
Akbar dan Sila langsung melihat ke arah suara,dan ternyata Papah Sila yang sedang berdiri di depan pintu dengan terlihat wajah yang marah.
Akbar dan Mira lalu berjalanmendekat ke Papahnya.
"Masukk,,sudah malam ,,kluyuran aja,,"
"Apa sih Pah,,pulang pulang marah marah,,kalau mau marah marah ngga usah pulang aja deh,,bikin ribet aja,,"Suara Sila ngga kalah tinggi.
"Sil,,jangan gitu sama Papamu,,ngga baikk,,"kata Akbar.
"Dasar anak kurang aja kamu,,"sambil tangan Papah Sila sudah di angkat.
"Apa,,mau pukul,,silakann"Sila mengarahkan wajahnya ke depan.
"Om,,om sabar om,,om jangan marah marah,ngga baik om kalau di dengar tetangga,sebaiknya di bicarakan di dalam rumah aja,,"kata Akbar.
"Sil sudah,,masuk lah ,jangan emosi ngga baik sama orang tua bicara seperti itu,,"Sila langsung masuk ke dalam rumah dengan wajah kesal.
"Om maaf sebelumnya karena Saya tadi ngajak Sila untuk menemani makan malam,kita tadi pergi memang sudah malam,"
"Kamu apanya Sila,,pacar,,kamu sudah kerja apa belum,,kamu punya apa,,?"
"Saya teman dekat Sila Om,saya masih kuliah,dan saya belum kerja,tapi Saya janji akan jadi orang sukses suatu hari nanti,dan akan bahagiaan anak om nantinya,,"
"Kamu tuh masih Anak ingusan ,jangan banyak omong tapi buktikan,kamu aja umurnya di bawah Sila,jadi jangan banyak mimpi deh,sebaiknya kamu pulang aja,,"
"Baik Om,,selamat malam,,"Kata Akbar ,lalu Akbar pun pergi.
"Sepertinya dia anak orang kaya,terlihat dari gaya dan mobilnya,,"Kata Papah Sila sambil melihat Akbar yang pergi.
Akbar langsung membawa mobilnya untuk pulang,sekitar 20 menit Akbar sampai di rumah.Sampai Rumah ternyata sepi Akbar lalu masuk ke dalam kamarnya.
Sampai di kamar Akbar ganti baju untuk tidur,setelah itu Akbar naik ke kasur ,Akbar membuka hpnya ,lalu mengirim pesan pada Sila.
"Sudah tidur belum,,"pesan Akbar untuk Sila.
Pesan Akbar baru conteng dua dan masih abu abu,belum biru berarti belum di baca.Akbar lalu meletakan hpnya di dekat kepala di atas bantal.
Saat mata Bara sudah terpejam,hp Akbar berbunyi tanda telfon,saat di lihat ternyata dari Sila,Akbar langsung mengangkatnya.
"Hallo Sil,,,"kata Akbar,tapi tidak terdengar suara Sila.
"Sil,,Hallo,,"sambil Akbar bangun dan duduk.
"Bar,,huhuuuu,,,"Sila memanggil Akbar sambil.menangis.
"Ada apa,,kenapa menangis,,hemmm,,?"
"Aku bertengkar dengan Papah,,"
"Kenapa sampai bertengkar sih Sil,,kamu lebih baik diam saat Papah kamu sedang bicara,kamu dengarkan saja apa yang Papah kamu katakan,,"
"Huhuuu,,,tapi,,,tapi Papah nyuruh kita putus,,katanya kamu masih kuliah dan ngga punya penghasilan,dan papah juga mempermasalahkan umur,,huhuuu,,,"Akbar langung kaget.
"Apa,, Papah kamu kok gitu,,kamu ngga setuju kan sama permintaan Papah kamu yang meminta kita untuk putus,,"
__ADS_1
"Ngga,,,Aku pengin pergi saja dari rumah Bar,,"
"Jangan seperti itu,kamu perempuan ngga baik tinggal di luar ,sedang rumah pun ada,,"
"Tapi rumah rasanya sudah ngga nyaman Bar,"
"Sudah jangan menangis,ini sudah malam,tidur yah,,,"
"Aku ngga bisa tidur,,"
"Coba pejamkan matanya,pasti lama lama tertidur,,"
"Aku kangen,,Aku pengun sama kamu Bar,,"
"Masa kangen sih,tadi kan baru ketemu,,"
"Iya tapi Aku kangen,,"
"Besok jam makan siang Aku akan ke klinik,kita nanti makan siang bareng yah,,"
"Tapi ngga enak sama orang tua kamu,,"
"Mamah sama Papah besok kan pergi ke Bali 4 hari,,"
"Oh iya,,besok yah perginya,Aku lupa padahal Mamahmu udah kasih tau Aku tadi siang,,"
"Iya,,ya udah sekarang kamu tidur,besok kita ketemu kan,,"
"Iya,,,malam sayang,,"
"Iihhh,,kok cuman gitu,sayangnya mana,,"
"Emangnya harus,,ngga usah yah,,"
"Harus,,,ayo ulang,,"
"Malam sa,,saayangg,,"Sila pun tersenyum mendengarnya.
