MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Datang ke Kampus


__ADS_3

Agung POV


Pagi ini Aku terbangun saat mendengar suara orang seperti sedang muntah, dan Aku langsung ingat ke pada Istriku. Aku melihat di kasur sudah kosong, Aku langsung bangun dan berlari menuju kamar mandi.Dan benar saja Istriku sedang mutah muntah di kamar mandi.


"Adekkkk,,,, "Pagilku dan Aku langsung mendekat.


"Mass,,, jangan ke sini, Dinda sedang muntah,bau Mass "kata Istriku. Tapi Aku tetap mendekat dan Istriku masih saja mengeluarkan cairan.


"Ngga papa Sayang, "jawabku.


Ku pijat tengkuk lehernya agar lebih enakan, setelah tidak keluar cairan lagi Aku gendong Istriku menuju kamar, dan Aku tidurkan di kasur, ku usap keringat yang membasahi kening dan wajahnya, kulihat wajahnya yang sangat pucat.


Sebelum ku priksa, Aku memberinya minum air hangat dahulu, selesai minum Aku baru memeriksanya.


"Mas bikinin bubur dulu buat Adek yah,, "kataku.


"Dinda ngga mau makan Mass,,, "jawab Istriku.


"Adek harus makan, Adek sangat lemah, "kataku sambil ku usap perutnya sambil ku olesi minyak kayu putih.


"Dinda pengin makan buah,, Mas,, "kata Istriku.


"Iya udah Mas Ambilkan, sekalian Mas bikinin susu, "Aku langsung keluar menuju dapur.


"Dinda kenapa Ji,?tadi sepertinya muntah muntah, "tanya Ayah.


"Iya,, tapi sekarang sudah ngga lagi.Ini katanya pengin buah lagi Aku potongin, "jawabku.


"Dulu Ibunya Dinda juga gitu, Waktu hamil Dinda tiap pagi muntah muntah dan ngga mau makan, Aku jadi takut waktu itu. Tapi pas tanya dokter itu wajar karena sedang hamil muda, "kata Ayah.


"Iya sih Yah wajar orang hamil muntah, tapi kalau ngga di paksa makan,takutnya nanti malah jadi sakit.Sekarang aja tekanan darah Dinda sangat lemah, "jawabku. Ayah hanya menganggukan kepalanya.


"Nanti jadi kamu pergi ke kampus Dinda Ji, ?"


"Jadi Yah, titip Dinda ya Yah, Aku juga udah izin ngga kerja jadi pulang dari kampus Dinda Aku bisa langsung pulang, "kataku sambil mengaduk susu hamil buat Istriku.


"Iya tenang aja pasti Aku jagain, Dinda juga kan Anaku. Nanti juga Ibunya Dinda mau datang katanya mau ketemu Dinda, "Aku hanya mengangukan kepala.


Setelah siap Aku pun pergi ke kamar dengan membawa sepiring buah dan segelas susu hamil.


"Dek,,, ini buahnya, "kataku memberikan piring yang berisi buah ke pangkuanya, karena Istriku sedang duduk dan bersender di pinghiran kasur.


"Iya Mas,, makasih, "dan Istriku langsung memakanya.


"Dek Susunya Mas taro meja sini yah, soalnya Mas mau mandi dulu, "kataku sambil meletakan gelas yang berisi susu.


"Masss mau kerja,, tapi Dinda ngga mau di tinggal,, "ucap Istriku sambil tiba tiba menangis dan Aku langsung duduk di sampingnya.


"Loh,, kok nangis sih Dek,, Mas ngga kerja kok, cuman mas ada urusan sebentar, paling cuman 2 jam. Dan nanti Ibu Adek juga mau datang dan di rumah kan ada Ayah juga.Jadi Adek ada temen, "sambil ku usap air matanya yang menetes ke pipi.


"Tapii,,, Dinda penginya sama Masss,,,, "sambil memeluku.


Aduh,,, nih Istriku kenapa jadi manja banget.Gimana mau ke kampusnya kalau gini.liat nanti aja deh biar dulu sekarang Aku ngga jadi pergi,sapa tau nanti pas siang Istriku sudah ngga manja lagi.Batinku


"Ya udah Mas ngga jadi pergi, sekarang buahnya habisin dan susunya di minum, biar badan Adek ngga lemas, "kataku sambil melepaskan pelukanya dan menyuapi buahnya.


