
Namanya laki laki normal yang sudah lama tidak merasakan nikmatnya surga dunia pasti ada kesempatan seperti ini ngga mungkin kan di sia siakan. sekarang kita sedang tiduran di kasur, tapi karena Dian katanya baru pertama kali satu kasur dengan laki laki, jadi Dian memunggungiku, dan di tengah di kasih guling sebagai pembatas, tapi lama lama Aku pun membuang guling dan ku peluk Dian.
"Di,, Mas pengin tau kenapa Dian mau menerima Mas yang sudah tua ini untuk jadi suami,,? "sambil ku peluk dari belakang,, tadinya Dian menolak pelukanku tapi Aku bilang hanya memeluk tidak akan macam macam,Dian pun menurut hanya diam dan badanya pun sangat kaku saat ku peluk.
"Apa Dian harus di jawab,?"
"Harus dong, karena Mas takut Dian hanya merasa kasian atau tidak enak menolak Mas, karena Dian beranggepan Mas sering bantu Dian,, "tiba tiba Dian berbalik, membuat kita sekarang saling hadap.
"Kenapa Mas berfikiran begitu, "Aku pun menggelengkan kepala.
"Dian menerima Mas karena Mas kelihatan sangat tulus dan iklas menerima kekurangan Dian dan menerima keluarga Dian, untuk masalah umur Dian ngga masalah, justru di umur yang seperti Mas ini pemikiranya lebih dewasa dan bisa membimbing Dian nantinya,, "Aku pun tersenyum mendengar jawaban dari Dian.
"Mas akan urus secepatnya untuk pernikahan kita, Mas udah ngga bisa nunggu lama,,"
"Kenapa ngga bisa nunggu lama,? "
"Mas takut hilaf, takut sering buat dosa juga,, "
"Maksutnya dosa yang gimana,, "
Cup,, cup,, cup,,
"Dosa yang seperti itu,, "ku cium pipi kanan, kiri, dan bibirnya sekilas.
"Iiihhh,,, Mas mesum,, "sambil Dian memukuli dadaku dengan kedua tanganya. Aku hanya tertawa melihat Dian yang kesal.
"Kita tidur yuk dah malam,, "sambil ku peluk. Dian mengangguk lalu membalas pelukanku.
__ADS_1
Tidak begitu lama Dian sudah tertidur dengan pulasnya. Sedang Aku merasakan kepala atas dan bawahku yang merasa pusing.
"Sabar,,, ayo tidur, Aku malas ke kamar mandi dan main solo,, nurut yah,,, "sambil ku usap sejataku yang dari tadi sudah bangun dan keras.
Sampai Jam 11 malam Aku belum bisa tidur karena senjataku tetap tak mau tidur. pelan pelan ku lepaskan tangan Dian ya memeluku, dan Aku turun dari kasur menuju kamar mandi.
Sekitar setengah jam Aku baru selesai bekerja solo, dan Saat keluar dari kamar mandi di atas kasur Dian tidur dengan kaos yang sedikit naik ke atas, dan memperlihatkan bagian perutnya yang putih.
Aku segera menarik slimut untuk menutupinya, karena takut hilaf jadi Aku tidur pindah ke sofa saja .Ku ambil bantal dan juga guling setelah itu Aku pun tertidur.
"Mas,,,, Mas,,, bangun,,, "Aku membuka mataku dan ternyata Dian sudah ada di depanku.
"Hemmm,,, kenapa,, ini masih malam kan,, "tanyaku sambil melihat jam yang menujukan pukul 3.
"Kenapa Mas tidur di sini,? "
"Masa sih,, kayanya Dian tidurnya ngga ngorok,, "sambil berdiri dan tanganya di sidakepkan ke depan. Aku pun tersenyum melihat tingkahnya.
"Iya ngga kok,, Dian ngga ngorok,, "
"Ihhh,,, Mas tuh seneng banget sih ngerjain Dian, "sambil cemberut.
"Iya deh Mas minta maaf,,jangan ngambek gitu dong, "sambil Aku memeluk dari belakang.
"Sebagai hukumanya Mas ambilkan minum untuk Dian, "
"Baiklah calon istri Mas yang manja,,, "sambil Aku berjalan ke luar kamar.
__ADS_1
Aku menuju dapur dan mengambil air minum dengan gelas yang besar,lalu Aku isi penuh agar bisa diminum berdua.
Sampai di kamar Dian meminumnya sampai setengah, setelah Dian baru Aku yang minum.
"Mas,, tidur di kasur lagi yuk, Dian takut kalau sendiri, "
"Ya udah ayo Mas temani,, "
Kita pun naik ke kasur,dan Dian seperti sebelumnya memunggungiku.
Tapi Aku melarangnya,dan menyuruhnya menghadapku. dengan pelan Dian berbalik, tapi Aku menariknya agar lebih mendekat padaku.
Wajah Dian berada di dadaku, dan hembusan nafanya sampai terasa sampai dalam dadaku.
ku usap rambutnya dan Aku juga mencium keningnya. Dian mendongakan wajahnya sambil tersenyum.
Senyumanya membuatku hilang kesadaran, dan Aku langsung menciumnya, pertama ku sedot bibir bawahnya dan sambil ku gigit kecil, setelah terbuka lidahku bermain di dalam mulut Dian.
Dengan gerakan sedikit pelan tapi pasti, Aku bergerak ke atas tubuh Dian tanpa melepas ciumanku. lidahku dengan lidah Dian seperti menari di dalam mulut , kita sama sama menikmatinya walau Dian masih belum pintar setidaknya dengan Dian menggerakan lidahnya berarti dia juga sudah sedikit ada kemajuan, suasana pagi yang terasa dingin berubah sedikit panas.
Aku sekarang ada di atas tubuh Dian, posisi senjataku sangat pas ada di tengah tengah kaki Dian, dan kaki Dian dua duanya di lebarkan, alhasil senjataku tepat ada di atas tempat inti milik Dian, ya tuhan senjataku tau saja kalau itu adalah pasanganya, dan senjataku langsung berdiri tegak.
Ku lepaskan ciumanku di bibir Dian, dan Dian pun mengatur nafasnya, sedang ciumanku turun ke lehernya.
"Eeeemmm,,, uuuhhh,,, "suara yang keluar dari mulut Dian.
Dan yang di bawah dengan gerakan pelan Aku gesek gesekan dan kadang sedikit ku tekan, membuat Dian sedikit menggeram. rasanya walau hanya di gesekan saja sudah membuatku nikmat,(sama sama masih memakai baju dan celana yang kumplit
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan vontenya ya kaka,, makasih...