MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Kembar Ikut Ke Puncak


__ADS_3

Agung menasehati kedua putrinya agar keduanya tidak marahan lagi.


"Adek ,,Menurut Papah juga Kaka benar,Adek ngga boleh melakukan seperti kaya tadi di parkiran,di parkiran pasti ada orang lain,takutnya kalau orang yang melihat berfikiran kalau Adek itu kecentilan,Adek harus bisa jaga diri dan nama adek sendiri,Adek boleh bantu orang,tapi harus jaga sikap dan tau tempat juga,yah,,"sambil mengusap kepala Iza.


"Kaka juga ngga boleh terlalu cuek dan galak ke cowok,membatesi berteman dengan Cowok boleh kak,tapi jangan keterlaluan,nanti Kaka ngga punya temen cowok loh,kalian berdua anak pintar dan selalu juara kelas dari kecil,Papah yakin kalian pasti akan jadi Dokter yang sukses suatu hari nanti,tanpa harus selalu sibuk belajar dan tidak membatasi berteman dengan siapapun,"keduanya mendengarkan Agung bicara.


"Sekarang kalian baikan,dan ngga boleh marah marahan lagi,kalian udah besar loh,masa kaya masih kecil aja beranteman gitu,ayo sekarang jabat tangan dan saling memaafkan,"keduanya lalu mengulurkan tangan.


"Kak,Adek minta maaf yah,"


"Iya ,Kaka juga minta maaf ya Dek,"


"Iya kak,"keduanya lalu pelukan.


Agung tersenyum melihat kedua putrinya yang sudah akur.


"Ayo sekarang ke atas,Papah tadi udah suruh mba buat beresin kamar Adek,coba Adek suka ngga,?"


"Serius Pah,asik,,ayo Pah kita ke atas,"Iza langsung menggandeng Papahnya untuk naik ke atas.


Sampai atas Iza terlihat senang sekali karena kamarnya sudah jadi.


"Gimana suka ngga,,?"tanya Agung.


"Suka Pah,,suka banget,,"


"Syukurlah kalau kamu suka,"


Tiya juga melihatnya,"Bagus loh Dek warna cet kamarnya,Pah Kaka mau juga dong,masa kamar Adek doang yang di cet sebagus ini,"


"Kaka mau,,kalau Kaka kamarnya mau di cet,besok papah suruh tukangnya lagi,"


Setelah itu Agung turun dan Tiya kembali ke kamarnya.


Hari berlalu,habis makan Kembar ikut ngobrol di ruang keluarga,karena keduanya ingin izin ikut acara jalan jalan ke Puncak,Tiya tadinya ngga mau ikut,tapi rupanya dari sekolah Tiya di haruskan ikut karena Anggota OSIS.


"Mah Pah,,kita mau minta Izin,"Tiya yang bicara.


"Izin apa,,kalian mau kemana,,?"


"Kita mau ikut Acara sekolah jalan jalan ke puncak,dan acaranya menginap satu malam,"


"Kapan itu,,?"tanya Agung.

__ADS_1


"Besok Pah,,"


"Mau pergi besok,kalian baru izin sekarang,?"Dinda sedikit kaget,dan keduanya mengangguk.


"Kalau Mamah sama Papah ngga izinkan gimana,?"kata Dinda lagi.


"Tapi kita di haruskan ikut Mah kata Pak Guru,soalnya kita anggota OSIS,dan kita jadi panitia juga ,"Dari tadi Tiya yang bicara,sedang Iza diam dan mendengarkan saja.


Emang dari dulu kalau mereka berdua mau minta izin untuk pergi,pasti Tiya yang bicara,sedang Iza kalau sedang meminta sesuatu untuk di beli itu tugas Iza.


"Berarti kalau Mamah dan Papah ngga izinkan juga kalian akan tetap pergi,,?"keduanya diam karena bingung dan menunduk.


"Kok diam,,ayo jawab,"Kata Dinda,Agung dan Dinda saling pandang juga tersenyum,karena melihat kedua anaknya yang kelihatan sedih.


"Kita ngga akan pergi Mah,"jawab Keduanya barengan.


"Sebenarnya Mamah tuh berat untuk mengizinkan kalian pergi,tapi karena ini acara sekolah dan kalian di haruskan ikut,jadi Mamah dan Papah izinkan,"Keduanya langsung mendongakkan wajahnya.


"Mamah serius,,ngga bohong kan,,"Iza yang langsung berkata karena merasa senang.


"Ngga sayang,Mamah dan Papah izinkan kalian pergi,tapi kalian harus hati hati di sana yah,kalian harus saling menjaga dan ngga boleh berantem,ngerti,,"


"Iya Mah,,Adek ngerti,Adek ngga bakalan repotin Kaka,,dan Kita akan saling menjaga,"keduanya langsung memeluk Dinda dan Agung karena merasa senang.


"Katanya mau berangkat besok,emang sudah siapkan semua keperluan untuk di sana,"keduanya mengangguk.


"Oh gitu,ya udah sekarang kalian tidurlah,ini sudah malam,biar besok ngga telat,"


"Iya Mah,,Malam Pah,,Malam Mah,,"sebelum pergi mereka berdua mencium pipi kedua orang tuanya juga.


