
5 Tahun Kemudian
"Papah,,,Ayo bangun,,, Akbar mau sekolah di anatar sama Papah, "sambil badanku di duduki.
"Eeeemmm,,,iya Sayang, tar Papah antar.Apa Mamah udah berangkat Sayang, "Sekarang Istriku sudah aktif kerja di rumah sakit,menjadi Dokter umum.Sedang Aku bekerja saat ada oprasi besar atau yang sedang membutuhkan bantuanku saja. sehingga Aku punya banyak waktu untuk menjaga anaku. Aku tidak membatasi Istriku untuk berkarir sebagai Dokter, asal masih bisa membagi waktu buat keluarga.
"Udah Pah,,, Mamah juga udah mandiin Akbar,"sambil memeluku.
"Oh Iya,,, coba Papah cium sudah wangi belum"sambil ku cium rambutnya.
"Wangi kan Pah,, "Aku pun tersenyum dan menjawab IYa.
"Ya udah, Papah mau mandi dulu.Akbar tunggu Papah di luar gih,nanti kita sarapan bareng, "kataku sambil bangun dari tiduranku.
Setelah Anaku keluar dari kamarku, Aku langsung masuk kamar mandi.Selesai mandi Aku langsung menuju lemari.Di gagang pintu lemari sudah tergantung baju,Dan seperti biasanya Istriku sudah menyiapkan baju untuk Aku pakai, Aku langsung memakai baju.Setelah rapi Aku keluar dari kamar, dan menyusul Anaku yang berada di meja makan.
"Udah makanya Sayang,? "kataku sambil duduk di sebelah Anaku.
"Udah Pah, tadi di suapin Mba Siti, "Aku hanya mengangguk dan sambil menyendok nasi goreng ke piring.
Selesai sarapan Aku dan Anaku langsung berangkat untuk menuju sekolah.
Anaku sekarang baru masuk TK A, dia sangat bersemangat kalau akan sekolah, katanya di sekolah itu menyenangkan,banyak teman dan bermain sambil belajar. Karena di rumah Anaku hanya sendiri dan teman mainya hanya dengan ku juga Mba Siti, sedang Istriku jarang di rumah, berangkat pukul 6 pagi dan pulang jam 8 malam. Sehingga jarang ada waktu untuk bermain dengan anaknya, hanya hari libur dalam seminggu sekali Istriku bisa bermain dengan Akbar.
"Sekolah yang pintar, jangan nakal dan nurut sama Ibu Guru ok, "sambil Aku gendong untuk menuju kelas Anaku.
"Siap Papah, "sambil memeluk leherku.
Setelah Anaku masuk kelas, Aku langsung pergi menuju rumah sakit tempat Istriku bekerja
Aku dan Istriku bekerja di rumah sakit berbeda, tapi kita juga sesekali bertemu saat rumah sakit tempatku bekerja dengan rumah sakit tempat Istriku bekerja mengadakan kerja sama tentang program kesehatan.
Seperti saat ini, para Dokter akan berkumpul untuk membicarakan program kesehatan. Tapi tidak semua Dokter hanya perwakilan dari rumah sakit masing masing.
Aku sudah mendapat pesan dari Dokter Hani untuk langsung menuju rumah sakit tempat Istriku bekerja, karena pertemuanya akan di adakan di sana.
Setelah membalas pesan Dokter Hani, Aku langsung meluncur. Setelah sampai Aku memarkirkan mobilku di parkiran dan langsung turun. Aku langsung menuju ke ruangan yang di gunakan untuk pertemuan.
__ADS_1
"Itu kan Dokter Agung yah, Dokter Bedah. Wah masih keliatan tampan yah,"kata suster suster pada berbisik. saat Aku masuk ke ruangan pertemuan.dan di dalam sudah berkumpul para Dokter juga beberapa suster.
"Katanya Istrinya juga Dokter loh, cantik lagi. Tapi ngga pernah di publikasikan loh Istrinya, kira kira siapa yah, "kata suster satu lagi.
Aku tersenyum pada seseorang wanita yang berdiri tidak jauh dariku duduk,dan dengan tatapan tajamnya.Lalu Aku duduk di sebelah Dokter Hani.
"Tatapan Istrimu sangat mematikan Dok, "kata Hani yang sambil tersenyum.
"Itu karena dia sangat mencintaiku, "jawabku.
