
Jam 8 pagi Dinda ,Agung dan dua anak perempuanya yang sudah meranjak dewasa ,sedang sarapan bersama.
Saat mereka sedang menikmati sarapan,tanpa mereka tau kalau Akbar sudah pulang,dan semua mba diam tidak ada yang mengatakan pada Dinda dan yang lainya.Akbar keluar dari kamarnya dan tanpa bicara dan langsung duduk ikut gabung sarapan.
Dinda,Agung dan kedua adiknya langsung kaget melihat Akbar yang sudah ada di rumah,dan sekarang duduk di depan mereka dan ikut sarapan.
"Abanggg,,,,"kempatnya bersamaan.Sedang Akbar tersenyum.
Dinda,Fatiya dan Faiza langsung bangun dan memeluk Akbar yang sedang duduk.mereka bertiga langsung memeluk bersamaan membuat Akbar merasakan engap.
"Udah dong,,Abang ngga bisa nafas nih,,"Dinda dan Fatiya melepaskan pelukanya,tapi tidak dengan Faiza.
Faiza masih memeluk dan duduk di pangkuan Abangnya.
"Abang kapan pulang,bawa oleh oleh ngga buat Adek,Adek kemarin sudah kirim pesan minta coklat loh,di beliin kan,,"Yang lainya hanya menggeleng saat Faiza bicara.
"Iya Abang belikan,udah sana kembali duduk yang benar,ini Abang sakit dek,kamu tuh sekarang udah besar,berat tau ngga,,"Faiza laku turun dari pangkuan Abang dan kembali duduk.
"Sayang kapan.kamu sampai,,kok.ngga bilang kalau mau pulang,,"
"Kejutan dong Mah,,Abang sampai tadi pagi jam 5 pagi,,"
"Kok mba ngga bilang ke kita sih kalau Abang pulang,,"kata Fatiya ke Mba Iis yang sedang mengantarkan udang goreng buat Akbar,itu kesukaan Akbar mba Iis langsung membuatkanya.
"Mba di larang sama Abang Non,,"jawab mba Iis.
"Papah gimana kabarnya,,?"tanya Abang.
"Papah sehat,cuman kaki papah sekarang sering merasa sakit,,"
"Papah berarti ngga boleh kecapean itu,,"
"Iya,,,Papah juga udah ngga banyak melakukan aktifitas lagi kok,,"
"Sudah sekarang kita makan,dan nanti kita baru lanjut mengobrol ok,,"
__ADS_1
Semuanya menjawab Iya,karena hari ini hari.libur,jadi semua keluarga bisa kumpul dengan lengkap.
Selesai sarapan ,rupanya Faiza langsung mengajak Abang ke kamarnya,karena tidak sabar melihat oleh olehnya,jadi semuanya ikut ke kamar Abang.
Di kamar Abang.membuka kopernya yang satunya dulu,yang berisi kusus oleh oleh,karena satu kopernya hanya berisi baju bajunya Abang saja.
"Ini coklat buat adek,bagi dua jangan berebut,"sambil.membelikan kotak berisi coklat yang cukup banyak.
"Asikk,,,ada lagi ngga Bang,,?"kata Faiza,sedang Fatiya hanya duduk bersama Dinda menunggu Akbar membagi oleh oleh.
"Ada,,ini baju buat Adik,Abang beliin kembar biar ngga iri dan ngga rebutan,"Faiza langsung mengambilnya dan memberikan yang satunya buat kakanya.
Saat Faiza sedang mencoba bajunya,Akbar mengambilkan.oleh eh buat Mamahnya.
"Abang,,ini pasti mahal,kok Abang beliin Mas berlian kaya gini sih,,"
"Ngga mahal kok Mah,itu uang hasil Abang kerja,dan ini ada jas buat Papah dan gaun buat Mamah,,juga jam tangan kapel,,"Dinda sebenarnya ngga mengharapkan oleh oleh,asal Akbar pulang bagi Dinda sudah sangat senang.
