MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Agung Kaya Orang Kesetanan


__ADS_3

"Jangan mendekat,,,,,"kataku sambil Aku dorong badanya Roy yang makin mendekatiku.


"Ayo lah,,, kamu tuh jangan sok suci ,"tanganku di pegangnya oleh Roy.


"Lepassss,,,, "sambil Aku berusaha melepaskan tanganku.


"Ayo lah,,, kita sekarang hanya berdua,jadi kita bisa bersenang senang tanpa ada yang ganggu,, "sambil menarik tanganku sampai ahirnya badanku mendekat ke badan Roy.


"Tolong lepaskan Aku, kita sodara, kamu ngga pantes ginin Aku,,,, "sambil ku menarik tangnku yang di pegang dengan kencangnya.


Tapi bukanya melepaskanku,tapi Roy menariku ke arah kasur, setelah dekat Aku di lemparnya ke atas kasur.


"Awww,,,,"teriaku karena merasa sakit.


"Makin kamu melawan, justru kamu akan lebih sakit dan menderita, jadi lebih baik kamu menurut saja,,, "Roy sekarang sudah di atas tubuhku dan tanganku di naikan ke atas kepalaku oleh tanganya.


"Aku tidak sudi untuk menuruti keinginan gilamu itu,, Awwww,,"


Plakkk,,,,


Roy menampar wajahku sampai Aku merasakan perih di pipi, dan ada rasa asin yang Aku rasakan, sepertinya ada darah di sudut bibirku.


"Oh,, jadi kamu mau main kasar,, ok Aku akan ladeni, "ucapnya.


Aku tidak tinggal diam, saat Roy akan menciumku Aku gunakan lututku untuk menendang burungnya itu sampai Roy terjungkal ke belakang.


"Awww, ,brengsek,,, "sambel kesakitan. sedang Aku langsung bangun dengan cepat dan langsung menuju pintu.


Saat Aku lari ke pintu untuk membukanya, Roy mengejarku dangan masih ke sakitan.


Aku bisa keluar dari kamar, dan berteriak minta tolong. tapi sepertinya benar kata Roy sekarang rumah sedang kosong. Aku lalu bersembunyi di belakang sofa.


"Wanita brengsek,di mana kamu,, jangan main main dengan ku yah, atau kamu akan lebih menderita,,, "sambil mencariku. Sedang Aku makin gemetar di belakang sofa.


"Aawwww,,,,"teriaku karena dari belakang ada yang menarik rambutku.


"Kamu pikir akan mudah lepas dariku hah,,, "sambil menarik rambutku. lalu pipiku di tamarnya lagi sampai dua kali.

__ADS_1


Dan badanku di lemparnya ke sofa, saat sedang kesakitan leherku di cekiknya.


"Kamu jangan berani berani melawanku, atau kamu akan Aku BUNUH,,sekarang diam dan menurut,, "Aku hanya bisa menahan nafas karena leherku di cekiknya. Setelah di lepas Aku langsung terbatuk batuk.


"Ya Tuhan,,, tolong selamatkan Aku,, Mas Agung Aku butuh kamu Mas,, Tolonggg Mas,,, "kataku dalam hati.


Sekarang Roy makin gila,, tanganku di ikat dan juga kakiku. dan mulutku di sumpalnya dengan kain. Sepertinya Roy sudah merencanakanya, karena tali juga kain ada di celananya.


Sekarang Aku hanya bisa pasrah,, tak bisa melawannya, hanya bisa berdoa akan ada keajaiban yang bisa menolongku.


Roy melihatku, tertawa dengan kencangnya, sepertinya Roy terkena gangguan mental, karena di lihat dari caranya menyiksaku.Kalau orang yang tidak kelainan pasti dia punya cara untuk mendapatkan sesuatu dengan cara yang halus, seperti memberi obat bius atau obat perangsang. Bukan malah menyiksaku begini, dan dari kata


katanya yang kasar juga itu sudah Aku duga kalau Roy terkena kanguan mental.


DI DALAM MOBIL


"Pah,,, Akbar sakit perut,, "kata Akbar sambil memegangi perutnya.


"Akbar Tahan bentar yah,, bentar lagi sampai kok,,, "jawab Agung. sambil meminggirkan mobilnya untuk berhenti.


