
Dea dan Hendra sedang bermain dengan si kembar di kamarnya, dan dua pengasuhnya sedang makan, Anak Hendra dan Dea sudah berumur 2 th, mereka berdua sangat aktif.
"Mas,, emangnya ngga papa kalau Zara bareng Rizki ke singapurnya,Dea kenapa merasa takut ya Mas,,? "
"Takut kenapa sayang,, justru Mas lebih tenang kalau Zara pergi bareng Rizki, pasti Rizki bisa menjaga Zara dengan baik,, "
"Tapi bagaimanapun Rizki dan Zara itu laki laki dan perempuan, Dea takut aja gitu,, "Hendra tersenyum.
"Sayang Rizki dan Zara itu ngga mungkin ngapa ngapain, Rizki itu laki laki yang sudah mapan dan dewasa,ngga mungkin suka sama Zara yang masih kekanak kanakan juga manja, dan pasti Rizki lebih suka wanita yang sudah dewasa,, "
"Tapi Mas namanya orang hilaf kita ngga tau loh,, setan itu di mana mana jadi hal yang tidak mungkin bisa jadi mungkin,, "
"Trus Mas harus gimana Sayang, jadi Mas harus yang pergi ke singapur,tapi Mas sungguh ngga bisa karena akan ada rapat penting dengan jajaran direksi Yang, "
"Kalau Mamah yang temani Zara pun ngga bisa, Mamah sering drop kalau kecapean,, "kata Hendra lagi.
"Kita suruh Mimin aja buat ikut,Mimin kan bisa juga jagain Zara kan Mas,, nanti di Hotel Mimin bisa sekamar dengan Zara, dan Zara juga ada yang membantunya di sana,, "
"Betul juga idemu Yang,, baiklah besok Mas akan bilang Rizki, dan Kamu Yang bilang ke Mimin yah,, siapa tau dia belum punya paspor"
"Iya Mas,,, "
"Ini udah malam, kita antar kembar ke kamar yuk Yang,, "Dea mengangguk.
Saat yang adek sudah di gendong Hendra, dan yang Abangnya mau di gendong Dea, rupanya Abang ngga mau, dan mintanya di gendong Hendra, lalu Dea ambil Adek di gendongan Hendra, Adek pun ngga mau, alhasil Hendra menggendong dua duanya, Hendra sangat merasa bahagia mempunyai keluarga yang lengkap sekarang.
Rizki dan Zara sedang berkirim pesan, dan mereka membicarakan rencana keberangkatan menuju singapur.
Zara yang belum pernah ke singapur bertanya banyak pada Rizki tempat wisata yang bagus di sana.
"Bang nanti ajak Zara jalan jalan yah,, "
"Iya sayang,, nanti Abang ajak jalan jalan di sana,,, "
"Makasihh,,, ya Bang,,"
"Tadi bibirnya bener kejatuhan buku jadi bengkak,, apa karena bekas ciuman Abang,? "
"Iihhh,,, udah ah jangan di bahas, Zara malu, "
__ADS_1
Rizki yang membaca pesan Zara langsung tersenyum.
"Kenapa malu,, itu bekas ciuman Abang kan jadi bengkak,, "
"Kalau masih bahas itu, Zara mau tidur aja lah,, "
"Ya udah ya udah,, ngga bahas itu deh, maaf yah,, "
"Janji,,, "
"Iya janji,, "
"Besok bawa baju yang panjang panjang yah, ngga boleh bawa baju tipis dan pendek, "
"Emangnya kenapa,,? "
"Abang takut hilaf sayang,, "
"Kan kita beda kamar,, "
"Iya beda kamar, tapi nanti kalau Abang kedinginan Abang pindah kamar kamu,, "
"Iihhh,,, ya ngga boleh, takut hilaf nanti dosa,! "
"Ngga tau dan ngga mau tau,, "Rizki tersenyum membacanya.
