MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Zara Menjenguk Rizki


__ADS_3

"Jangan nangis,, Abang baik baik aja kok, "kata Rizki saat melihat di layar hpnya Zara yang menangis. Zara lalu mengusap air matanya.


"Udah malam, kenapa ngga tidur, tidur lah,, "Zara menggelengkan kepalanya.


"Kenapa,, apa ada yang sakit,, "lagi lagi Zara menangis.


"Udahhh,, jangan nangis, itu matanya udah bengkak, nanti jadi jelek loh, "Zara tersenyum tipis sambil mengusap air matanya.


"Besok sudah masuk sekolah belum,,? "


"Belum,, "


"Oh belum,, udah sekarang tidur, kamu harus istirahat yah, "


"Iya,, Abang juga harus istirahat, jangan main hp terus,, "


"Iya calon Istri Abang,, tidur yah, mimpi yang indah,, "Zara tersenyum malu, dan vc pun di matikan.


Zara langsung tertidur, karena memang badanya yang merasa lelah dan pada sakit. sedang Rizki tadi sebelum Zara menelfon, Rizki habis telfon mamahnya dan adiknya yang ada di luar negri, Rizki tidak bilang habis kecelakaan, Rizki bilangnya baik baik saja, karena takut membuat Mamah dan adiknya kuatir.


Pagi pun datang, Dea dan Hendra sedang menggendong dua jagoanya untuk berjemur di teras belakang rumah, sedang Oma hanya melihatnya.


Hendra merasa sangat senang melakukan kegiatan setiap pagi seperti ini, Hendra selalu membantu Dea untuk berjemur dengan kedua bayinya.


"Pagi Oma, "kata Zara yang ikut duduk di samping Oma.


"Pagi sayang, gimana badanya ada yang sakit ngga,, "


"Badan Zara sakit semuanya Oma, bangun tidur rasanya tulang tulangnya linu gitu,, "


"Kalau gitu nanti siangan kita ke tempat pijit langanan Oma yah, biar badan Zara enakan,, "


"Iya Oma,, "


Lalu Hendra dan Dea menyudahi berjemurnya, dan si kembar lalu di berikan pada pengasuhnya untuk di mandikan, sedang Hendra dan Dea ikut duduk bersama Oma dan Zara.


"Hen,, nanti Mamah sama Zara mau ke tukang pijit, dan pulangnya Mamah mau jenguk Rizki yah,, "


"Kenapa Zara pijitnya ngga di rumah aja si Mah,Takutnya kalau di tempatnya ada yang jahat dan rekamin gitu,, tukang pijitnya suruh datang ke sini aja gih,, "


"Ya udah,, iya Mamah telfon suruh ke rumah aja kalau gitu,"


"Badan Zara pada sakit,,? "tanya Dea.


"Iya Bun,, sakit semuanya,, "


"Perbanya udah di ganti belum,, "Zara menggeleng.


"Bunda ganti dan bersihkan perbanya yah,, "

__ADS_1


"Ngga usah Bun,, biar nanti Zara aja, sehabis mandi nanti Zara ganti kok,, "


"Ya udah, nanti kalau ngga bisa bilang Bunda yah,, "Zara menjawab Iya.


Sekitar jam 9 tukang pijit pun datang, Zara lalu di pijit oleh ahlinya, sekitar satu jam ahirnya Zara selesai di pijat.


Zara langsung mandi, karena Oma mengajaknya untuk menjenguk Rizki. Zara langsung buru buru mandi dan selesai mandi Zara tidak lupa berdandan. tapi rupanya Zara lupa untuk memasang perban di keningnya.


"Sayang kenapa lukanya ngga di kasih perban,, nanti infeksi,, "kata Dea.


"Iya Bun Zara lupa,, "sambil balik ke kamarnya.


"Biar Bunda bantu ya,, "sambil mengikuti Zara dari belakang.


Sampai di kamar Dea membantu Zara memasang perban di kepalanya.


"Makasih ya Bun,, "


"Iya,,, ya udah ayo kita keluar, Oma sudah menunggu,, "


"Iya Bun,, ayo,, "Zara dan Dea keluar dari kamar bersama.


"Udah siap sayang,,? "tanya Oma pada Zara.


"Udah Oma,, ayo kita berangkat,, "


Sampai di rumah sakit Oma dan Zara langsung menuju ke ruang rawat Rizki.


Saat Zara dan Oma datang Rizki rupanya sedang di perkiksa oleh Dokter.


Seteah selesai Dokter memeriksa, Dokterpun pergi, dan Zara juga Oma langsung mendekat.


"Gimana Ki,, udah lebih baik,, "


"Udah Bu,, cuman Kakinya yang masih belum bisa di bawa gerak, "


"Oh gitu,, yang sabar yah,, "Rizki hanya mengangguk.


Zara hanya diam dan duduk di sebelah Rizki, lalu Zara mengupas jeruk buat Rizki makan. Rizki sesekali melirik ke arah Zara sambil tersenyum tipis.


Sedang Oma duduk di sofa sambil memainkan hpnya.


"Sayang,, Oma ada perlu sebentar ,kamu mau ikut apa mau di sini aja,,? "


"Lama ngga Oma,,? "


"Ngga,, Oma cuman mau ambil pesanan di rumah teman Oma,, "


"Ya udah Zara mau di sini aja,, Oma jangan lama lama yah,, "

__ADS_1


"Iya, Oma ngga akan lama,, ya udah Oma pergi dulu yah,, "Zara pun mengangguk.


Setelah Oma pergi Zara tersenyum ke arah Rizki, begitupun Rizki juga ikut tersenyum.


"Ini jeruknya udah Zara kupasin, makan gih Bang,, "


"Suapin dong,, Abang kan lagi sakit,, "


"Kan yang sakit kakinya, bukan tanganya. Jadi ya bisa lah makan sendiri,, "


"Ngga ah,, Abang maunya di suapi sama calon Istri, pasti jeruknya jadi tambah enak kalau kamu yang suapin,, "


"Alahhhh,,, gombal aja ,sakit juga gombalnya masih bisa aja,, "


"Hahaa,, ini ngga ngegombal kok, emang kenyatan, kalau calon istri yang nyuapin apapun makananya pasti enak,, "


"Udah udahhh,, ini Zara suapi aaa,,, "


Rizki lalu membuka mulutnya dan memakan jeruknya,


"Bang,,, Zara kepikiran nanti kalau Abang pulang, Abang di rumah sama siapa nanti,"


"Ada mba kok, cuman mba pulang pergi sih, cuman datang pagi dan siangnya pulang,, "


"Trus nanti kalau sore sama malam Abang sendiri dong,, itu yang buat Zara kuatir Bang,, "


"Ya mau gimana lagi,kamu doakan saja semoga kaki Abang nanti cepat sembuh yah,,"


"Iya Zara akan selalu mendoakan buat kesembuhan dan kesehatan Abang,, "


"Makasih,, "sambil mengambil tangan Zara dan di genggamnya dan lalu menciumnya.


"Abang,, iihh,, nanti ada yang lihat, lepas ah,, "


"Ngga akan ada orang tau, Abang sangat suka menggengam tanganmu seperti ini,, "


"Modus,, "Rizki hanya tertawa.


"Za,, panggilin suster dong,, "


"Abang pengin apa,,? "


"Pengin ke kamar mandi,, "


"Kok Sama suster sih,, "


"Trus kalau ngga sama suster sama siapa, sama kamu,,? "Zara lalu bingung untuk menjawab.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasihh..

__ADS_1


__ADS_2