MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Ancaman


__ADS_3

Ayah Doni


"Di,,, Besok besok kalau mau pergi tunggu Saya dulu, jangan pergi sendiri kaya begini,,di sini kota banyak orang yang modus,"kataku sambil berjalan menuju rumah sakit setelah Dian dari ATM, dan tangan Dian pun Aku gandeng.


"Iya,,, habisnya Mas semalam kirim pesan katanya mau ke sininya sorean, dan Dian sudah ngga ada uang untuk pegangan, jadi Dian ke ATM aja ambil uang,, "jawabnya.


"Iya udah untuk hari ini,, besok besok jangan lagi lagi yah,, "Dian pun mengangguk.


Saat sampai di depan pintu ruangan rawat kakek, Dian berheti berjalan.


"Kenapa berhenti,, ?"tanyaku.


"Hemmm,, itu Mas,, "sambil menunjuk ke tangan kita yang bergandengan. Aku hanya mengerutkan alis tanda tak mengerti.


"Hemmm,, di dalam ada Papah sama Zara, lepas dulu gih tanganya,, "Aku pun tersenyum dan mengangguk,lalu tangan ku pun melepaskan tangan Dian. Setelah itu kita baru masuk.


"Mamahhh,,, "Zara yang melihat Dian masuk langsung datang dan mendekat lalu memeluknya.


"Zara kangen Mamah sama kakek,, "katanya lagi saat masih di pelukan Dian.


"Mamah juga kangen,, "setelah itu mereka pun melepas pelukanya, Zara kembali mendekat ke kakeknya dan menyuapinya makan lagi, karena saat kita masuk Zara memang sedang menyuapi kakek makanan yang dari rumah sakit.


Sedang Aku duduk di sofa sambil membuka bungkusan plastik makanan yang dari rumah.


"Di Makan dulu,,, "sambil Aku siapkan, karena Dian belum juga memakanya.


"Mas,, besok besok ngga usah bawa makanan yah,, Dian ngga enak sama Dinda dan mba yang kerja, karena selalu merepotkan,, "katanya.

__ADS_1


"Ngga usah ngga enak gitu,, mereka ngga merasa di repotkan kok,, dah makan keburu dingin,, "kataku.


"Kalau mau di lihatin aja Saya buang aja yah,, "sambil tanganku akan membungkus lagi makananya.


"Mas,,, jangan. Ya udah Dian makan, lepasin, "sambil mengambil kotak makan yang sedang Aku pegang.


Aku pun tersenyum melihat Dian yang sudah panik dengan ancaman ku. lalu Dian pun memakanya.Selesai kakek makan dan Dian pun selesai makannya. setelah itu Zara ikut duduk di sofa, dan duduk di sebelah Dian.


"Mah,, kakek kapan boleh pulangnya,,? "tanya Zara.


"Mamah juga belum tau sayang, Dokter belum bilang soalnya sama Mamah,, "Aku hanya mendengarkan obrolan mereka, Aku pun berencana akan menanyakan pada Pamuji nanti kalau ketemu.


Kita berempat mengobrol sambil becanda, Kakek pun sudah bisa duduk jadi kakek bisa ikut mengobrol dengan kita.


Saat Asik mengobrol ada yang mengetuk pintu, lalu Aku membukakan pintu ternyata Anaku yang datang.


"Iih Ayah,, Dinda mau masuk dulu menemui kake Ayah awas dulu, nanti pertanyaanya Dinda jawab, "Aku pun minggir dan membiarkan Zara masuk.


"Kakek,, gimana kabarnya, kak Dian juga gimana kabarnya,, "sambil Anaku menyalami mereka. dan Dian juga kakek menjawab baik.


"Loh kok ada Zara, Zara ikut kesini sama Ayah,,? "


"Iya Kak,, Zara dah kangen sama Mamah dan kakek,, "kata Zara.


"Dinda Duduk aja, nanti cape kalau berdiri terus,, "Kata Dian sambil mengajak Anaku menuju sofa.


"Iya Kak,, makasih... "Jawab Anaku.

__ADS_1


"Dian belum jawab pertanyaan Ayah,, "kataku.


"Jadi tadi tuh Dinda dan Mas Agung saat baru turun dari pesawat dan sedang menunggu pak supir datang,Mas Agung dapat telfon suruh dateng ke rumah sakit, jadi kita ke sini dulu sebelum pulang, Mas Agung ke ruanganya dan Dinda ke sini nengok Kakek deh,, "Jawab Anaku.


Lalu anaku, Dian dan Zara pun mengobrol,Aku hanya jadi pendengar bersama kakek, setelah sekitar setengah jam Pamuji pun datang, dan mengajak Anaku pulang.


"Zara mau ikut sekalian pulang ngga,,? "tanya Anaku.


"Iya,, Zara ikut pulang aja deh sama kak Dinda,, biar nanti pak Doni ngga nganterin Zara ke rumah kaka,,Takutnya pak Doni cape,, "sambil bangun dari duduknya dan berpamitan pada kakek.


Mereka bertiga pun pulang bersama, dan sekarang kita juga tinggal bertiga. karena sudah siang kakek pun tidur.


Aku dan Dian seperti biasa duduk di sofa sambil memainkan hpk kita masing masing. lalu hp Dian ada panggilan masuk, tapi Dian mengabaikanya.


"Kenapa ngga di angkat,,? "Dian pun menggeleng dan diam, sambil meletakan hpnya di meja, saat sudah mati lalu bunyi lagi panggilan, dan di layar hp terlihat nama si pemanggil. Dan namanya adalah SI BRENGSEK. Lalu Aku juga melihat Dian sedikit takut, Aku mengambil hp Dian dan Aku menggeser tanda hijou lalu sepeker kunyalakan.


"Dian,, kamu di mana sekarang! kenapa di rumah kosong dan di toko juga kamu ngga ada, jangan macam macam denganku kalau kamu tidak mau Zara Aku ambil, halo Dian jawabbb,!"Aku masih diam dan mencerna setiap kata yang orang itu katakan.


"Dian tidak ada, dan jangan mengganggu Dian lagi,apa lagi dengan ancaman murahan seperti itu,, "kataku.


"Brengsek,, siapa kamu kenapa hp Dian sama kamu hah,, jangan ikut campur urusanku yah, atau kamu mau Aku habisi,,! "


"Ngga penting anda tau siapa Saya, tapi yang pastinya Dian itu tidak akan pernah menikah dengan anda, karena saya lah yang akan menikahinya dan akan melindunginya dari laki laki kurang ajar seperti Anda. "dan langsung Aku matikan hp Dian agar pria yang mengaku calon suaminya tidak menelfonya lagi.


Lalu Aku melihat ke arah Dian, ternyata Dian seperti ketakutan, Aku mendekatinya dan memeluknya.


"Ngga usah takut, Saya tidak akan membiarkan dia mengganggumu lagi, "Dian pun tiba tiba menangis di pelukanku. memang benar kata kakek Dian butuh orang untuk melindunginya dan menjaganya.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya, malasih...


__ADS_2