Akbar juga membelikan oleh oleh buat mba dan juga buat suaminya.Akbar sudah memisahkanya.
"Iya nanti Mamah akan kasihkan pada mereka,,"
Faiza dan Fatiya keluar menuju kamarnya langsung,karena mereka ingin mencoba baju yang dari Akbar.
Sekarang hanya tinggal Akbar dan Mamahnya saja,karena Agung tadi tidak ikut ke kamar Akbar.Agung ke taman belakang rumahnya untuk memberi makan burung burungnya.
"Abang mau lama kan di rumah,,?"tanya Dinda pada Akbar yang sedang mengeluarkan Baju bajunya dari koper.
"Belum tau Mah,Abang soalnya mau daftar S1 dan pendaftaran paling lambat dua minggu lagi,,"
"Jangan sebenyar lah Bang,Mamah masih kangen,Papah dan adek adek juga pasti masih kangen,Abang kan sudah wisuda ini jadi kalau lanjutin S1 di sini juga bisa kan,nilai Abang juga sangat memuaskan kok,pasti akan sangat mudah masuk di kampus terbaik di jakarta ,,"
"Mah,,Abang cuman ambil dua tahun kok,nanti setelah Abang selesai S1 Abang ngga akan pergi lagi,"Dinda geleng geleng kepalanya.
"Ngga ,,,Mamah ngga mau kalau Abang cuman sebentar di rumah,kalau Abang tetap akan kuliah di sana ,harus lebih lama di rumah,,"Akbar yang melihat Dinda sangat sedih langsung memeluknya.
__ADS_1
"Jangan sedih gitu Mah,,Ya udah Abang akan satu bulan di rumah yah,Mamah jangan sedih lagi,,"Dinda langsung membalas pelukan Abang dan tersenyum senang.
"Mah,,Abang mau pergi bentar yah,,"setelah pelukanya sudah di lepas.
"Abang mau ke mana,,?"
"Mau ketemuan sama teman,Abang juga pengin jalan jalan ,kangen sama kemacetan jakarta,,"
"Oh gitu,,tapi jangan lama lama yah,,"Akbar menjawab Iya.
Dinda keluar dari kamar Akbar dengan menenteng oleh oleh dari Akbar.
Sedang Akbar bersiap untuk pergi,Akbar keluar dari kamarnya dan menuju garasi,Akbar lalu melihat ke arah mobilnya yang sudah lama tidak di pakenya.
"Aden mau pake mobil ini,?"tanya pak Sopir.
"Iya Pak,saya mau pergi,konci mobilnya di mana yaPak,,?"
"Ada Den,tunggu Bapa ambilin dulu ,"lalu Pak sopir mengambilkan konci.
Akbar tidak sengaja melihat perempuan yang masuk ke rumahnya dari arah rumah yang di tempati Mba.tapi tidak melihat wajahnya,hanya melihat rambut yang panjang sepinggang.
"Ini Den,,koncinya,,"Pak Supir mengagetkan Akbar.
"Eh iya pak,,oh iya pak,,saya tadi lihat ada perempuan masuk ke rumah,dia dari rumah samping,dia siapa ya Pak,,"
"Oh dia itu sepupunya Mba Iis,"
"Kerja di sini,,?"
"Iya Den,kata Ibu di suruh bantu bantu,"Akbar mengangguk.
Lalu Akbar pun pergi membawa mobilnya,sekitar setengah ahirnya Akbar sampai di tempat yang sangat ingin di datanginya.
"Hai,,Aku datang,,Aku sudah lulus kuliah tapi Aku ingin lanjut S1,Aku merindukanmu,,sangat...."tangan Akbar mengusap batu nisan yang bertuliskan nama Sila.
__ADS_1
******Jangan lupa like komen dan votenya,trimakasih******...