MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Denyut Nadi


__ADS_3

"Mas,, dapat dari mana vidio ini, kok bisa,? "jawabku.sambil Aku mengambil hp Suamiku.


"Ngga penting Mas dapat vidio itu dari mana, yang Mas inginkan adalah penjelasan dari vidio ini.Apa ini sakit, "sambil mengusap pipiku yang sudah mulai bengkak.


Aku langsung menangis, air mataku mengalir tanpa bisa Aku tahan, Aku langsung menganggukan kepalaku tanda Aku merasakan sakit di pipiku, karena seumur hidupku baru merasakan yang namanya tamparan.


Suamiku langsung memeluku,"Menangis lah, setelah tenang Adek harus cerita,"kata Suamiku sambil mengusap kepalakaku.


Setelah Aku tenang, Suamiku mengambil air hangat di dapur untuk mengkompres pipiku. di usapnya pakai handuk kecil yang sudah di basahi dengan Air hangat.


"Aww,,, pelan Mas sakit, "kataku.


"Kenapa Adek tadi ngga langsung kompres, "kata Suamiku sambil mengusap pipiku dengan handuk.


"Tadi Dinda merasa pusing jadi langsung tidur, "jawabku. Lalu setelah pipiku di kompres Suamiku memberi salep pada pipiku yang bengkak dan Aku juga di suruh minum obat pereda nyeri.


Setelah selesai Suamiku menyuruhku untuk duduk di sofa yang ada di kamar, kita duduk dengan Aku yang bersandar pada dada Suamiku, dan suamiku memeluk pinggangku dengan tanganya.


"Sekarang Ade ceritakan ke Mas, ada apa sebenarnya,? "tanya suamiku.


"Awalnya Dinda aja ngga tau Mas,, karena tiba tiba ada wanita yang menarik tangan Dinda dan langsung menampar pipi Dinda,dan mengatakan kalau Dinda itu ayam kampus, "air mataku tiba tiba keluar lagi dan Aku langsung mengusapnya.


Aku melihat tangan Suamiku yang mengepalkan telapak tanganya.


"Lanjutkan,,, Dek"


"Lalu wanita itu mengatakan kalau Dinda yang merebut pacarnya, sehingga dia di putuskan oleh pacarnya, "Aku makin terisak saat meceritakan ke pada Suamiku.


"Siapa cowo yang di maksud wanita itu De, apa Adek mengenalnya,? "Aku hanya menganggukan kepalaku.


"Siapa cowo itu,, ?"tanya Suamiku lagi.


"Di,,a Kaak Hanan Mas, "


"Brengsekk,,,, "kata Suamiku sambil memukul pingiran sofa dengan tanganya yang terkepal.


Aku merasa takut sekali melihat kemarahan Suamiku, karena selama ini Suamiku tidak pernah marah atau berkata kasar padaku.


"Udah Mas,, jangan marah yah,, Kak Hanan juga ngga tau kalau mantan cewenya mau tampar Dinda, "kataku sambil melepaskan pelukan Suamiku dan duduk menghadapnya.


"Ini ngga bisa di biarin Dek,Mas ngga akan tinggal diam.Dan kenapa mereka juga mengatakan kalau Adek ayam kampus,ini sudah kelewatan,Mas akan selesaikan dengan cara Mas sendiri, "sambil menggenggam tanganku Suamiku berbicara.


"Mas,,, Dinda ngga mau,,"belum selesai Aku bicra Suamiku sudah memotong.


"Tenang aja Adek ngga usah kuatir, Mas udah punya ide untuk menyelesaikan masalah ini, "lalu Suamiku memeluku lagi.

__ADS_1


"Adek lapar belum hemmm,,, ?"Aku hanya mengangguk.


"Ya udah ayo kita makan,"kita bedua pun keluar dari kamar dan langsung menuju meja makan.


"Dinda,,, pipinya kenapa sayang,,"kata Ayah yang kaget saat melihat pipiku yang sedikit bengkak.


"Kamu apakan anaku ji,, baru nikah satu bulan kamu udah main tangan, "kata Ayah lagi sambil bangun dari duduknya.


"Tenang Yah,, jangan emosi gitu.Ngga mungkin lah Aku kasarin Istriku, "sambil menarik kursi untuku Suamiku berbicara.


"Trus kenapa,,,? "sambil masih nada suara Ayah yang masih naik satu oktaf.Dan duduk lagi.


"Ini hanya salah faham Yah, ini udah ngga sakit kok, orang sama Mas Aji udah di kasih obat, "jawabku sambil mengambil piring.


Tapi Suamiku langsung menceritakan kejadian yang menimpaku di kampus.


"Ji,, kamu sebagai suami harus urus masalah ini, jangan sampai ada kejadian begini lagi, "kata Ayah.


"Iya Yah,, itu pasti, Aku udah punya rencana dan ide untuk masalah ini, "


"Bagus,kamu jadi suami harus bisa menjaga istrimu dari masalah apapun, '


"Kita jadi pergi ke mall ngga kalau gini, "kata Ayah lagi.