Sekitar jam 10 pagi Ibu mertuaku datang,Aku sudah tidak secanggung dulu, tapi juga tidak terlalu dekat, Aku berbicara padanya hanya seperlunya, walau ngga ada rasa di antara kita tapi tetap saja dulu kita pernah saling membutuhkan. jadi membuat sedikit ada jarak di antara kita.

__ADS_1


Tokkk,,,, Tokkk...


"Sayang,,, Ji,, nih Ibu sudah datang, "suara ketukan pintu juga suara Ayah yang memanggil kita.


"Iya,, "jawabku.


"Ayo kita keluar Mas,, Ibu sudah datang, "


"Iya ayo,, "sambil ku gandeng tangan Istriku.


"Ibu,,,, Dinda kangen, "kata Istriku sambil mendekat ke Ibu dan juga langsung memeluknya setelah duduk di sampingnya.


"Ibu juga kangen, gimana kandunganya, kata Ayah tadi pagi Dinda muntah muntah yah, ?"


"Iya Bu,, Dinda lemes banget, jadi males makan, "jawab Istriku.


"Dinda Yang sabar yah, nanti kalau udah masuk 3 bulan udah ngga muntah muntah lagi kok, "sambil mengusap rambut istriku.


"Sayang Ibu bawa Ikan bakar loh,mau makan ngga,? "tanya Ayah pada istriku.


"Mau,, Yah,, "jawabnya.


"Biar Mas yang ambilin, Adek duduk aja, "kataku sambil berjalan ke dapur.


Aku langsung masuk ke dapur dan mengambikan ikan bakar serta nasi untuk Istriku.


Setelah siap Aku langsung ke depan sambil membawa piring yang udah terisi. Aku duduk di samping Istriku setelah Aku menuruhnya untuk pindah duduknya ke sofa yang lebih panjang.


"Mas suapin aja, biar Adek ngga kotor tangannya, "dan Istriku pun menurut.


"Kenapa kalian ngga cari orang buat bersih bersih rumah,? "tanya Ibu mertuaku.


"Kenapa maunya begitu Sayang,mending yang menginap saja, kamu kan sedang hamil harus ada yang bantuin dan nemenin kamu kalau di rumah, "kata Ayah dan Ibu juga menyetujui usul Ayah.


"Kalau Aku terserah Dinda aja. Aku juga udah bilang buat cari yang menginap tapi Dindanya yang menolak"jawabku sambil menyapkan sendok yang berisi ikan ke mulutnya.


"Hemmm,, sedapetnya aja deh Yah, Bu.Mana yang dapat dulu,yang mau nginap apa yang pulang pergi, "jawab Istriku.


"Kalau gitu Ibu bantu carikan ya Din, "Istrikupun mengiyakan..


.


.


.


Jam pun berlalu, sekarang Aku sedang di kamar bersama Istriku, sedang Ayah dan Ibu dari tadi sudah pergi,karena kemarin gagal untuk membeli baju, jadi Ayah dan Ibu sekarang pergi berdua, untuk membeli baju untuk pernikahan mereka.


"Dek,,, Mas nanti pergi bentar yah, kalau Ayah sama Ibu sudah pulang, "kataku,sambil mengusap rambut Istriku yang sedang bersandar di dadaku.


"Emang penting banget ya Mas,, ?'tanya Istriku sambil mendokakan wajahnya padaku.


"Iya,,, dan masalah nya ngga bisa di sepelekan, harus cepat di selesaikan, "jawabku.


"Hemmmm,,, tapi jangan lama lama ya Mas, dan pulangnya beliin Dinda batagor, "Aku pun langsung tersenyum dan bilang "Siap sayang"


Sambil menunggu Ayah dan Ibu pulang Aku pun bersiap siap, karena tadi Aku menelfon Ayah katanya mereka sedang di jalan mau pulang.

__ADS_1


"Mas,,, jangan pakai baju itu ah,dan jangan pakai minyak wangi, "tiba tiba Istriku melarangku memakai baju yang sudah ku pakai dan ngga ngebolehin make minyak wangi, aduhhh... harus sabar banget ini mah ngadepin bumilku.