"Tapi Akbar udah ngga tahan pah ,sakittt,,,"sambil menangis.


"Tapi Bu,, ini sebentar lagi sampai, nanggung, "


"Ya taoi kasihan Akbar,, udah nanti kan bisa,Ibu sudah minum obat buat siangnya kok, nanti sore aja belinya yahh, "


"Oh gitu,, ya udah Bu, kita pulang saja kalau gitu,, "


Agung pun memutar balik mobilnya untuk pulang ke rumah lagi. Rupanya di depan ada mobil mogok di jalan, sehingga membuat jalan sedikit macet. Mobil Agung pun berjalan dengan sangat pelan.


Akbar makin meringis kesakitan, Agung pun mempercepat laju mobilnya,saat akan berbelok ke perumahaan Ibu, Agung melihat Mba yang berjalan sambil menenteng kantong kresek.


Tinnn,,, tinnn..


"Mba dari mana,, ayo masuk mobil aja,? "tanya Agung.


"Iya Mas,,, Ini habis beli minyak angin buat Mas Roy,, "jawabnya sambil membuka pintu mobil.

__ADS_1


"Kok cepat Bu beli obatnya,,? "


"kita belum jadi ke apotik, soalnya Akbar sakit perut, jadi kita balik aja,, "kata Ibu dan Mba pun mengangguk.


Ahirnya mobil Agung sampai di rumah, karena akan pergi lagi jadi Agung tidak memasukan mobilnya ke dalam garasi.Lalu merekasemua turun dari mobil dan masuk rumah. Akbar dan Ibu langsung masuk kamar mandi yang ada di dapur lewat samping rumah bersama Mba, sedang Agung masuk rumah lewat pintu depan.


Saat Masuk rumah, Agung berjalan akan menuju kekamar, tapi tiba tiba Agung seperti mendengar suara orang dengan suara yang di tahan. Agung pun mencari suara itu. Matanya melihat kesana kemari sambil berjalan.


Agung membulatkan matanya saat melihat Roy yang sedang di atas tubuh Dinda, Roy sedang menciumi wajah Dinda. Tanpa pikir panjang Agung langsung berteriak...


"ROYYYYYY,,,,, BAJINGAN KAMU, BRENGSEKKK,,, "sambil berlari ke arah Roy dan setelah dekat Agung menariknya dan langsung bogem mentah mendarat di wajahnya.


Agung melihat Dinda sekilas dan Agung melihat Dinda mengeluarkan air mata.


"Bajingan, dasar brengsek, tak tau diri,,, "Agung yang marah seperti orang kesetanan menghajar Roy, sambil berkata kasar.


Ibu, Akbar dan Mba yang dengar suara teriakan Agung langsung berlari dari dapur keruang tengah.


"Agung,,, kamu apa apaan,, udah jangan, nanti Roy bisa mati,, "kata Ibu menarik Agung yang sedang memukuli Roy dan juga menendangnya.


"Biar aja Roy mati Bu,, manusia keji seperti ini jangan di kasih ampun,, "sambil menginjak badan Roy yang sudah terkapar di lantai.


"Mamahhhhhhh,,,,, "Akbar berteriak meligat Dinda dengan keadaan yang badan terikat dengan mulut yang di sumpal.


"Ya Tuhan,,, Dinda,,, "teriak Ibu.


Ibu dan juga Akbar langsung menuju sofa di mana Dinda berada. sedang Mba langsung keluar mencari bantuan karena Agung masih saja memukuli Roy.


Ibu dan Akbar melepaskan ikatan yang ada di tangan dan di kaki, serta kain yang menyumpal di mulut Dinda.


Dan Mba datang bersama 3 orang ,3 orang itu langsung memisahkan Agung yang masih memukuli Roy. Roy pun terkapar di lantai dengan banyak darah di wajahnya.


"Bapa bapa,, tolong bawa orang ini pergi dari rumah saya, saya sudah tidak sudi meligat wajahnya lagi, "kata Agung.


Dan vapa bapa itu pun mengangkat badan Roy keluar dari rumah Agung.


**Alhamdhulilah ,,,selesai juga BAB ini.

__ADS_1


Maaf kalau ada yang kurang puas dengan Bab ini,, atau ada tempo.


Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak, Trimakasih**...


__ADS_2