MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Akbar Melihat Yang Seharusnya Tidak Di Lihat


__ADS_3

Dinda melihat Arsila yang terlihat brantakan dan ada luka di wajahnya sangat kaget.


"Kamu kenapa Arsila,,kenapa pada begini,,?"Dinda duduk disebelah Arsila sambil mengusap luka di wajahnya.


"Mah,,udah jangan banyak tanya ,lebih baik Mamah cepet obatin lukanaya,itu tanganya Abang lihat berdarah,,"kata Akbar.


Arsila yang mendengar Akbar memanggil Dinda dengan sebutan Mamah langsung mengerutkan alisnya.


"Mamah,,dia memanggil Mamah,,Aku pasti salah dengar nih,,"kata Arsila dalam hatinya.


"Iya,,Mamah akan bawa keruang rawat,ayo Arsila ikut Tante,,"Dinda mengajaknya bangun.


Arsila lalu mengikuti Dinda,karena tangan Arsila di gandengnya.Akbar mengikuti dari belakang.


Arsila melihat lihat foto di dinding yang di pajang,dan Arsila melihat Akbar dan juga Dinda ,berserta yang lainya.


"Apa benar mereka ibu dan Anak,masa sih kalau itu ibunya, masih muda banget,"Arsila sambil berjalan dan melihat ke samping.


Sampai di ruangngan Rawat ,Arsila di suruh untuk duduk di ranjang.


"Abang jangan masuk yah,tunggu di luar aja,"


"Iya Mah,,"saat Akbar mau ikut masuk Dinda langsung melarangnya.


Abang lalu pergi ke kamarnya untuk bersih bersih.


Sedang di kamar rawat,Dinda membantu Arsila membuka bajunya dulu.


"Kalau boleh Tante tau Arsila kenapa bisa kaya gini,?"Arsila diam.


"Kalau ngga mau cerita ngga papa ,"kata Dinda lagi sambil mengobati luka yang di wajah Arsila.


"Sila sebenarnya ingin punya teman bercerita Tan,tapi Sila ngga punya teman yang bisa mendengarkan keluh kesah Sila, Sila ada teman kalau ada uang,dan kalau Sila ngga punya uang teman Sila pun entah kemana,"


"Tante mau kok jadi teman curhat Sila,kalau Sila mau,,"Sila tersenyum.


"Sila serasa sendiri Tan di dunia ini,semenjak Mamah meninggal Papah hanya sibuk dengan kerjaanya,dan selalu bilang katanya banyak kerjaan sampai pulang kerumah selalu telat,dan Papah juga sering keluar kota sekarang,Sila sering melihat adek adek sedih karena kangen papah,tapi saat Sila bilang ke Papah,papah selalu marah ,makanya Sila suka cari hiburan di luar agar pikiran Sila tidak setres Tan,tapi ternyata Sila salah bergaul dan berteman,Sila jadi suka ngerokok,suka ke clap dan begadang,sampai ahirnya Sila punya pacar bernama Ken,dia baik selalu jadi teman curhat Sila,tapi kejadian seminggu yang lalu membuat Sila harus mengahiri hubunan Sila dengan Ken,,"Sila tiba tiba menangis.

__ADS_1


"Kejadian Apa yang membuat Sila ahirnya memutuskan mengahiri hubunganya dengan Ken,,?"


"Dia meminta sesuatu yang harusnya tidak boleh di lakukan sebelum kita nikah Tan,,"


"Apa Ken meminta Ber*cinta,,?"Sila mengangguk pelan.


"Itu keputusan yang tepat,kita boleh pacaran tapi harus ada batasnya,karena kalau milik kita yang berharga itu hilang,kita pasti akan menyesal,karena belum tentu kita menikah denganya,kalau nanti kita menikah dengan orang lain,kasihan yang jadi suami kita,masa di kasih bekas orang,padahal suami kita nantinya yang akan menjaga kita,menafkahi kita dan kebahagiaan untuk kita,jadi Sila juga harus menjaga milik Sila yang berharga itu untuk suami sila nanti yah,,"


"Iya Tan,,trimakasih ya tan undah mau dengerin cerita Sila,,"


"Iya ,,Tante seneng kok jadi teman curhat Sila,kalau nanti Sila butuh teman datang ke sini aja yah Tante siap jadi pendengar yang baik,dan Sila juga jangan lupa cekup yah,biar cepat sembuh flek di paru parunya,,"dan dari tadi tangan Dinda juga tidak berhenti membmbersihkan luka luka Sila dengan obat.