"Jadi ya Mas,, Dinda ingin makan rujak bebek yang ada di mall, "kataku.


"Ini udah ngga sakit kok Mas,, jadi ya Mas, "


"Ya udah kita makan dulu baru berangkat, "Aku langsung mengangguk.


.


.


.


Saat ini kita sudah di dalam mall, Aku menemani Ayah memilih baju kemeja warna putih dan celana bahan warna hitam, kalau jas nya udah di kasih oleh suamiku karena ada yang masih baru tapi Suamiku ngga mau pakai, karena kekecilan.


Sedang suamiku sedang mengantri membelikan Aku rujak bebek, karena mengantri jadi agar menghemat waktu kita sepakat untuk membagi dua, yaitu Aku yang menemani Ayah dan Suamiku mengantri beri rujak bebek.


"Sayang,,, ini bagus ngga,? "tanya Ayah padaku.


"Coba Dinda lihat dulu, "jawabku.


"Wahhh,,, si ayam kampus lagi belanja nih, pintar juga yah kamu anak baru bisa pilih om om berduit, "tiba tiba ada dua perempuan di depanku yang sedang berbicara padaku. Aku dan Ayah langsung diam dan hanya saling pandang.

__ADS_1


"Iya,, bukanya ini cewe yang tadi siang di gampar sama Dea yah, gara gara ngerebut pacarnya, "kata cewe satunya lagi.


"Maaf kita ngga saling kenal, kenapa Anda berdua berbicara seperti itu kepadaku, "jawabku.


"Memang kita ngga saling kenal, tapi Aku tau kamu dan juga sering lihat kamu berangkat kuliah di antar om om.Dan sekarang Aku lihat lagi kamu dengan om om yang berbeda, apa itu namanya kalau bukan ayam kampus hah.. "sambil tersenyum sinis memandangku.


"Sayang ayo kita pergi aja,ngga usah ngurusin orang orang yang ngga punya otak dan sopan santun, "kata Ayah sambil menggandeng tanganku.


"Iya Yah,,tapi tunggu bentar Dinda mau ngomong bentar sama mereka berdua, "kataku.


"Maaf ya mba mba yang cantik, Aku ngga ada urusan sama sekali dengan kalian dan kalian berdua sepertinya perlu tau,itu bukan om om yang menyewa saya, tapi om om itu adalah AYAH saya, "sambil Aku tekankan kata Ayah dan sambil Aku tunjuk muka mereka dengan jariku.


"Ngga usah ngeles deh kamu, dasar ayam kampus tak tau malu, "sambil mendorong tanganku yang menujuk ke arahnya.


"Hehhh,,, anak bau kencur kalian jangan ngomng sembarangan sama anak saya yah, bisa saya laporkan kepolisi anda berdua karena pencemaran nama baik, ini adalah anak saya dan dia bukan wanita yang ada berdua tuduhkan.Sekali lagi anda berdua menghina anak saya,saya akan laporkan ke pihak berwajib, "kata Ayah sambil menggandeng tanganku untuk pergi.


Air mataku tiba tiba mengalir begitu saja, Aku merasa malu karena banyak mata yang melihat ke arahku. Aku tak habis fikir kenapa anak berpendidikan bisa bicara sekasar itu di depan umum.


"Sayang udah jangan menangis, jangan fikurkan omongan perempuan gila tadi, "kata Ayah.


"Maafin Dinda Yah, karena membuat Ayah jadi malu, "kataku. Dan kita sedang berjalan menuju tempat Suamiku mengantri rujak bebek.


"Ayah ngga papa Sayang, "jawab Ayah.


Rupanya Suamiku juga sudah selesai mendapatkan rujak bebek yang Aku inginkan, dan kita pun berpapasan.


"Adek,,, Adek kenapa kok menangis, "kata Suamiku yang mendekat kepadaku.


"Mas,, Dinda ingin pulang, "


"Ji,, kita pulang dulu aja, nanti Aku jelaskan, "jawab Ayah. Lalu suamiku merangkulku dan kita berjalan,Tiba tiba kepalaku merasa pusing .


"Mass,,, kepala Dinda sakit, "


"Tahan Sayang kita bentar lagi sampai mobil, "


Sampai di mobil, Ayah yang menyetir sedang Aku dan Suamiku duduk di belakang.dan mobil pun keluar dari parkiran mall.


"Dek,,, coba Mas priksa dulu, "kata Suamiku sambil menidurkan tubuhku di bangku mobil dan kepalaku di pangkuan Suamiku.


Di ambilnya tanganku, dan di periksa denyut nadinya, Suamiku langsung seperti orang kaget saat mengecek denyut nadiku.


"Yah,,, kita ke rumah sakit sekarang,,, "


**Duh Dinda kenapa yah,, kok mau di bawa kerumah sakit, pasti kaka kaka semua dah bisa nebak yah...

__ADS_1


Ayo kak jangan bosen kasih like, komen dan votenya yah, dan semoga selalu suka sama ceritaku makasihh.. 😘😘😘🙏🙏🙏**


__ADS_2