MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Akbar Mengajak Vivi Pergi


__ADS_3

Saat Vivi sudah duduk di pinggir kasur,Akbar lalu mulai bicara.


"Aku tau kamu masih kesal denganku,gara gara perkataan teman ku tadi,tapi yang di katakan temanku tadi benar adanya,Aku pernah punya pacar,dan pacarku itu kakanya temanku,tapi hubunganku dengan dia sudah berahir,memang awal awal Aku sangat sulit untuk melupakanya,tapi sekarang Aku sudah bisa melupakanya,dan di hatiku ini sudah ada namamu,"Vivi masih diam dan mendengarkan perkataan Akbar.


"Kamu percaya kan padaku,kalau Aku mencintai kamu,?"sambil tangan Akbar mengambil tangan Vivi.Vivi pun mengangguk pelan.


"Aku ingin mengenalkanmu padanya,kamu mau yah,biar dia bisa lihat kamu,,"


"Ng,,ngga usah Mas,,"


"Kenapa ,?"


"Saya malu,,Saya hanya orang kampung dan jelek,pasti dia lebih cantik dari saya,,"Akbar tersenyum.


"Kamu harus mau,,dia pasti senang kenal kamu,,nanti siang kita pergi yah,kita naik taxsi aja perginya ,,dia ngga mungkin ngatain kamu kampungan atau jelek,soalnya kamu tuh manis dan cantik kok,,"


"Tapi kaki Mas kan sakit,,"


"Kan kita ngga jalan kaki,trus Aku juga habis minum obat jadi kakiku ngga sakit lagi,"


Lalu Akbar mengambil hpnya,dan di hp Akbar masih ada foto Sila,dan Akbar memberi taukan foto Sila pada Vivi.


"Ini fotonya dia,,kamu mau lihat ngga,"


Deg,,hati Vivi merasa sakit,karena ternyata Akbar masih menyimpan foto mantan pacarnya.


"Saya ngga mau melihatnya,,"Vivi langsung bangun dari duduknya,dan langsung pergi keluar.


"Maaf,,Aku ngerjain kamu,Aku senang lihat kamu cemburu,,"kata Akbar pelan saat Vivi sudah pergi.


Akbar lalu istirahat menunggu pengaruh obatnya dulu agar rasa sakitnya hilang.sekitar satu jam kaki Akbar sudah lebih baik,dan Akbar lalu bersiap,Akbar mandi dulu,selesai mandi lalu merapikan pakayanya,setelah itu Akbar keluar dari kamarnya dan menuju meja makan.

__ADS_1


"Mba,,Saya mau makan,"kata Akbar memanggil Mba yang sedang beres beres di dapur.


"Oh iya Den,,"Mba lalu menyiapkan piring juga sendok,dan air minum.


"Mba tolong bilang bang Udin suruh cariin taxsi,Saya mau pergi ,"


"Tapi Den,Aden kan masih kurang sehat,Aden mau kemana,,sendirian lagi,,"Akbar tersenyum.


"Saya udah besar Mba,udah bisa jaga diri,Mba ngga usah kuatir,,"Jawab Akbar.Mba Siti sama Mba Iis memang ikut Dinda dan Agung dari menikah,jadi mereka berdua merawat Akbar juga dari bayi,pasti mereka berdua juga sayang sama Akbar seperti anak mereka,makanya mereka juga kuatir kalau Akbar sedang sakit tapi pergi sendirian.


"Tapi Den,,"


"Saya perginya di temani Vivi kok Mba,,sekarang Mba juga panggilin Vivi suruh bersiap ya Mba,,"


"Ya udah kalau gitu,,kalau ada yang nemenin kan mba jadi ngga kuatir,Mba ke Pak Udin Dulu yah Den,baru ke Vivi,,"


"Iya Mba,,malasih,,"Akbar lalu.makan,sedang Mba keluar menuju pak Udin,setelah itu baru ke kamar Vivi.


