
POV Doni Dan Farida
"Ayah udah pulang,,,? "tanya Farida yang baru masuk ke dalam rumah sepulang kerja, yang melihat Doni sedang duduk sambil nonton tv.
"Udah,,, Sinih Bu duduk dulu "Sambil menyuruh Farida untuk mendekat kepadanya sambil menepuk sofa yang kosong di sampingnya.
"Ada apa hemmm,,, "sambil duduk di sebelahnya Doni.
"Kangen sama Cucu Bu,, telfon gih suruh main ke sini, "sambil menyandarkan kepalanya pada pundak farida.
"Ya nanti Ibu telfonin,, "
"Apa Ayah ingin punya anak lagi,,? "tanya Farida pada Doni.
"Hemmm,, kenapa Ibu nanya kaya begitu,? "
"Ya tanya aja, Apa Ayah pengin punya anak lagi, biar rumah menjadi rame ngga sepi begini, "
"Ayah memang suka anak anak, tapi untuk mempunyai anak Ayah ngertiin kondisi Ibu, Ayah ngga bakalan meminta dan menuntut Ibu untuk itu, karena Ayah menyayangi Ibu dengan tulus dan menerima Ibu apa adanya, "sambil memeluk Farida dari samping.
"Kalau Ayah ingin mempunyai anak lagi, Ibu iklas kalau Ayah mau menikah lagi, "kata Farida sambil menatap ke Doni.
"Ibu ngomong apa sih, jangan sembarangan kalau ngomng Bu, itu sama aja doa. kalau pun Ayah ingin punya anak, kita bisa adopsi anak kan. Ngga harus ngomng kaya tadi Ayah ngga suka, "sambil menegakan duduknya Doni berkata.
"Maaf,, karena Ibu merasa takut tidak bisa membuat Ayah bahagia,"sambil menangis dan Doni langsung memeluknya.
"Jangan katakan itu lagi, asal bersama Ibu Ayah sudah cukup bahagia, "kata Doni yang masih memeluk Farida.
Setelah melepas pelukan,lalu mereka berdua masuk ke kamarnya.
"Yah,, Ibu mau mandi dulu yah,,, "Doni pun menjawab Iya sambil menjatuhkan badanya di kasur.
"Aku tau kamu merasa kesepian.tapi apa Aku harus egois untuk memilikimu sampai ahir hidupku hanya kita berdua.apa aku harus rela dan mampu untuk berbagi dengan orang lain"isi hati Farida saat berdiri di bawah guyuran air sower.
Selesai mandi Farida hanya menggunakan handuk dan saat pintu terbuka Doni sedang memainkah hpnya. rupanya Doni sedang membalas pesan dari seseorang.
"Sayang,,, jangan pakai baju dulu yah,,, "sambil memeluk Farida dari belakang dan menciumi tenggkuk leher Farida.
"Mau apa,, hemmmm, "jawab Farida sambil membalik badannya dan mereka saling berhadapan.
Cup,,,,
"Ayah harus menahanya, karena Ibu baru kedatangan tamu bulanan,,, "sambil tesenyum dan mengalungkan tanganya di leher Doni.
__ADS_1
"Trus gimana dong nasibnya ini, "sambil mengambil tangan Farida untuk di arahkan ke bawah.
"Iiihhh,,, Ayah apaan sihhh,,, "Sambil melepaskan tangan Farida dari tanganya Doni.
"Ibu mau pakai baju dulu ah,, dinginnnn.... "sambil menuju lemari Farida mengambil baju.
"Sayanggg,,, bantuin Ayah dulu sih,, bentar aja,?"kata Doni sambil memelas.
"Eemmm,,, gimana yah, "kata Farida sambil pura pura berfikir.
Doni langsung mengangkat badan Farida dan di lemparnya ke kasur, Doni rupanya tau sedang di kerjain oleh Farida. Karena Doni baru ingat kalau Farida sudah dapat tamu bulanan 5 hari yang lalu.
Lalu Doni mengungkung tubuh Farida di bawah badanya.Di ciuminya wajah Farida dengan gemasnya.
"Hahaaa,,,, Geli Yahh,, cukupp... "
"Ini hukumanya buat yang ngerjain Ayah,, "
Doni langsung menarik handuk yang melekat di badan farida.
Dan langsung terlihatlah badan polos Farida yang langsung membuat Doni makin ber*napsu.
