MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Nasehat Suami


__ADS_3

Sudah satu minggu ini Ibu di rawat di rumah sakit tempat Suamiku bekerja, Aku tiap pulang kerja dari rumah sakit selalu mampir ke rumah sakit Suamiku untuk menjenguk Ibu.


Oh iya,,, untuk Anaku sekolah sekarang suamiku sudah mencari supir untuk antar jemput Anaku di sekolah, dan kalau berangkat atau pulang sekolah sekarang Anaku selalu di temani Mba Situ juga pak supir. tadinya Anaku tidak mau tapi Suamiku rupanya memberi pengertian pada Anaku, Ahirnya Anaku pun mau, Anaku itu memang lebih menurut pada Suamiku. Entah apa yang membuat Anaku selalu menurut pada perkataan Suamiku.


Saat Aku sudah sampai rumah sakit tempat Ibu di rawat, Aku memarkirkan mobil dulu, saat turun dari mobil Aku melihat Dokter Hani yang sedang memasukan barang barang nya ke dalam mobil.


"Malam Dokter Hani,, "sapaku.


"Haiii,, Dokter Dinda, malam juga. Mau jenguk Ibunya yah, ?"tanyanya sambil merapikan barang di dalam mobil.


"Iya Dok,,, Dokter Hani kenapa barang barangnya di masukan ke mobil, ?"


"Iya Nih,, Saya sudah mengundurkan diri dari rumah sakit, "


"Loh,, kenapa Dok,? "kataku sedikit kaget.


"Saya mau ikut Suami yang kerja di luar daerah, "Aku langsung kaget mendengar Dokter Hani yang sudah menikah.


"Dokter Hani sudah menikah,, kapan? kok ngga ngundang sih,"kataku.


"Sudah 5 hari, kita menikah hanya ijab aja, dan tidak ada pesta, "Aku hanya mengangguk.


"Oh gitu,, semoga Dokter Hani berbahagia dan samawa ya Dok, "kataku sambil menjabat tangan Dokter Hani.Dokter Hani pum mengamini.


Lalu Aku pun masuk ke rumah sakit menuju ke ruang rawat Ibu.


"Malammm,,, "kataku saat masuk ke ruang rawat Ibu.


"Malammm juga Sayang, "kata Suamiku juga Ayah yang ada di ruang rawat Ibu.


Lalu Aku mencium tangan Suamiku, lalu Ayah dan terahir mendekat ke Ibu.


"Ibu gimana,, apa masih ada yang di rasa,? "tanyaku.


"Ibu rasa sih udah membaik, tapi kata Suamimu ibu harus di periksa lagi secara detil, karena katanya Ada yang harus di pastikan, "Aku langsung menatap ke arah Suamiku yang sedang duduk di sofa bersama Ayah, setelah Ibu bicara.


"Memang ada apa lagi sih Mas,,? "


"Mas juga belum bisa pastikan, tapi besok Ibu harus di priksa sekali lagi agar kita bisa mengobatinya dengan benar,, "kata Suamiku.


Lalu Aku ikut duduk di sofa bersama Suamiku juga Ayah.

__ADS_1


"Mas, Dinda tadi di parkiran bertemu Dokter Hani, dan dia bilang sudah mengundurkan diri jadi Dokter di rumah sakit ini,? "saat Aku bicara tentang Dokter Hani Ayahku terbatuk karena sedang minum.


Uuhkkkk uuhkkk...


"Ayah kenapa,, "tanyaku.Dan Ayah hanya menggeleng, "tidak Apa apa, hanya tersedak, "Aku hanya menjawab Oh"


"Iya,,, dia akan ikut suaminya untuk bekerja di luar daerah, "Kata Suamiku.


"Kenapa Dokter Hani menikah seperti terkesan di sembunyikan ya Mas,? "


"Mas aja merasa aneh, tapi ya namanya orang kita tidak tau kan maunya dia apa,kita doakan saja semoga dia bahagia, "kata Suamiku.


Aku pun mengangguk, Dan kita pun mengobrol sampai pukul 9 malam, dan Ahirnya Suamiku mengajaku untuk pulang.


Sampai di rumah Aku langsung menuju kamar Anaku,untuk melihatnya sedang Suamiku langsung masuk ke kamar. Saat pintu kamarnya ku buka ,Aku melihat Anaku yang sudah tertidur.


Aku langsung keluar dari kamar Anaku setelah membenarkan selimutnya.


"Mas,,, kok belum bersih bersih sih,, "kataku saat melihat Suamiku yang duduk di sofa. saat Aku masuk kamar.