"Iya sayang,,,"keduanya tersenyum tanpa mereka lihat.
Sila dan Akbar mereka lalu bersiap tidur,Sila sedikit kesusahan tidur karena hidungnya mampet,soalnya habis nangis.
Pagi hari semua keluarga Agung sarapan bersama,karena Agung dan Dinda akan pergi ke Bali.
"Mamah sama Papah jadi pergi,,?"tanya Fatiya.
"Jadi sayang,nanti jam 8 Mamah sama Papah berangkat,,"
"Kalian di rumah jangan berantem,jangan bikin masalah dan jangan bikin repot Mba yah,kalian harus jadi anak yang pintar,ok,,"kata Agung.
"Siap Pah,,"keduanya kompak menjawab.
"Pah Mah kangan lupa oleh olehnya yah,,"
"Iya sayang,,kalian minta apa,,?"
__ADS_1
"Apa aja yang penting oleh oleh,,"
"Iya nanti Mamah belikan,,kalau Abang pengin apa sayang,,"
"Abang ngga pengin apa apa Mah,Abang hanya ingin Mamah dan Papah pulang kerumah dengan sehat dan selamat,"
"Amin,,iya sayang,,"
Selesai makan semuanya saling peluk,karena nanti saat mereka pulang orang tua mereka sudah pergi ke Bali.
Si kembar di antar pak supir,sedang Akbar membawa mobilnya sendiri.
Akbar langsung menuju kampus,jam pun berlalu ,sekitar jam 12 lewat Akbar sudah pulang kuliah,Dinda juga sudah kirim pesan pada Akbar kalau sudah sampai jam 10 pagi.
Sampai di parkiran kelinik Akbar langsung memarkirkan mobilnya,dan Akbar langsung turun dari mobilnya,Akbar lalu masuk ke dalam kelinik dan menuju ruangan Dinda.
"Siang Sil,,"sambil membuka pintu.
"Siangg,,,"Sila bangun dari duduknya dan mendekati Akbar,lalu Sila langsung memeluk Akbar.
Akbar ikut memeluk Sila dengan sayang,"Kangennn,,,"kata Sila,Akbar lalu melepas pelukanya dan tersenyum sambil mengusap Rambut Sila.
"Kita makan siang yuk,,"Sila mengangguk.
"Mau makan di mana,,?"
"Di luar aja yah,,"Akbar mengangguk.
"Ayo,,,"
Sila lalu keluar dari ruangan Dinda bersama Akbar menuju parkiran mobil,mereka lalu.mencari tempat makan yang dekat dengan Klinik.
Mereka memutuskan makan di Seafood yang tidak jauh dari Klinik.
"Mau pesan apa,,"
"Mau udang bakar sama kepiting saos padang,,"
"Ok,,Aku mau cumi bakar sama ikan bawal bakar,,minumnya kamu mau apa Sil,,"Akbar sambil menulis.
"Es jeruk,,"Akbar menulisnya langsung.
Sambil menunggu makanan datang,keduanya lalu mengobrol.
"Tadi pagi kamu sama Papah kamu masih marahan ngga,,?"
"Masih lah,,Aku males bicara sama dia,,"
"Jangan gitu sama Papah mu,ngga baik,,"
"Tapi papahku tuh orangnya maunya menang sendiri ,ngga pernah ngertiin perasaanku,,apa mauku selalu di tentang olehnya,kan kesel.sekarang malah nyuruh Aku untuk menjauhi kamu,kan bener bener papah ku tuh pengin ngajak ribut sama Aku,,"
"Iya memang Aku tidak setuju dengan keinginan papahmu,tapi kamu jadi anak bicaranya juga jangan keras keras ,itu ngga sopan takutnya kualat,kan Papahmu ngga bisa tuh di lawan dengan kemerasan,coba deh kamu lebih halus lagi bicaranya dan kamu dengerin apa kata Papah kamu,nanti kan lama lama kamu bisa mengambil hati Papahmu,kalian jadi ngga berselisih terus,"
Jangan lupa like komen dan votenya,trimakasih...
__ADS_1