
Selesai makan Aku dan Suamiku langsung ke ruangan depan.Di ruangan depan anaku sedang di gendong Ibu sambil Ayah yang mengajak ngobrol.
"Sayangnya Kakek,, yang ganteng,yang pinter ngga rewel bahhh... "anaku yang masih kecil dan belum mengerti, hanya melihat ke arah Ayah sambil sedikit tersenyum.
Anaku itu mirip sekali dengan Suamiku, pelit senyum hanya sesekali aja dia tersenyum.
"Duh dede Akbar senengnya main sama kakek yah,,, "kataku sambil duduk di sofa,Suamiku pun juga duduk di sebelahku.
"Iya Dong,,, seneng ya deee,, orang kakenya ganteng sih,, "kita bertiga yang mendengar perkataan Ayah tertawa semua.
"Ganteng dari mananya sih Yah, orang rabut aja udah dua warna gitu, "kata Suamiku sambil tersenyum.
"Jangan ngeledek kamu Ji, mana ada rambutku udah dua warna,, "sambil mengambil gelas yang berisi air minum, Ayah berkata.
"Ji,, temenin Aku keluar bentar yuk, mau potong rambut nih, tapi Aku pengin ngajak kamu buat temen,biar ada teman ngobrol"kata Ayah lagi.
"Iihh,,, Ayah pergi aja sendiri apa tuh sama Ibu, napa ngajakin Mas Agung sihh,! "kataku.
"Ya elah Din,, pinjem Suaminya bentar aja ngga boleh, lagian Suamimu juga rambutnya dah panjang itu, harus di potong juga kali, "Aku langsung memperhatikan rambut Suamiku, dan benar saja ternyata rambutnya memang udah sedikit panjang.
"Males lah Yahh,, kapan kapa Aja, "kata Suamiku.
"Ehhh,,, Mas emang kayanya dah panjang deh ini, dan kena telinga nih, "kataku sambil memegang rambut Suamiku.
"Iya kan,, Ayo lah Ji buat teman. Ibu di sini aja yah ,"kata Ayah, dan kata Ayah juga Ibu kalau di ajak nemenin potong rambut Ayah memang jarang mau, karena Ibu orangnya malas untuk menunggu.
"Iya udah,, tapi nanti dulu deh, tunggu jam 2 siang aja, "jawab suamiku.
"Oke lah kalau gitu, Ayah mau ke kamar mandi dulu, "kata Ayah dan sambil membawa hp Ayah masuk kamar mandi.
"Bu,, Ayah kok ke kamar mandi bawa hp, emang suka gitu yah,? "tanyaku.
"Iya,, Ayah kalau mau ke kamar mandi kadang suka bawa hpnya, katanya buat main game, "jawab Ibu dan Aku hanya menganggukan kepalaku.
Setelah jam 2 siang Suamiku juga Ayah ahirnya pergi untuk mencukur rambut. sedang Aku dan Ibu, kita pun mengobrol sambil membuat kue di dapur.
.
.
.
__ADS_1
Di Tempat Lain
Dua orang pria yang sudah memasuki umur kepala 4 tapi masih sangat tampan dan berwibawa.
Mereka berdua memasuki mall,dan langsung mencari tempat pencukuran rambut. Setelah mereka menemukanya, mereka berdua pun masuk dan ternyata cukup ramai.
"Ji,, Aku dulu yang potong rambutnya yah, "kata Doni saat seseorang menanyakan siapa duluan yang akan potong rambut.
"Ya udah silakan,, "jawab Agung yang langsung duduk di sofa.
Doni pun langsung duduk di tempat bangku pencukuran. Sambil di cukur ternyata Doni sambil bermain hp, Doni sedang berbales pesan rupanya dengan seseorang.
Sedang Agung hanya bermain game di hpnya. Setelah setengah jam ahirnya Doni pun selesai di cukur rambtnya, sekarang giliran Agung yang di suruh duduk untuk di cukur.
"Ji,,,, Aku tunggu di cafe sebelah situ aja yah,ngantuk nih pengin kopi. Kalau kamu dah selesai langsung nyusul aja, "kata Doni sambil merapikan tatanan rambutnya.
"Iya,, nanti Aku menyusul kalau udah selesai, "jawab Agung.
