MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Mulai Kerja


__ADS_3

Pagi ini Aku sudah bersiap untuk berangkat ke rumah sakit, setelah Anaku Akbar pergi sekolah, sekarang Aku dan Suamiku yang akan berangkat.


"Mas,, nanti Mas pulang jam berapa,? "tanyaku saat kita sudah di dalam mobil yang sudah melaju menuju rumah sakit.


"Mas pulang siangan Dek, sekitar jam 2 an lah, "


"Oh gitu, Dinda kayanya pulang sore deh Mas,, nanti supir aja yang jemput Dinda yah, takutnya Mas cape bolak balik, "kataku.


"Lihat nanti aja ya Dek, kalau Mas bisa jemput Mas yang jemput, kalau ngga bisa berarti supir yang jemput Adek, "Aku pun mengangguk.


Ahirnya sampai juga di rumah sakit tempatku bekerja, Aku cium tangan dan juga pipi kanan dan kiri Suamiku, setelah itu baru Aku turun dari mobil.


Saat Aku masuk ke dalam rumah sakit dan akan menuju ruanganku, banyak suster yang menyapaku dan menanyakan kabar karena Aku lama ngga kerja, kalau direktur rumah sakit tau Aku cuti lama karena habis ke guguran, tapi kalau suster atau Dokter yang lain tidak tau,taunya Aku sedang cuti.


"Dokter Dindaa,,,, ahirnya Dokter sudah berangkat kerja lagi, Saya dah kangen banget,, "kata Suster Jeni yang tiba tiba memeluku.


"Iya nih Sus,gimana kabar suster Jeni, "sambil suster Jeni melepaskan pelukanya padaku.


"Saya baik Dok,, maaf ya Dok Saya langsung peluk Dokter, "Aku pun tersenyum.


"Iya ngga papa, "sambil masuk ke dalam ruangan ku.


"Gimana Sus apa ada pasien yang harus Aku periksa, ?"


"Ada Dok, tapi Saya panggilkan Dokter Budi dulu ya Dok,biar Dokter Budi bisa jelaskan ke Dokter, "Aku pun mengangguk.


"Baik lah sus, maaf ya sus merepotkan, "


"Ini sudah tugas Saya kok Dok,"sambil tersenyum suster Jeni pun keluar.


Lalu setelah suster Jeni pergi Aku membuka komputerku dan mengecek pasien pasien yang akan Aku tangani. sekitar 15 menit Dokter Budi pun datang.

__ADS_1


"Pagi,,, "sambil masuk setelah mengetuk pintu, Dokter Budi pun masuk ke ruanganku.


"Pagi juga,, silakan duduk, "kataku. dan Dokter Budi pun duduk.


"Katanya cuti seminggu kok sampai sebulan, habis bulan madu ke dua pa,? "


"Maaf,, kemaren Saya habis sakit, jadi Mas Agung melarang Saya untuk bekerja dulu, "


"Oh gitu,, apa itu cincin nikah, "sambil melihat jariku.


"Iya,,, "jawabku.


"Maafkan perkataanku yang dulu, mungkin menyakitkan Dokter Dinda, dan sejujurnya Saya memang menyukai Dokter Dinda saat pertama kali bertemu, tapi Saya terlambat karena Dokter Dinda malah istri dari teman saya, jadi apa boleh sekarang kita menjadi teman,, "


"Ya Saya maafkan, dan yang dulu biarlah berlalu, sekarang kita teman, "sambil kita berjabat tangan.


Setelah itu Dokter Budi menjelaskan padaku tentang pasien pasien yang akan Aku priksa. sekitar 20 menit Dokter Budi menjelaskan padaku, dan setelah Aku paham semuanya Dokter Budi pun pamit untuk pergi dari ruanganku.


.


.


.


Ayah Doni


Aku pergi mengajar menggunakan Motorku, karena motor lebih cepat, sebenarnya mobil yang menatuku kirim sudah sampai dari kemaren tapi Aku tidak memakainya, mungkin nanti kalau saat hujan atau mau bepergian baru Aku pakai.


Saat di jalan akan menuju sekolah Aku melihat seperti Zara muridku sedang berdiri di pinggir jalan dan sepertinya mobil yang akan mengantarnya mogok. lalu Aku berhenti dan mendekat ke Zara.


"Zara kok di sini, kenapa,,? "tanyaku.

__ADS_1


"Eh pak guru, ini loh mobil kakek mogok, "jawab Zara dan Aku melihat Bapa bapa yang sudah cukup umur sedang melihat mesin mobil. Lalu Aku turun dari motor dan mendekat ke kakek Zara.


"Mobilnya kenapa ya pak,? maaf Saya gurunya Zara di sekolah nama Saya Doni, "kataku karena Kakek Zara sepertinya curiga gitu, setelah Aku menjelaskan siapa Aku baru Kakek Zara sedikit tersenyum.


"Ini mogok, maklum lah mobil tua, "Karena Aku ngga tau mesin Aku cuman melihatnya saja.


"Maaf Pak, Saya tidak tau tentang mesin mobil, tapi Saya punya no telfon montir apa mau Saya telfonkan,? "


"Oh gitu, ya boleh lah kalau begitu tolong telfonkan ya Nak,, "Aku pun mengangguk dan langsung menelfon temanku yang montir.


"Pak teman Saya yang montir akan segera datang, Bapak tunggu saja mungkin 15 atau 20 menitan dia sampai,"


"Oh ya Nak trimakasih yah, "


"Iya Pak,,, maaf Pak karena ini sudah siang apa boleh Zara ikut Saya berangkat sekolah bersama Saya,? "


"Iya boleh,, Saya titip cucu Saya ya Nak,, trimakasih banyak atas bantuanya, "Aku pun mengangguk dan tersenyum sambil berjalan menuju motor.


"Zara ayo ikut Bapa ke sekolah,ini udah siang, Bapa udah bilang sama Kakek kamu kalau kamu ikut Bapa ke sekolah,, "


"Iya Pak,,, "Zarapun pamitan pada Kakeknya dan setelah itu naik ke motorku.


Sampainya di sekolah Zara langsung kekelasnya dan Aku langsung ke kantor.


"Eh Zara kok kamu bisa naik motor bareng guru baru sih,, "tanya teman Zara.


"Tadi mobil Kakeku mogok di jalan, dan Pak Doni lewat dan mengajaku untuk ikut bonceng motornya karena sudah siang keburu telat kesekolah, "jawab Zara dan temanya pun menganggukan kepalanya tanda mengerti.


Jam pun berlalu sangat cepat, sekarang sudah waktunya pulang sekolah, Aku tidak pulang cepat karena Aku mengkoreksi hasil ulangan anak anak, sampai satu jam ahirnya selesai juga, Aku pun bersiap Akan pulang, setelah meja rapi Aku pun langsung menuju parkiran motor. Aku memakai helemku dan mensetater motorku, saat di pintu gerbang Aku melihat Zara yang masuk mobil, saat membuka pintu mobil Aku sedikit melihat yang menyetir, sepertinya itu mamahnya Zara, karena masih kelihatan muda.


Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak,, trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2