MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Menginap Di Rumah Dian


__ADS_3

Kaka kaka semuanya,,, Aku minta Maaf nih, untuk cerita Dinda dan Agung Aku skip dulu yah, karena Aku mau menceritakan lika liku Doni dan Dian menuju halal.


🌹🌹🌹🌹


Ahirnya kita sampai juga di kampung, kota kecil yang masih asri, dan Sampai di rumah Dian ternyata sudah jam 12 malam.


"Mas,,, ini masih malam, Mas tidur sini aja dulu, besok pagi baru pulang,"kata Dian saat Aku menurunkan koper.Sedang Kakek dan Zara sudah masuk ke dalam.


"Ngga enak Di sama tetangga,, "jawabku sambil membawa koper ke dalam rumah.


"Ngga papa,, di sini orangnya ngga pada bawel kok, lagian kan di rumah ada Papah dan Zara bukan hanya kita berdua, jadi ngga masalah,, "tapi Aku rasanya agak ngga enak.


"Dian,,Nak Doni suruh masuk dan istirahat, pasti kan cape,,"kata Kakek yang datang mendekat.


"Iya Pah, ini Dian juga menyuruh Mas Doni menginap, tapi Mas Doninya lagi ngga mau,, "


"IyaKek,, Saya mau pulang aja, "


"Ini masih malam, udah menginap di sini saja, Jangan pulang ,,"sambil Kakek mengajaku duduk di sofa.


"Di,,bikinkan minuman hangat dulu buat Nak Doni ,, Papah mau istirahat. oh iya,, karena di rumah ini kamar cuman ada 3 jadi Dian nanti kamu tidur sama Zara, kalian belum muhrim jangan tidur berduan dulu, "Aku hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Iya Pah,, Dian tau, "Lalu Kakek pun masuk ke kamar.


"Mas mau minum apa,,teh atau kopi? "


"Teh hangat,, tapi jangan manis karena manisnya sudah ada di kamu"kataku sedikit ngegombal.


"Idihhh,,, malam malam ada yang ngegomal,, "sambil tersenyum malu. Dian pun lalu berjalan menuju dapur.


"Saya boleh ikut ke dapur ngga,, "sambil bangun dari duduk.Dian pun berhenti berjalan. lalu menghadapku dan mengangguk.

__ADS_1


Aku mengikuti Dian ke dapur, dan sambil melihat lihat rumahnya, rumah Dian cukup besar, dan tidak ada lantai atas, tatananya sangat rapi juga bersih.


Aku di suruh duduk di kursi meja makan, sedang Dian membuatkanku minum, Aku melihat Dian tanpa berkedip, wanita yang sangat cantik walau usianya tidak terbilang muda lagi, badan yang tidak kurus juga tidak gemuk, saat sedang mengaduk teh Dian berhenti mengaduk, rupanya Dian menggulung rambutnya ke atas dan membuat leher jenjangnya terlihat. leher yang putih juga mulus membuatku tiba tiba berjalan mendekat ke arah Dian lalu tanpa di duga Aku memeluknya dari belakang, Dian yang kaget sedikit berteriak.


"Aaww,, "


"Suttt,,, jangan keras keras teriaknya, izinkan Saya memeluk Dian sebentar saja,boleh kann,, "Sambil kepalaku Aku taro di pundaknya. Lalu Dian pun mengangguk dengan pelan.


Sepertinya Dian antara takut atau tidak pernah di peluk dari belakang, karena badanya seperti kaku, karena mematung tak bergerak.


Aku pun melepaskan pelukanku, karena badan Dian yang kaku dan sepertinya tidak menyambut pelukanku, membuatu tak lama lama memeluknya, rasanya kaya peluk tiang listrik ngga enak...


Ku ambil cangkir yang berisi teh yang Dian buatkan,sedang Dian masih berdiri dengan diam.


"Di,, mau sampai kapan kamu berdiri di situ terus,sinih temani Saya duduk,, "kataku, dan Dian dengan berjalan pelan menuju kursi di depanku.


Kita hanya diam saja, Dian hanya menundukan wajahnya.


"Maaf kalau Saya lancang telah berani memeluk Dian, tadi Saya juga reflek karena melihat leher Dian yang terlihat saat rambutnya di gulung ke atas,, "


Baru berapa langkah tiba tiba Dian menarik tanganku.


"Maaf,,Bukan Dian marah tapi Dian merasa malu dan kaget"Sambil menangis.Lalu Aku pun berbalik.


"Kenapa malu hemmm,, "sambil ku angkat dagunya agar menghadapku.Dinda menggeleng.


"Soalnya Dian ngga pernah seperti itu,, "Aku pun mengangguk.


"Saya sudah ngantuk, Saya tidur di mana,? "


"Ayo ikut Dian,, "Aku pun mengikuti Dian dari belakang.

__ADS_1


Dian membuka pintu kamarnya, dan menyuruhku untuk masuk, Saat Aku sudah di dalam, hidungku langsung mencium bau has Dian, wangi yang membuat hati tenang.


"Mas ini kamar Dian,maaf kamarnya brantakan dan ngga besar seperti kamar yang di rumah Dinda, "


"Kamar Mas malah lebih kecil dan brantakan, karena ngga ada yang mberesin.bagi Mas asal tempatnya nyaman kecil pun tak masalah,, "lalu Aku duduk di kasur.


"Ya sih,,, ya udah ya Mas Dian juga mau istirahat juga, "


"Iya,,, mimpi yang indah yah,, "Aku pun mengantar sampai pintu.


Setelah Dian pergi Aku langsung merebahkan badanku ke kasur, rasanya sangat nyaman. Kapan Aku jadi penghuni tetap kamar ini yah,rasanya Aku ingin secepatnya, biar ada teman saat tidur. sambil tersenyum Aku membayangkan Dian. dan mataku pen terpejam.


"Masss,,,, bangun udah mau siang loh,,, "Aku yang mendengar suara Dian pun terbangun.


"Eemmm,,, jam berapa,, "sambil mataku Aku tutup dengan selimut, karena Dian membuka tirai jendela.


"Sudah jam 10 ,,,"jawabnya, sambil duduk di kasur dekatku.


"Ayo bangun Mas,,,Dian udah masak buat sarapan,, "


"Iya bentar lagi,, "sambil kepalaku Aku letakan di pangkuan Dian.


"Masih cape ngga,,, "kataku sambil mendongakan wajahku. sedang tangan Dian mengusap rambutku.


"Ngga sih,, kenapa emangnya,?"


"Mau ikut ke rumah Saya ngga,, "Dian sambil berfikir.


"Apa mau pergi ke toko, kalau ngga bisa ikut ngga papa kok, kan bisa lain kali,, "kataku lagi.


"Dian hari ini ngga ke toko tadi dah telfon orang di toko.Dian mau tapi Mas izin ke Papah dulu yah,, "Aku mengangguk dan ku ambil tangan Dian lalu ku cium ,Dian hanya tersenyum malu.

__ADS_1


Maaf kalau ada typo..


jangan lupa like, komen dan votenya ya kak...


__ADS_2