
POV Doni
Sudah 7 hari ini Istriku meninggalkanku untuk selama lamanya, Aku mencoba untuk iklas,karena semua yang bernyawa pasti akan meninggal dan kembali ke pada Tuhan.
Aku hanya belum bisa menghilangkan kenangan kenangan bersamanya, Aku baru 6 th hidup bersamanya lagi, tapi rupanya Tuhan lebih sayang pada Istruku,semoga Istriku di sana di tempatkan Tuhan tempat yang nyaman dan indah.Amin....
Aku tidak sengaja membuka laci meja dekat kasur saat Aku akan mencari kunci, di laci Aku menemukan kertas dan di kertas itu di tunjukan untuku. Aku sudah paham dari tulisan itu, dan tulisan itu adalah tulisan Istriku.
**Teruntuk Suamiku Mas Doni
Saat Ayah baca surat ini ibu sudah di surga dan bahagia, Ibu minta Maaf Yah kalau ada salah saat kita hidup bersama,Ibu sangat bahagia bisa hidup bersama dengan Ayah sampai ahir hidup Ibu, Ayah harus iklaskan kepergian Ibu, ini semua sudah takdir dari Tuhan, Ayah harus semangat menjalani hidup dan harus selalu bahagia, Ibu sudah tak merasakan sakit lagi, jadi Ayah harus hidup bahagia.salam sayang selalu dari Ibu.
Air mataku mengalir dengan sendirinya, rasanya sungguh sesak di dadaku ini, sampai rasanya susah untuk bernafas. Istriku rupanya sudah punya firasat tentang ini.Aku jadi ingat saat Istriku sadar dari oprasi, seharian itu dia selalu tersenyum dan hanya bercerita tentang saat kita bersama. rupanya Tuhan masih sayang padaku dengan membuat Istriku sadar dan sehari itu Aku selalu menemaninya dan bersamanya.
Aku harus iklas atas kepergian Istriku, agar Istriku tenang di alamnya,setelah ku baca surat itu Aku langsung menyimpanya di dompetku.
Tokkk,,, Tokk,,
"Yah,,, kita makan malam dulu yuk, "Anaku memanggilku untuk makan malam.
"Iya,,, ayok, "kataku saat Aku buka pintu.
Aku dan Anaku pun berjalan menuju meja makan, dan di meja makan sudah ada cucuku dan menantuku.
"Kakek sini deket Dede duduknya, "kata cucuku.
"Iya Kakek duduk dekat Dede, "jawabku.
__ADS_1
Kita semua pun makan malam dengan tenang, selesai makan malam kita kumpul di ruang tv sambil nonton acara komedi di tv.
"Din,, Ji,, Ayah besok mau pulang ke kampung aja yah, Ayah pengin tinggal di kampung lagi, "
"Tapi Yah, bukanya enak tinggal di sini, Ayah bisa kerja dan kumpul sama Anak juga cucu, biar Ayah ngga kesepian, "kata menantuku.
"Kalau di sini Ayah takutnya malah ngga bisa lupain Ibu, kalau di kampung kan Ayah bisa ngajar kaya dulu dari pagi sampai sore jadi Ayah tidak terlalu banyak waktu diam, "kataku.
"Tapi nanti kita jadi jarang ketemu Yah,, dan Dinda ngga bisa jagain Ayah, "kata Anaku.
"Di kampung kan ada bibi Din yang bisa jagain Ayah, dan nanti kita bisa video call kan,, tolong jangan larang Ayah, Ayah pun sebenarnya berat untuk ninggalin kalian tapi Ayah kalau di sini takutnya ngga bisa ngilain kenangan tentang Ibu,"
"Dek,, kalau Ayah udah putuskan begitu kita harus mendukungnya, nantikan kita bisa dua bulan sekali atau berapa minggu sekali nengok Ayah ke kampung, biar Ayah mencari tempat ternyaman untuk Ayah sendiri, "kata menantuku.
"Ya udah kalau keputusan Ayah maunya seperti itu, tapi Ayah juga kalau lagi libur mengajar harus main ke sini ya Yah,, "kata Anaku dan Aku pun mengangguk dan tersenyum.