"Iya Tan,,sekali lagi terimakasih,,"Dinda tersenyum.


"Sila bajunya lepas aja yah,ini sudah sobek,Tante masih simpan baju tante waktu masih muda,nanti Tante ambilin buat Sila,gimana mau,,"


"Iya Tan,Sila mau,,"


"Tante mau ke kamar dulu ambil bajunya,Sila sekarang lepasin tah bajunya,,"


Dinda pun ke luar dari kamar rawat,di rumah Dinda ada kamar kusus untuk tempat rawat,kalau keluarga apa pekerja ada yang sakit di rumah,jadi gampang ada tempatnya.


"Aaaa,,,,"teriak Sila,dan langsung menutup badanya dengan bajunya.


"Maaf,,,"dan langsung menutup pintunya lagi.Ternyata Akbar yang main buka pintu tanpa mengetuk pintu,karena Akbar Fikir sudah selesai.Ehh,,,malah lihat Sila yang sedang membuka baju.


"Ya Tuhan,,Aku tadi lihat apa,,kenapa Aku melihatnya,,rasanya malu banget ini,,,"kata Akbar sambil berjalan menuju sofa keluarga,niatnya Akbar mau kasih tau kalau sudah menelfon Beni,eh taunya malah lihat pemandangan indah.


Sila memakai baju Dres,jadi saat sila melepasnya,ya otomatis Sila hanya memakai dalaman saja,jadi Akbar tadi melihat itu.


"Loh kok belum di lepas bajunya,ini tante udah ambilkan baju tante,ini pakelah,,"sambil memberikan baju pada Sila Dunda berkata,dan Sila langsung mengambilnya.


"Tan,,sila ganti di kamar mandi aja yah,,"


"Iya,,silakan,"Lalu Sila pun masuk kamar mandi.


Sekitar 5 menit Sila sudah selesai ganti baju,dan Dinda mengajaknya keluar.

__ADS_1


"Kamu harus makan dulu sebelum minum obat,ayo kita keluar dan makan ,"


"Maaf Tan,,Sila jadi ngerepitin,,"


"Ah ngga kok,,"


Sila dan Dinda lalu menuju meja makan,dan Dinda yang menyiapkan,karena ini sudah malam,Dinda tidak ingin merepotkan Mba.


Saat Sila sedang makan di temani Dinda,Agung datang.


"Ini temanya Abang,,?"tanya Agung.


"Iya Pah,,"Sila tersenyum.


"Sila kenalin ini suami tante,,"


"Malam Om,,maaf Sila jadi merepotkan,"sambil bersalaman.


"Ngga kok,,ya udah selesaikan makanya,dan nanti minum obat,biar besok badanya lebih enakan,"Sila menjawab Iya.


Tadi saat Dinda ambil baju di kamar,Dinda cerita tentang sila pada Agung.


"Mah ,,Papah ke kamar dulu yah,,"setelah minum.


"Iya Pah,,"Agung pun pergi.


"Tante punya anak berapa ,kalau sila boleh tau,?"


"Tante punya anak 3, yang ke satu Akbar,dan yang kedua kembar,namanya Fatiya dan Faiza,dan kata Akbar adeknya Sila teman si kembar juga yah sekolahnya,"


"Iya Tan,,mereka satu kelas,,"Dinda mengangguk.


"Ya Tuhan,,Aku kira Akbar yang sok itu simpenan Tante tante,ternyata mamahnya,gilaaa,,,"kata hati Sila berkata.


Hp Dinda ada pesan masuk dan ternyata dari Akbar,Akbar bilang kalau Akbar sudah telfon Beni,dan sudah bilang juga kalau Sila akan menginap di rumah,dan Akbar juga bilang kalau sudah mengantuk dan akan tidur.


Jadi selesai sila makan,Dinda memberinya obat,setelah itu Sila di antar ke kamar tamu.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan vorenya,trimakasih...


__ADS_2