
Setelah kita saling melepas rindu dengan berpelukan, aku menyuruh papah untuk makan agar setelahnya bisa minum obat, ku suapi papah agar cepat makanya setelah selesai aku langsung memberinya minum juga obat.
"Adek gimana kabarnya,? kenapa bisa kesini jangan bilang adek kabur yah, ?"tanya papah padaku saat aku duduk di kasur.
Lalu Aku tersenyum,"Ya ngga la Ayy, Dinda habis mendaftar di kampus T bersama ibu tadi, tapi pas pulang ibu ngga bisa anter karena harus ke kantor jadi Dinda di suruh naik taxsi, tapi Dinda mampir sini dulu, "jawabku
Di sentuhnya pipiku yang kemaren di tampar oleh ibu, dan di usapnya juga, "Apa masih sakit,? maaf gara gara aku adek jadi begini, "ku genggam tanganya lalu ku gelengkan kepalaku.
"Ini adalah perjuangan cinta kita untuk mendapat restu, Dinda tidak menyalahkan Ayy atau marah pada Ayy, karena cinta kita harus di perjuangkan walau harus merasakan sakit insaaloh Dinda akan kuat menghadapinya, "
Setelah sekitar 2 jam kita mengobrol ahirnya aku berpamitan untuk pulang,papah sebenarnya melarangku tapi aku takut ibu menelfon dan tau aku belum pulang pasti akan jadi masalah lagi.
Sebelum pulang papah memberikan no wa baru, jadi karena no papah kemaren di blokir oleh ibu sekarang papah membeli henfon baru dan katanya kusus buat komunikasi denganku,,,aku pun mencatatnya dan memberi nama perempuan agar ibu tak curiga.untuk foto profil ,papah menggunakan sebuah gambar kartun doraemon.
.
.
.
Sekarang aku sudah merasa senang karena bisa berkomunikasi lagi dengan papah, walau pun untuk bertemu sangat susah, karena kesibukan kita masing2, seperti saat ini aku bisa melihat wajah papah walau hanya di layar hp tapi sudah membuatku senang.
"Kenapa adek belum tidur, ini sudah malam, "kata papah.
"Kangen... "kataku dan papah hanya tersenyum.
"Ayy,,, belum pulang, "
"Belum,, sejam lagi baru selesai jam tugasnya, "
"Ibu mau ke luar kota, tapi cuman dua hari,"
"Kapan perginya, "
"Besok sore, Ayy lusa sibuk engga,Dinda kangen pengin ketemu, "kataku sambil mukaku di bikin sedih biar papah bisa mengambil cuti kerja.
__ADS_1
"Ngga bisa janji, tapi aku usahakan, "aku yang tidak puas dengan jawaban papah langsung memasang wajah cemberut.
"Jangan gitu dong dek mukanya, jelek tau entar aku usahakan ok, aku juga dah kangen banget sama adek, "aku lalu tersenyum.
"Gimana kampus barunya,adek betah kan, "aku hanya mengangguk
"Ya udah ya Ayy, besok sambung lagi Dinda mau tidur dulu, "
"Iya,,, mimpi yang indah yah,Asalamua'laikum,"
"Wa'alaikum salam, "
Setelah telfon putus aku langsung tidur, karena memang sekarang sudah pukul 11 malam, aku bisa menelfon papah kalau malam, karena kalau malam pasti orang sudah pada tidur, termasuk ibu.
Jam pun cepat berlalu, sekarang setiap pagi sekali aku terbangun untuk bersiap kuliah, karena kampus yang sekarang lebih jauh dari rumah ibu, aku biasa menggunakan ojek onlain karena lebih cepat sampai.
"Pagi bu,,, "kataku saat sampai meja makan.
"Pagi sayang, ayo sarapan dulu,"jawab ibu yang langsung memberikan piring berisi nasi goreng,aku pun mengambilnya dan langsung makan.
Rasanya sebel banget kalau di anter jemput jadi rasanya ngga bebas, apa lagi aku jadi ngga bisa bertemu sama papah, oh iya di rumah sekarang ruangan di kasih sisi tv,dan mba Iis,pak Udin juga pak Pujo sekarang mereka adalah mata2 ibu, segala macam yang aku lakukan ibu pasti tau.