Pagi pun datang Aku sudah menarik koperku keluar dari kamar.Aku menuju meja makan dan mereka anak ,menantu dan cucuku sudah kumpul.
"Ji kamu dah pesankan tiket kereta buatku kan,? "saat Aku duduk di bangku meja makan.
"Sudah Yah,, jam 10 nanti keretanya, kenapa Ayah dah rapi aja sih, "
"Aku mau ke rumah Ibu dulu, Ayah mau ambil barang barang Ayah yang ada di sana, "kataku.
"Yah Mba Iis Dinda ajak ke sini aja yah, dan nanti dua minggu sekali rumah Ibu di bersihkan, nanti Dinda bisa suruh pak Udin sama Mba Iis untuk membersihkanya, "kata Anaku.
"Iya terserah Dinda aja gimana baiknya, Ayah ikut aja, "anaku pun tersenyum.
__ADS_1
"Nanti kan Ayah mau ke rumah Ibu, jadi Mba Iis sekalian ajak ke sini ya Yah, "Aku pun menjawab Iya.
"Mobil Ibu nanti Aku kirim pake paket aja Yah, "kata menantuku.
"Biar di sini aja, Ayah ngga perlu mobil, "jawabku.
"Buat apa di sini Yah, di sini mobil aja ada 3 kok, nanti mobil Ibu malah ngga ke pake dan ngga kerawat, lebih baik buat Ayah di kampung, jadi nanti kalau kita liburan ke kampung ada mobil, tidak bingung kendaraan, "kata menantuku lagi.
"Terserah kamu aja lah Ji,, "ahirnya Aku menyerah juga, Aku hanya lebih nyaman memakai motor kalau di kampung, tapi di kampung mobil penting juga soalnga banyak orang yang membutuhkan bantuan dengan menggunakan mobil contohnya kalau orang sakit apa mau melahirkan, karena rumah sakit cukup jauh, dan ada sih penyewaan mobil tapi harga sewanya bagi orang kampung cukup mahal.
Kita berempat pun sarapan bersama, selesai sarapan Aku pergi ke rumah Istriku, untuk mengambil barang barangku.
Sampai di rumah Istriku, Aku masuk ke kamar ,Aku membuka lemari dan Aku menyimpan barang barang Istriku ke dalam lemari, ya Tuhan air mataku mengalir saat menyimpan dan merapikan barang barangnya.
Aku cium bantal dan guling yang selalu Istriku pakai saat tidur, dan baunya belum hilang masih bau Istiku. tangisanku makin terisak, Aku tidak ingin berlama lama di sini karena pasti Aku akan terus menangis karena melihat di setiap sudut ruangan ada bayangan Istriku.
"Mba,,, Mba iis sekarang rapikan barang barangnya yah, Mba Iis kerja di rumah Dinda aja sekarang, dan nanti dua minggu sekali Mba Iis bersiin rumah ini yah, "kataku saat mba Iis sudah di depanku.
"Iya pak, Saya mau rapikan baju saya dulu, "jawab mba iis.
Mba Iis pergi ke kamarnya dan Aku juga merapikan barang barangku, sekitar setengah jam semua sudah rapi. Aku dan Mba iis pun masuk mobil dan pergi ke rumah Dinda.
Sampai rumah Dinda Aku memasukan koperku ke dalam mobil dan setelah barang masuk Aku pun berpamitan, Aku tidak mau Anak,menantu dan cucuku mengantarku ke setasiun, Aku hanya mau di anatar supir saja, karena Aku ngga mau sedih di setasiun karena berpisah dengan mereka. setelah Aku cium anak dan cucuku, Aku pun masuk mobil dan pergi dari rumah Anaku, Air mataku mengalir dengan sendirinya lagi.
**Jangan lupa untuk like komen dan votenya ya kak, trimakasih...
Aku nulis bab ini sampai nangis nangis, ya ampunnn.... semoga kaka kaka suka yah dengan bab ini**.
__ADS_1