"Cihh,, Pede amat sih jadi orang,"sambil memberikan beberapa lembar kertas yang isinya akan kita bahas.
Saat Aku sedang membaca kertas kertas di tanganku, hpku berbunyi tanda pesan masuk.
"Jangan sok ganteng, inget udah ada buntut,,😡"
Aku langsung tersenyum saat membaca pesan itu, dan ku pandang wajah Istriku yang masih dengan tampang juteknya.
Sejam kita mendiakusikan tentang program kesehatan.dan setelah mendapat kesepakatan atara rumah sakit tempatku bekerja dengan rumah sakit istriku bekerja pertemuan pun selesai.
"Jangan pergi dulu Mas kangen"aku mengirim pesan pada Istriku. Dan Istriku pun membalas dengan mengatakan YA.
"Iya hati hati, Saya mungkin ngga ke rumah sakit karena ngga ada jadwal hari ini, "kataku.
Dokter Hani pun pergi, tapi sebelumnya juga berpamitan pada Istriku.
"Dokter Dinda duluan yah,"Istriku pun menjawabnya. "Iya hati hati ya Dok"
Setelah semuanya keluar dari ruangan, sekarang tinggal ada Aku dan Istriku.
"Dek,,, Mas kangen, "kataku sambil ingin memeluknya. tapi di tahan oleh tangan Istriku.
"Mas,, jangan macem macem ada SSTV,ke ruangan Dinda aja yuk,"kata Istriku sambil mengajaku untuk menuju ruanganya.
Setelah Masuk ruangan Istriku, Aku langsung mengunci pintunya, dan langsung Aku peluk dari belakang.
"Mas dah kangen banget Dek, udah seminggu ini Adek berangkat pagi dan pulang pun sudah malam,"sambil ku ciumi rambutnya,Lalu Istriku membalik badanya agar kita saling berhadapan.
__ADS_1
"Maaf ya Mas,, Dinda benar benar sibuk, "sambil memeluku. Dan Aku pun membalas pelukanya.
Lalu ku angkat dagu Istriku agar menatapku, Aku langsung menempelkan bibirku di bibir Istriku. Aku langsung mel*umatnya dengan rakus, sampai Istriku kualahan dengan mengimbangi ciumanku. rasanya bibir Istriku masih tetap sama dan rasanya sangat manis.
Istriku menepuk dadaku, karena Istriku sudah hampir kehabisan nafasnya. Aku pun melepaskanya, sambil tersenyum ku usap bibir yang basah.
Aku langsung menuju ke sofa untuk duduk, Lalu Istriku pun Aku tarik agar duduk di pangkuanku.
Setelah duduk di pangkuanku, Istriku mengalungkan tanganya di leherku.
"Sayang,,, Mas ingin, "sambil Aku usap pipi Istriku yang cabi.
"Masss,,, ya ngga di sini juga kan. Nanti malam aja yah di rumah,"
"Tapi Mas sudah ngga kuat, udah seminggu adek kecil Mas di anggurun, "Istriku hanya tersenyum.
"Bentar aja kok Dek,, cup.. cup... "sambil kuciumi pipi Istriku.
Saat Aku sedang membuka kancing baju Istriku, tiba tiba ada yang mengetuk pintu.
Tokkkk Tokkkk....
"Dokter Dinda..."Istriku pun langsung bangun dari pangkuanku dan membuka pintunya. tapi sesudah merapikan bajunya dulu.
"Iya Sus ada apa yah,,? "
"Itu Dok ada pasien tabrak lari, dan Dokter harus segera ke sana, "kata Suster.
Setelah suster di suruh duluan oleh Istriku, Istriku langsung mendekat padaku.
"Maaf Mas, Dinda ada pasien.Mas mau pulang apa nungguin Dinda di sini,? "
"Mas tunggu di sini aja, lagian Mas ngga ada jadwal di rumah sakit, "jawabku.
Lalu Istriku pun pergi untuk tugas, sedang Aku tiduran di sofa panjang yang ada di ruangan Istriku.
**Semoga suka dengan ceritaku ya kak, dan maaf kalau ada yang tidak suka ceritanya aku loncat.karena aku akan menceritakan pasangan Dinda dan Agung dengan ke bucinanya.
__ADS_1
Kalau berkenan, mampir di ceritaku yang AKU BUKAN PEBINOR ya kak.
Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak, makasih**...