Selesai dengan sarapanku, aku langsung berpamitan pergi kuliah, aku sebelumnya sudah memesan ojek dulu, dan saat sudah ke luar rumah ojek pun sudah ada.
.
.
.
Selesai kuliah aku langsung pulang, saat sampai rumah rupanya ibu sudah berangkat,aku yang merasa bosan di kamar lalu menelfon papah.saat ku telfon ternyata tidak di angkat2 mungkin papah sibuk.
Ahirnya aku menelfon Sisi untuk membuang rasa bosanku. aku menyuruh Sisi untuk main ke rumahku dan nanti kita main ke mol bersama untuk membuang rasa bosan. sebenarnya itu adalah akal2ku agar aku bisa keluar dari rumah.
Untungnya Sisi mau, dan katanya Sisi langsung bersiap, saat aku sedang bersiap2 hpku berbunyi tanda pesan saat ku lihat ternyata papah memberi tauku kalau papah baru pulang jam 7 malam, aku harus mendapatkan ide nih untuk bertemu papah.
__ADS_1
Saat Sisi sampai, aku berpamitan ke mba Iis untuk berpamitan kalau aku bersama temanku mau ke mol, aku juga mengajak Sisi untuk masuk rumah dulu agar mba Iis bertemu dengan Sisi, agar kalau ibu tanya sama mba Iis aku pergi dengan teman cewe.
Aku memutar otak untuk menggagalkan kepergian ku ke mol, tapi rasanya aku tak tega dengan Sisi, tapi tiba2 hp Sisi berbunyi tandan panggilan dan Sisi langsung mengangkatnya, ternyata Sisi di suruh pulang oleh orang tuanya karena tiba2 papah Sisi pingsan, aku pun langsung meminta di turunkan dan aku menyuruh Sisi untuk segera pulang, ahinya aku ngga harus bersusah payah untuk menggagalkan kepergian kita.
Aku langsung menuju ke apartemen papah menggunakan taxsi, sampai di apartemen papah aku langsung masuk aku lihat masih jam 5 sore. ahirnya aku menuju dapur untuk melihat ada bahan yang bisa di masak atau tidak, di kulkas aku menemukan ayam yang sudah di ungkep, aku pun langsung mengeluarkanya dan ingin ku goreng,
Setelah semua matang aku menyajikanya di meja, karena merasa gerah aku memutuskan untuk mandi, saat sudah mandi aku tinggal menunggu papah pulang sambil menonton tv.
Sekitar setengah tujuh aku mendengar pintu di buka, saat ku lihat ternyata papah masuk. rupanya papah tak sendiri di belkangnya ada seorang wanita cantik.
"Adek,,, "aku hanya menatapnya dengan sebal.
"Siapa dia mas, adek kamu yah, "tanya wanita itu saat mereka berdua sudah di depanku.
"Ii,, yaa.."aku rasanya tambah kesel dan aku masih tetap diam.
"Hayy,,, aku Hani teman kaka kamu, "sambil mengulurkan tanganya ke depanku, dengan rasa malas aku menjabatnya, "Dinda, "jawabku.
"Han silakan duduk dulu, aku ambilkan berkasnya di kamar, "papah langsung menuju kamar.
Aku dan perempuan yang sok cantik itu ahirnya duduk,aku yang masih kesal hanya diam, malas untuk mengobrol.
"Din, aku boleh nanya ngga, "tiba2 dia sok akrab lagi. aku hanya menganggukan kepalaku.
"Kaka kamu dah punya pacar belum sih, "
"Dinda ngga tau kak, tanya aja sendiri, "kataku agak cuek jawabnya.
Untung aja papah langsung nongol, jadi aku langsung bangun dan pergi ke dapur untuk menghindari mereka.
Saat aku duduk di bangku menunggu papah datang aku memainkan hpku, lalu dari belakang ada yang memeluk pundaku, aku udah tau itu papah jadi aku diemin aja, karena aku masih kesal.
"Adekk,,, jangan cemberut gitu jelek tau, "sampil mencium rambutku papah bicara.
"Oh,,, jadi yang cantik itu kak Hani kalau Dinda jelek gitu,,,,,
__ADS_1