Kembar lalu naik ke atas menuju kamarnya,mereka masuk kamar masing masing.


"Zee,,Kita dapet izin buat ikut ke puncak dari Mamah dan Papah ku,"pesan yang di kirim Tiya pada Zee.


"Kak,,Aku sama Kaka jadi ikut,Mamah sama Papah izinin kita berdua ikut ke puncak besok,"Iza kirim pesan ke Torik.


Iza dapat no telfon Torik dua hari lalu,saat mereka makan di kantin Torik meminta no Iza,dan Iza langsung memberikannya.


"Syukurlah kalau kalian boleh ikut,Aku senang loh dengarnya,"balesan Zee buat Tiya.


Sedang Torik tidak membalas pesan Iza,karena Hp Torik sedang di cas,Torik nya sendiri sudah tidur.Torik kelelahan karena habis main Basket tadi sore,Rupanya Torik habis ikut lomba pertandingan basket bersama Tim nya.


Pagi harinya,Si kembar sudah bersiap,keduanya sudah rapi dan akan berangkat,Dinda dan Agung tadinya mau mengantar,tapi kembar ngga mau,katanya kaya anak kecil aja di antar,ahirnya kembar berangkat bersama Pak supir seperti biasa.

__ADS_1


Sampai sekolahan panitia di suruh kumpul untuk di beri arahan dulu,setelah itu baru mengumpulkan anak anak,semuanya yang ikut ada 150 anak,dan menjadi dua Bus besar.


Tiya memberikan no duduk kepada anak anak ,lalu satu persatu masuk untuk mencari tempat duduk.terahir Tiya naik ke Bus dan mencari tempat duduknya,ternyata Tiya duduk di sebelah Torik,dan Iza duduk bersama teman wanitanya dua bangku di depannya,sedang Zee duduk bersama Iwan .


Ternyata tanpa di ketahui Tiya dan Iza,duduk mereka sudah di atur oleh Torik dan Iwan.


"Duduklah,kamu mau berdiri terus seperti itu,,?"kata Torik pada Tiya yang masih berdiri.


"Zee,,kita tukeran duduk mau ngga,,cowok mu yang di sini,Aku di situ sama kamu,?"


"Ngga boleh,Aku maunya sama Zee,,"kata Iwan,lalu Tiya ke belakang bangku nya,meminta tukeran juga,tapi ngga mau juga.


Ahirnya Tiya pun duduk di sebelah Torik,sebelum duduk Tiya menarik tasnya di atas tempat Tas,Tiya ngga mau tukeran sama Iza karena takutnya Iza ke centilan duduk bersama Torik.


Tiya duduk dan selalu diam,sedang Torik justru bermain game di hpnya,sambil asik mendengarkan musik pakai henset.


Ternyata Bus mereka terkena macet,karena ada kecelakaan,membuat waktu sangat lama sampai.


Tiya lalu mengambil henset di tasnya,dan mendengarkan musik dari hpnya.tidak terasa Tiya pun tertidur dan kepalanya lama lama bersandar di pundak Torik,Torik pun membiarkannya,Torik justru bisa melihat wajahnya dengan dekat.


Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam,bus ahirnya sampai di Villa ,semuanya pun turun.


"Bangun,,,kita sudah sampai,"Torik membangunkan Tiya sambil mengerjakan tangannya.


Tiya dengan pelan membuka matanya,dan ternyata kepalanya masih bersandar di pundak Torik.


Tiya langsung menegakan kepalanya,Torik langsung memijit pundaknya yang ternyata sakit karena di tiduri kepala Tiya.


"Aduh,,kepalamu ternyata berat juga yah,"Tiya hanya diam karena merasa malu dan ngga enak.


"Aduhh,,kenapa Aku tidur di pundaknya sih,,bikin malu aja,,"kata hati Tiya berkata.


Lalu Tiya bangun dari duduknya,dan akan turun,tapi karena baru bangun jadi sedikit Limpung,ahirnya Tiya akan jatuh,untung Torik di belakangnya langsung bisa menangkapnya,mata mereka pun bertemu dan saling pandang.Torik tersenyum lalu Tiya pun langsung berdiri tegak,dan mengambil tasnya yang di atas.


"Biar Aku yang bawakan,kamu turun lah dulu,"kata Torik sambil membantu mengambil tasnya.


"Ngga usah,Aku juga bisa bawa,"jawab Tiya masih sok juteknya.


Tiya mengambil tasnya dan membawanya turun,dan Torik berjalan di belakangnya Tiya.


Saat akan turun di tangga Bus,Tiya kesusahan bawa tasnya karena banyak anak yang bareng akan turun,Torik langsung menarik tas Tiya dari tangannya,lalu Torik meletakan tas Tiya di atas kepalanya.


"Sudah diam lah,Aku cuman mau bantu bawa,bukan mau ngerampok,jalan,"kata Torik saat Tiya menatapnya.

__ADS_1


Tiya ahirnya turun,saat turun dari Bus pak Guru langsung meminta Tiya untuk mengarahkan anak anak masuk ke dalam villa sampai lupa dengan tasnya yang ada di Torik.


Jangan lupa like,komen dan Votenya trimakasih..


__ADS_2