"Ya udah dulu ya Bang, Zara dah ngantuk, "
"Ya udah,, selamat tidur sayang,, semoga mimpiin Abang yah,, "
"Iya Abang,, sama sama semoga Abang juga mimpi indah,, "
Setelah selesai berkirim pesan, Zara mematikan lampu kamar, dan langsung bersiap tidur.
Sedang Rizki masih memainkan hpnya sambil melihat ke galeri, di galeri Rizki ada foto seorang gadis yang sangat cantik ,Rizki memandanginya sambil mengusap usap foto tersebut.
"Aku sudah menemukan penggantimu, walau dia lebih muda dariku sangat jauh, tapi Aku sangat mencintainya, Aku sudah bisa melupakanmu,,semoga kita tidak bertemu lagi ,,"dan Rizki langsung menghapus fotonya.
Setelah itu Rizki melihat Foto Zara yang ada di hpnya, Rizki tersenyum karena melihat wajah Zara di layar hpnya.
__ADS_1
"Aku akan menunggumu, dan semoga kita berjodoh,, "sambil mengusap usap foto wajah Zara.
Rizki bersiap untuk tidur, dan sambil membayangkan wajah Zara yang tersenyum.
Rizki pun tidur.
Pagi pun datang, Hendra dan semuanya termasuk Zara sedang sarapan.
"Sayang besok kalau kamu ke Singapura, mba Mimin akan ikut dan buat menemani kamu di sana,,"
"Ngga ah Pah ngga usah,, mba Mimin nanti di sana pasti malah bikin ribed, Zara kan nanti mau pergi pergi buat cari kampus yang bagus,kalau ada Mba mimin nanti jadi bikin susah,, "
"Sayang,, Mba mimin nemenin Zara biar bisa bantu Zara di sana kalau butuh sesuatu, "
"Bunda,, tapi Zara udah besar, Zara bisa jaga diri dan lagian kan ada Bang Rizki yang temenin Zara,, mba Mimin ngga usah ikut ah,, ya Pah Bun,, "
"Mba Mimin harus ikut, itu sudah keputusan Papah yang ngga bisa di ganggu gugat,, "Zara langsung cemberut dan langsung ngga enak makan sarapanya.
Saat pulang sekolah Zara mengajak Rizki ketemuan, dan pas jam makan siang karena Zara pulang cepat, hari ini Zara terahir ujian. mereka makan di cafe berdua, sedang pak supir menunggu di mobil.
"Ada apa kok cemberut gitu,,?"tanya Rizki saat melihat Zara yang baru duduk dengan wajah cemberut.
"Papah udah bilang belum ke Abang kalau mba Mimin akan ikut kita ke singapur,, "Rizki mengangguk.
"Udah,, tadi Papahmu udah kasih tau Abang kalau Mimin akan ikut,, "
"Papah tuh apa apaan sih nyuruh Mba Mimin ikut, Zara tuh ngga suka Bang sama Mba Mimin,, dia tuh suka keganjenan gitu sama Abang,,"Rizki tersenyum.
"Kok Abang malah tersenyum,, seneng yah kalau Mba mimin ikut,, !"
"Ngga gitu sayang, udah minum dulu biar segar, siapa tau jadi ngga bete lagi,, "
"Ngga mau,, ngga ngaruh,, "sambil manyun.
"Orang tua kamu nyuruh Mimin ikut itu buat jagain kamu, orang tua kamu itu takut kalau Abang macam macam, namanya kita cuman pergi berdua ,laki laki dan perempuan pasti takutnya terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan,, ngerti sekarang,,? "Zara diam tapi sambil mengangguk.
"Sayang jaga ngga perlu cemburu sama Mimin, Abang ngga akan berpaling padanya, cintanya Abang cuman buat kamu seorang,, "sambil mengambil tangan Zara lalu di genggamnya.
"Sekarang minum dulu ,,biar kepalanya dingin, biar segar ngga ambek ambekan lagi,, "Rizki memberikan gelas pada Zara, dan Zara pun meminumnya.
__ADS_1
**Jangan lupa like, komen dan votenya trimakasih..
Siapa tau ada yang ingin kenal sama Aku, silakan Follow instagram aku "YUNINGSIHTUTI**"