"Iya,, tunggu bentar, ini Mas tadi habis telfon Ibu,,, Ibu nyuruh kita ke sana Dek,, katanya sudah kangen sama Akbar, "kata Suamiku sambil membuka kancing baju.


"Ibu sehat kan Mas,? "tanyaku.


Lalu Aku mengambilkan baju ganti untuk suamiku, setelah Itu Aku membersihkan wajahku sebelum bersih bersih.


Setelah Suamiku keluar baru Aku yang masuk kamar mandi untuk bersih bersih.


Aku hanya memakai tengtop dan celana yang sangat pendek karena malam ini rasanya sangat gerah.


"Mas mau makan ngga,, Dinda bikinin nasi goreng mau,,? "


"Boleh,, kalau Adek ngga cape,, "


"Ngga kok, Dinda bikin dulu yah, "lalu Aku pun keluar dari kamar dan menuju dapur.


Aku langsung membuat Nasi goreng, dengan isian telur dan baso, saat Aku sedang menumis bumbu, Mba Siti datang mendekat.


"Non bikin apa,, biar Mba yang bikin aja Non, "


"Ini Mba bikin nasi goreng, ngga usah Mba ini sudah selesai kok tinggal tunggu matang aja, "jawabku.

__ADS_1


"Mba tidur aja lagi sana,, biarin beres beresnya besok pagi aja, "kataku lagi. Sambil Aku menyendok nasi gorengnya ke dalam piring.


Setelah siap langsung Aku bawa ke dalam kamar, tidak lupa membawa sendok dua dan air minum.


"Mas,,, makan dulu yuk,, "sambil ku taro nampan di atas meja yang ada di kamar.


"Iya,,, "jawab Suamiku sambil mendekat dan duduk di sofa.


Lalu kita pun makan sepiring berdua.


"Adek kapan bisa ambil cuti kerja,? "


"hemmm,,, besok coba Dinda tanyakan pada suster Jeni, kalau Dinda ambil cuti minggu minggu ini bisa ngga, takutnya Dinda bertabrakan Dokter lain yang ambil cuti,"


"Iya,,, usahakan minggu minggu ini ya Dek, kita akan menengok Ibu soalnya, "


"Iyaaa,,,,Mas, "


Tak terasa nasi goreng di piring sudah ludes, dan Aku mengantarkan piring kotor ke dapur. Saat sampai kamar Aku melihat Suamiku yang sedang memegang Hpku.


"Ini ada wa dari yang namanya Dokter gila,memang siapa dia,? "Aku langsung mengambil hp dari tangan suamiku.


"Oh,, ini teman sesama Dokter di rumah sakit, Dinda kasih nama Dokter gila karena dia orangnya kocak, suka ngebanyol, "kataku.


Untungnya setiap Dokter Budi wa Aku langsung hapus, karena kadang Dokter Budi kalau kirim pesan suka ada emot tada hati.


Saat Aku lihat chat Dokter Budi, untung dia cuman nanyain besok libur atau masuk. Aku hanya membaca pesan itu tanpa ku balas, setelah Itu hp Aku matikan dan ku cas.


Aku lalu naik ke atas kasur sambil mendekat ke pada Suamiku.


"Adek,, jangan terlalu dekat dengan Dokter cowo yah,, karena dokter juga perawat di tempat Adek kerja, belum ada yang tau kalau Adek sudah menikah, takutnya ada yang suka sama Adek karena Adek terlalu care pada mereka, "Aku langsung menganggukan kepalaku.


"Dinda juga tau batasanya kok Mas, kalau Dinda itu sudah punya Suami, "jawabku.


"Mas percaya sama Adek, tapi orang yang tidak tau setatus Adek pasti akan memgira Adek belum nikah dan mengejar Adek,, Mas menyetujui ke inginan Adek untuk tidak membublikasikan tentang kita, jadi Adek juga harus bisa menjaga setatus Adek dan nama baik keluarga, "


Yang di katakan Suamiku memang sangat benar, Apa Aku harus mengumumkan setatusku saja yah, biar tidak ada orang yang berfikir kalau Aku belum menikah.


Lalu Suamiku memeluku, dan mengajaku untuk tidur, dan Aku pun membalas pelukan Suamiku sambil memejamkan mataku.


**Trimakasih untuk kaka kaka semuanya yang telah memberiku saran dan pendapat, aku sangat senang atas komentar kaka kaka semuanya,itu semuanya membuatku makin semangat menulis.

__ADS_1


Untuk kisah Doni, Farida dan Hani hanya untuk selingan dalam cerita ini, jadi tidak aku utamakan.masih dengan cerita Dinda dan Agung yang harmonis.


Jangan lupa untuk like komen dan votenya ya kak, trimakasih**.


__ADS_2