kamu pelan, mereka pasti juga tidak puas melihat pertengkaran kita, udah itu di kasih salep juga sembuh kok nanti,, "


"Sembuh sih sembuh, tapi butuh waktu 3 harian lah pastinya,, "

__ADS_1


"Ya maaf lah,, itu kan karena biar saya terlihat sangat marah padamu,, "


"Bos,, tanda maaf dari Bos saya terima, tapi Saya juga ingin minta izin sama Bos, kalau nanti malam saya ingin mengajak Zara jalan ke Mall, saya ingin ajak Zara nonton, gimana boleh ya Bos,, "


"Iya udah Saya izinkan, tapi ngga boleh pulang malam, jam 10 harus sudah sampai rumah,, "


"Siap bos,, trimakasih ya Bos, "Hendra hanya mengangguk.


"Trus dua orang itu gimana sekarang Bos,,? "


"Mereka sudah pergi tanpa hasil apa apa, Aku langsung menolak proposal mereka untuk mengajak perusahaan ini kerja sama dengan mereka, "


"Bagus lah Bos, itu memang yang terbaik, "


"Ya udah saya mau keruangan saya dulu, obati lukamu biar tidak memar,, "Rizki hanya menjawab Iya.


"Pah,, Hendra sepertinya tau tentang perusahaan kita yang sedang sakit,, "


"Dari mana kamu tau kalau Hendra tau perusahaan kita sedang sakit,, "Herman dengan Angga ada di dalam mobilnya yang sedang melaju.


"Brengsek Hendra,, dia rupanya menyepelekan kita,, akan Aku balas dia,, lihat aja nanti,, akan Aku hancurkan keluarganya sampai dia memohon padaku,, "sambil menggenggam tanganya dan mengepal.


Sore harinya Hendra dan Rizki pulang bersama, karena Rizki tidak membawa mobilnya, Rizki masih ikut dengan mobil Hendra lagi.


"Bos nanti saya ajak Zara sekalian yah,biar kita nanti pulangnya tidak kemalaman,, "


"Bawa mobil ini aja, dan nati jam 10 malam harus sudah di rumah, kamu nanti pulang baru pakai taxsi, biar besok kamu kerja bawa mobil sendiri, "Rizki menjawab Iya.


Sampai rumah Hendra, Mereka berdua langsung turun, Hendra langsung masuk ke kamarnya, sedang Rizki meminta Mimin untuk memanggilkan Zara di kamarnya.


Zara pun keluar dari kamarnya dan mendekati Rizki yang sedang duduk di ruang keluarga.


"Abang,, kok pipi Abang lebam gini, dan ini ujung bibirnya juga ,Abang kenapa ?habis berantem,, "Sambil memegang pipi Rizki dan duduk di sebelahnya Rizki.

__ADS_1


"Aduhhh,,, sakit Yang,, jangan di tekan,, "sambil memegangi tangan Zara yang sedang menekan lukanya.


"Lagian sih sok jagoan, pasti Abang habis berantem kan, berantem sama siapa,,?"


"Abang ngga berantem ,ini luka habis di tonjok sama Papahmu,, "


"Apa,, Papah nonjok Abang sampai gini,, kenapa Abang di tonjok,, apa Abang buat kesalahan yang fatal,, "


"Ngga,,, tadi I,, "


"Zara mau bilang ke Papah, kenapa sih main tonjok orang seenaknya,, "Rizki belum selesai ngomong, Zara udah bangun dari duduknya, dan menuju kamar Papahnya.


Rizki yang melihat lalu mengejarnya"Sayang,,,kamu mau apa,, ngga usah bilang papahmu, Abang belum selesai jelasin tadi,, "Rizki sambil mengejar Zara. tapi Zara sudah mengetuk pintu kamar Hendra.


"Ada apa Za,,? "tanya Bunda.


"Papah mana Bun,,,?"


"Ada di dalam, lagi tiduran,, "


"Zara mau ngomong sama Papah sebentat, "


"Za jangan Za, Abang belum selesai bicara tadi,, Abang mau jelasin semuanya dulu, "sambil menarik tangan Zara agar tidak masuk.


"Kalian ada apa sih,,? "


"Tuh Bun, Papah nonjok Abang sampai pipinya memar gitu, sama ujung bibirnya luka,, "kata Zara, Dea langsung melihat wajah Rizki. lalu Dea menarik tangan Rizki agar melepaskanya.


Dea dan Zara lalu masuk kekamar dan berdiri di samping ranjang kasur di mana Hendra sedang rebahan.


"Ada apa,, kok lihatinya serem gitu,, "Hendra lalu bangun dan duduk di kasur.


"Mas ngapain nojok Rizki,,,? "

__ADS_1


"Papah tuh jangan kasar kasar kek, kasihan Abang, jadi terluka kan,, "


Jangan lupa like, komen dan votenya, trmakasih...


__ADS_2