"Iya Bi tunggu,,"Vivi lalu.membuka pintunya.


"Kamu siap siap gih,Den Akbar mau ajak kamu pergi tuh,,"


"Pergi ,,ngga ah Vivi lagi malas,,"


"Eehh,,jangan malas ,ayo buruan siap siap,kalau Den Akbar pergi sendiri takut ada apa apa,,nanti kita yang kena omel sama Ibu dan Bapa,,"


"Tapi Bi,,,"


"Ngga ada tapi tapian,kamu udah mandi kan,sekarang pakai baju yang bagus,kamu harus ikut pergi nemenin den Akbar,,"Mba Iis lalu mendorong Vivi menuju lemari baju untuk memilihnya.


Mba Iis dari tadi ngga keluar kamar tapi ngelihatin Vivi bersiap.Setelah siap Pak Udin bilang ke Mba Iis kalau Den Akbar sudah menunggu di taxsi.

__ADS_1


Mba Iis menggandeng Vivi menuju taxsi,dan Mba iis juga membukakan pintu taxsinya agar Vivi masuk,Vivi dari tadi hanya cemberut saja.


Akbar lalu menyuruh pak supir jalan,dan Akbar sudah memberi tau kemana mereka akan pergi pada pak supir,Vivi diam seribu bahasa,Akbar yang melihatnya tersenyum tipis,lalu Akbar mengambil tangan Vivi untuk di genggamnya,tapi Vivi ngga mau,dan menarik lagi tanganya.tapi Akbar tetap memaksa untuk menggandengnya,dan ahirnya Vivi menyerah membiarkan tanganya di genggam Akbar,karena Vivi malu ke Pak supir,karena sedikit ribut.


Setengah jam kemudian mobil telah sampai di tempat Akbar tuju,Vivi melihatnya merasa aneh,tapi Vivi pura pura bodo amat.


"Ayo keluar,,"sambil Akbar membukakan pintu.


"Pak,,saya ngga lama,tunggu saya yah,nanti saya kasih uang tunghunya dua kali lipat,"kata Akbar pada pak supir.


"Iya Mas,,"jawab pak supir taxsi.


Lalu Akbar menggandrng tangan Vivi untuk masuk ke dalam pemakaman,Akbar membawa Vivi ke pemakaman umum untuk mengenalkan sila pada Vivi.


Setelah sampai Akbar melihat ke Vivi yang masih cemberut.


"Hai sil,,maaf lama Aku ngga datang,Aku habis kecelakaan,tapi sekarang Aku sudah sembuh,Aku kesini juga mengajak seseorang,dia wanita yang Aku cintai,,dia sangat baik dan sayang padaku,selama Aku sakit dia yang selalu membantuku dan dan menemaniku,"


"Vi kenalkan ini Sila,dia wanita yang k


tadi Aku ceritain,,dia sudah tidur dengan tenang di surganya Tuhan,,"Vivi pun sangat kaget,dan juga merasa ngga enak,ternyata wanita yang di cemburui itu sudah meninggal.


"Hai Sila,,Saya Vivi,,"hanya itu saja yang bisa keluar dari mulut Vivi,karena bingung harus bicara apa pada orang yang sudah meninggal.


Akbar tersenyum tipis,lalu mengajak Vivi untuk mengirim doa pada Sila,Akbar pun memimpin doa.


Setelah selesai Akbar lalu berpamitan"Aku pulang,,dan Aku mungkin seminggu lagi mau ke Amerika lagi untuk S1 ku,maaf kalau nanti Aku ngga datang lama,,"sambil mengusap batu nisan bertuliskan sila.


Akbar lalu mengajak Vivi untuk pulang,dan kembali naik taxsi.di dalam taxsi Akbar lalu mengambil tangan Vivi lagi untuk di genggamnya,sekarang Vivi sudah tidak marah lagi,dan tanganya pun sudah tidak kaku lagi.


Akbar juga mencium tangan Vivi,sebagai tanda sayangnya padanya.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2