MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Ayah Pulang Dari Rumah Sakit


__ADS_3

"Sudah mandinya,, ?"tanya papah padaku.


"Sudah,,, "jawabku sambil mendekat ke papah.


"Sarapan dulu, ini Mamas dah belikan makanan, "aku menganggukan kepalaku dan duduk di sofa.


"Ayah sudah sarapan,?"tanyaku ke pada ayah.


Lalu ayah menggelengkan kepalanya, "Belum, Dinda makan aja dulu ,"


"Dinda suapin ayah dulu aja yah, kalau Dinda bisa nanti, ayah kan harus minum obat, "kataku.


"Adekk,,, ayah adek udah dapet makanan dari rumah sakit, ayah adek jangan di kasih makanan dari luar, itu tidak bagus untuk kesehatanya, "kata papah.


"Iisss,,,, makanan rumah sakit kan ngga enak, kasian ayah dong,"kataku sambil bangun menuju ayah dan membawa piring yang berisi makanan.


"Adekkkk,,, ayah itu sedang sakit,harus makan yang sudah di sediakan disini, "sambil berjalan mendekatiku.


"Ini cuman sedikit kok aku kasihnya, "tetap aja aku ngeyel ingin memberi ayah makanan luar.


"Ji,,, aku itu yang sakit kakinya, mulutku itu normal jadi aku bisa memakan makanan ini, "sambil ayah membuka mulutnya untuk aku suapi.


"Ok,,, kalian berdua menang, tapi jangan terlalu banyak karena ini makananya takut telalu banyak memakai penyedap rasa, "lalu papah balik ke sofa untuk sarapan, sedang aku menyuapi ayah.


Selesai menyuapi ayah aku langsung menuju sofa untuk sarapan,sedang papah mengupas buah untuk ayah makan. Selesai makan aku di suruh papah untuk menyuapi buah ke ayah, sedang papah langsung izin untuk pergi ke hotel untuk mengambil barang barang papah yang masih di sana.


.


.


.


Sudah 3 hari ini ayah di rawat, dan hari ini ayah sudah di perbolehkan pulang, papah selama 3 hari ini menemaniku di rumah sakit, karena ayah yang susah berjalan karena kakinya yang belum pulih membuatnya susah untuk sekedar ke kamar mandi ,membuat papah tida tega meninggalkanku karena ayah yang masih membutuhkan papah untuk membantunya untuk ke kamar mandi,karena aku atau bibi tidak kuat untuk membantu ayah, karena aku dan bibi ngga kuat untuk memapah ayah.

__ADS_1


"Ayo semuanya udah beres,tinggal kita pulang, "kata papah saat masuk ke kamar rawat ayah.


Lalu papah membantu ayah untuk duduk di kursi roda, setelah siap kita langsung menuju ke luar.


Sampai di luar, kita langsung menuju mobil papah, lalu ayah di angkat ke dalam mobil setelah pintu mobil aku buka. Bibi ngga ikut menjemput ke rumah sakit karena bibi akan memasak juga membersihkan rumah, agar kalau kita sampai rumah sudah siap semua.


Sesampainya di rumah,papah langsung membantu ayah keluar dari mobil dan membantu memapahnya untuk berjalan mejuju rumah, sedang aku mengeluarkan barang2 dari mobil.


Bibi sudah menunggu di depan pintu untuk membukakan pintu.Setelah ayah masuk ke dalam,ayah meminta untuk duduk di sofa karena ayah sudah merasa bosan hanya tiduran di kasur rumah sakit. Ayah dan papah pun sudah duduk di sofa sedang aku membereskan barang2 yang tadi dari rumah sakit.


"Dinda ini udah siang, udah waktunya makan siang, kalian berdua makan sanah biar ayahmu bibi yang temani, "kata bibi. Saat aku sudah ikut gabung duduk di sofa.


"Kenapa ayah ngga makan bareng aja,?"tanyaku.


"Ayah nanti saja, ayah sedang menikmati udara rumah yang sangat nyaman, Dinda ajak aja Pamuji makan, ayah bisa nanti, "jawab ayah.