Setelah Doni puas bermain di bagian atas tubuh Farida. Donipun turun ke bagian bawah. dan langsung memosisikan senjatanya ke tempat sensitif milik Farida.
Setelah beberapa menit melakukan gempuran juga genjotan, Doni ahirnya melepaskan tembakanya ke dalam rahim Farida secara bersaamaan dengan Farida.
"Terimakasih Sayang,,, "sambil bangun dari atas tubuh Farida dan juga mencium keningnya.
Sedang Farida hanya menganggukan kepala, karena rasa lemas membuatnya tak bisa berkata.
.
.
.
Pagi ini Doni dan Farida akan menengok cucunya, karena sudah dua minggu tidak bertemu, hanya lewat vidio call saja mereka melihatnya. tadi pagi saat bangun tidur Farida sudah menelfon Dinda kalau akan main ke rumahnya.
Setelah sarapan Doni dan Farida langsung berangkat, tapi Farida tidak lupa membawakan makanan kesukaan Dinda yaitu ikan nila bakar dan sambal trasinya.
Setelah menempuh 40 menit, Doni dan Farida pun sampai.
"Halooo cucu kakek yang ganteng,,, "teriak Donk saat masuk rumah dan melihat cucunya yang sedang di gendong Dinda.
__ADS_1
Saat Doni mendekat ke dede Akbar, Doni langsung menciuminya dengan gemas.
"Ayah,, cuci tanganya dulu yah, kalau mau gendong dede Akbar,,, "kata Dinda.
"Iya,, Ayah mau cuci tangan, "jawab Doni sambil berjalan menuju ke arah dapur.
"Sayang Ibu bawa ikan nila bakar nih,, "kata Farida sambil menujuk kotak makan. lalu di taronya di meja.
"Wahhh,,,kebetulan Dinda belum makan nih Bu,, "kata Dinda. dan Farida pun mendekat pada Dinda yang sedang menggendong dede Akbar.
"Suamimu mana Sayang,,,? "tanya Farida.
"Ada kok Bu di atas, hari ini Mas Agung sedang libur, "
"Sinih cucu Kakek yang ganteng, kakek gendong,, "sambil mengambil dede Akbar dari gendongan Dinda.
Setelah dede Akbar di gendong Doni. Dinda dan Farida langsung menuju meja makan, dan Dinda langsung memakan ikan nila bakar yang Farida bawa.
"Adek makan apa,, kayanya enak,?"kata Agung yang sudah duduk di samping Dinda.
"Ini Ibu bawakan ikan nila bakar, Mas mau nih cobain aaa... ,,? "sambil memasukan potongan daging ke mulut Agung.
"Iya enak Dekk,, Mas mau dong, "kata Agung sambil mengunyah ikan yang di mulutnya.
"Dindaa,,, Suamimu mau makan itu loh, ambilin nasinya dulu,, "
"Tangan Dinda kotor Bu,, "jawab Dinda sambil menujukan kedua tanganya yang kotor.
"Iya Mas ambil sendiri aja, Adek lanjut makanya gih,,, "
Saat Agung mau mengambil piring untuk dirinya, Farida langsung mencegahnya.
"Biar Ibu ambilkan,,, "kata Farida dan Agung pun kembali duduk di kursi.
"Kalian makan aja yah,, Ibu mau depan dulu liat Ayah sama dede Akbar, "kata Farida setelah memberikan piring yang berisi nasi kepada Agung. dan Agung mengucapkan terimakasih.
Lalu Farida pergi ke ruangan depan, yang ada Doni dan dede Akbar yang sedang di ajak mengobrol oleh Doni.
Saat ini Doni sedang duduk di sofa sedang dede Akbarnya di tidurkan di sofanya, hp Doni bunyi tanda pesan masuk, saat di buka rupanya dari no baru.
"Apa Mas hari ini ada waktu, Saya ingin mengajak Mas untuk minum kopi sebagai tanda terimakasih Saya atas bantuan Mas tenpo hari"
Sebelum Doni membalas pesan itu, Farida sudah datang mendekatinya....
__ADS_1
**Jangan lupa like, komen serta votenya ya kak, trimakasih...
Setelah baca kisah Dinda dan Agung langsung mampir ke ceritaku yang satunya lagi ya kak.. AKU BUKAN PEBINOR. Setiap hari juga up loh.. jangan lupa tinggalkan jejak juga di sana, trimakasih**...