"Emang kenapa Dek, ini Mas cuman pakai kemeja aja kok,? "tanyaku, dan Istriku langsung membuka kancing bajuku satu persatu.


"Pokoknya Mas ngga boleh pake baju ini, Mas ngga boleh kelihatan ganteng kalau ngga lagi sama Dinda, "Aku langsung tertawa mendengar alasan Istriku.


"Baik lah Sayangku,, sekarang Adek pilihkan baju yang Mas boleh pakai, "sambil ku buka baju,setelah kancing semuanya terlepas.


"Pakai kaos aja ya Mas, dan yang ini, "sambil mengambil kaos berwarna hitam lalu memberikanya padaku Istriku berkata.


"Terserah Adek aja, "Aku langsung memakainya dan tanpa minyak wangi.


Aku dan Istriku keluar dari kamar setelah Aku rapi dan Ayah, Ibu pun baru saja pulang, ahirnya Aku menitipkan Istriku ke pada kedua orang tuanya.


Sekarang Aku sudah sampai kampus di mana Istriku menimba ilmu. Aku menelfon orang yang kemaren mengirimiku video, dia adalah salah satu mahasiswa juga di sini, kenapa dia bisa mengirimi video itu ke padaku,karena dia pernah menjadi anak didiku, dan kami pun cukup dekat, makanya pas ada kejadian yang menimpa Istriku dia langsung merekamya dan mengirimkanya padaku. Dia tau kalau Dinda Istriku karena dia sering melihat foto kita berdua di setatus WA.


"Siang Pak,"


"Siang juga, gimana kabar mu, "


"Ya yang seperti Bapa lihat, ini data orang orang yang Bapa minta, "


"Trimalasih kamu mau membantuku, "kitapun berjabat tangan dan dia langsung pergi.


Setelah itu Aku pun langsung menuju tempat Rektor di kampus ini, Aku sudah beberapa kali menjadi pengisi seminar di kampus ini, jadi membuatku sudah mengenal dengan Rektor kampus ini.


Setelah sampai Aku langsung mengetuk pintu ruangan Rektor, dan Aku di suruh untuk masuk, setelah terdengar suara dari dalam.


"Siang Pak Adi, "sapaku.


"Siang,,, eh Pak Agung, silakan duduk, "


"Trimakasih, "jawabku.


"Ada apa ini,tumben orang sesibuk Pak Agung bisa datang kesini,? "


"Begini Pak Adi, saya langsung aja ke pokok masalah.Apa Pak Adi tau tentang kejadian kemarin di kampus ini terjadi, "kataku.


"Kejadiann,, kejadian apa ya Pak, maaf saya ngga tau, memang ada apa yah Pak, "


"Ini saya kasih rekaman kejadian kemarin siang di kampus ini, "Aku langsung memperlihatkan video itu ke Pak Adi.


"Ya ampun,, sangat memalukuan.Maaf apa Pak Agung bisa menghapus video ini, karena takutnya akan menyebar dan membuat nama baik kampus ini menjadi jelek, "


"Pak Adi ini adalah bukti kekerasan, dan perlu Pak Adi tau wanita yang di tampar dan di permalukan itu adalah Istri Saya, jadi untuk menghapusnya Saya keberatan sebelum Saya kasih pelajaran pada orang yang telah menyakiti Istri Saya, "kataku sambil nada suara sedikit keras.


"Ya Tuhan,,,Saya benar benar minta maaf atas kejadian ini, jadi maunya Pak Agung gimana, sebisa mungkin saya akan membantu menyelesaikan masalah ini dengan damai, "


"Saya minta panggilkan wanita yang telah menampar Istri saya dan juga priya yang ada di video itu, "kataku.


Ahirnya Pak Adi menyuruh seseorang untuk memanggil, dua orang itu.tak begitu lama dua orang itu pun datang.


"Selamat siang Pak,"kata mereka berdua.


"Siang,Saya tidak mau berbasa basi dengan kalian berdua, coba jelaskan tentang video ini, "dan mereka berdua pun sangat kaget.


**Hukuman apa yah yang pantas untuk Dea dan gimana reaksi Hanan setelah tau kalau Dinda sudah menikah,,,tunggu kelanjutanya besok ya kak, semoga suka dengan bab ini makasih....

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan vote nya ya kak, makasih**...


__ADS_2