"Iya Din, ayahmu biar nanti bibi yang ambilkan makan kalau minta makan, sudah sana kalian makan aja dulu. Nanti malah ikut sakit lagi kalau telat makan, "


Aku pun mengajak papah untuk makan, dan kita berdua langsung menuju meja makan.


"Ayam aja,, nasinya dikit aja ya dek, "aku pun menuruti keinginan papah.


Kita berdua pun makan bersama, "Dek,,, besok Mamas mau pulang ke kota dulu yah, soalnya ada hal yang harus Mamas kerjakan, "


"Iya,,, "jawabku.


"Adek udah izin ke kampus untuk tidak masuk kuliah kan, ?"


"Udah,,, Dinda izin 2 mnggu, "jawabku.


"Dinda pengin ngurus ayah sampai benar benar sembuh Mas, "kataku lagi.


"Iya,,, tapi adek harus tetap sambil belajar, minta pada temen adek untuk memberi tau materi materi yang sedang di kerjakan, agar adek tidak tertinggal, "

__ADS_1


"Iya,, nanti Dinda minta temen untuk membantu Dinda, "


"Tapi ngga boleh temen cowo, harus temen cewe yah, "aku langsung tersenyum mendengar permintaan papah.


"Iya,,,, sayangkuuu.... "


Selesai makan aku merapikan kamarku untuk papah istirahat, karena kamar di rumahku hanya ada dua jadi kamarku lah yang aku siapkan untuk papah.


Sedang aku bisa tidur bersama ayah, karena semalam ini aja kok papah menginap di rumah, karena besok sudah akan pergi ke kota.


"Mamas,,,, kamarnya dah Dinda rapikan, istirahat sanah.Pasti 3 malam ini kan Mamas tidurnya ngga nyaman, "kataku.sekarang papah sedang duduk di belakang rumah setelah makan.Sedang ayah sudah masuk kamar setelah bibi membantunya makan. Sedang bibi pun sudah pulang ke rumahnya karena setelah ayah makan dan minum obat, ayah langsung tertidur.


"Iya,,,, trus nanti adek tidur di mana, ?"


"Sama ayah, kan cuman semalam ini, "jawabku.


"Kenapa ngga tidur bareng aja hemmm... "sambil menaikan alisnya naik turun papah bicara.


"Ngga usah macam macam deh,,, "lalu papah menariku dan aku pun langsung duduk di pangkuanya.


"Ngga macam macam kok, cuman satu macam aja, "sambil di singkirkanya rambutku kesamping lalu sambil menciumi pundaku papah bicara.


"Ih,,, geli tau,,, "kataku sambil ingin berdiri tapi papah memeluk pinggangku dengan kuat membuat aku susah bangun.


"Udah ah,,, Mamas sonoh istirahat, "kataku.


"Tapi cium dulu, "sambil menujuk ke pipi.


Ahirnya aku pun mengalah,biar cepat terlepas dari papah, dengan aku yang masih di pangku papah, aku menghadap ke papah lalu ku kalungkan tanganku di leher papah, ku dekatkan bibirku ke pipi, tapi dasar si mesum bukanya pipi yang ku cium tapi papah malah langsung mencium bibirku.


Papah menekan tengkuku agar aku tidak bisa melepas ciumanya, karena aku pun suka dengan ciuman papah ahirnya aku membalas ciumanya. Tangan papah yang satunya lagi rupanya ngga bisa diam juga, sambil terus berciuman tangan papah yang satunya masuk ke bajuku dan menuju ke gundukan daging.Di usapnya gundukan dagingku dan juga sesekali di remas seperti meremas mainan.Uhh,,, rasanya bikin panas dingin badanku.


**Ahirnya aku bisa nulis, walau dengan badan yang sedang meriang, demi kaka kaka semua yang suka ceritaku, aku bela balain karena kaka kaka semua yang selalu bikin aku semangat untuk nulis.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan vote nya ya kak, biar aku tambah semangat dan cepat sembuh karena dukungan dari kaka kaka semua, makasuh,, 🙏🙏😘😘**


__ADS_2