Doni pun lalu keluar dan pergi ke cafe yang mau di tujunya, tidak terlalu jauh dari tempat pencukuran rambut.
"Maaf telat, apa sudah menunggu lama,? "tanya Doni pada seseorang yang sedang duduk sendiri sambil memainkan hpnya.
"Ba,,, ru kok,"jawabnya. Dan Doni langsung duduk di depanya. Wanita yang Doni temu adalah Hani, tadi setelah Hani mengirimi pesan pada Doni, rupanya Donipun membalasnya dan mereka janjian di cafe ini untuk bertemu.
"Iyaa,,, Apa kelihatan tidak pantas dengan potonganya, "jawab Doni sambil mengusap rambutnya.
"Pantas kok, malah jadi kelihatan tambah ganteng,,"sambil Hani tersenyum bicaranya.sedang Doni hanya menjawab "Masa sih"
"Mas udah Saya pesenin kopinya yah, "kata Hani.
"Oh Iya, Makasih,"
Lalu pelayan datang dengan membawa secangkir kopi hitam yang masih panas.
"Mas kesini katanya bareng Dokter Agung, trus mana orangnya,? "tanya Hani pada Doni sambil melihat sekeliling.
"Iya,, Saya sama Agung tapi dia masih di tempat pencukuran rambut,nanti juga dia nyusul kesini,? "Doni menjawab sambil meminum kopinya.
Dan Hani hanya menganggukan kepala, Merekapun mengobrol sambil menanyakan kesibukan masing masing.
"Maaf,, Saya ganggu ngga nih,, "kata Agung yang sudah berdiri di samping Doni.
__ADS_1
Dan mereka berdua langsung tersenyum dan menggeleng.
"Duduk gih Ji,, kita minum kopi dulu, "sambil menarik kursi untuk Agung,Doni berkata.
Lalu Agung duduk di samping Doni.
"Kalian kok bisa kenal sih,? "
"Iya Mas,, Saya sama Mas Doni kenal saat Dinda lahiran ,dan kita tidak sengaja bertabrakan membuat kita jadi saling kenal, "Agung pun hanya menganggukan kelala.
"Mau pesen kopi apa kamu Ji,, "sambil Doni memberikan daftar kopi yang mermacam macam .
"Aku biasa kopi hitam aja dan sedikit gula, "lalu Doni pun memanggil pelayan untuk memesan kopi keinginan Agung.
"Han,,, kamu pasti juga dah tau kan kalou Doni ini Ayah mertuaku, "ucap Agung pada Hani. Agung dan Hani kalau di luar rumah sakit memang mereka tidak menggunakan kata kata yang formal.
"Iya,, Saya dah tau, Mas Doni yang cerita, "kata Hani.
"Kalian bertemu begini ,apa kalan berdua janjian,? " Doni dan Hani pun saling pandang.
"Jangan bilang kalau kalian ini memang janjian yah, ini ngga lucu,? "Kata Agung lagi, sambil menatap ke arah mereka berdua.
"Saya hanya ingin balas budi kepada Mas Doni,Karena kemarin sudah menolongku untuk mengganti ban mobilku yang bocor kok, ngga lebih,, "kata Hani.
"Kamu jangan mikir terlalu jauh lah Ji.Aku hanya menerima telaktiranya saja, ngga lebih kok, "jawab Doni.
"Tapi ini ngga baik loh Yah, kalau kalian sering ketemu dan sering berkomunikasi takutnya akan jadi penyakit hati, "kata Agung.
"Iya Ji Aku tau batasanya kok, "
"Semoga.. "
"Kalian berdua kan Mertua dan Menantu, tapi Saya melihatnya malah seperti teman yah,,? "
"Memang kita adalah teman, sebelum jadi mertua dan menantu,"kata Agung.
"Serius,, "
"Iya,, kita dulu satu kampus,cuman beda angkatan sih 2 tahun, tapi karena kita ikut dalam organisasi yang sama membuat kita menjadi teman," Hani pun yang masih tak percaya hanya menganggukan kepala.
**Trimakasih buat kaka kaka yang masih menyukai ceritaku, dan maaf yang komentar tentang Farida yang sudah di angkat rahimnya kok masih datang bulan, itu Aku yang kurang teliti, aku minta maaf, karena wanita yang sudah di angkat rahimnya itu tidak lagi datang bulan.sekali lagi aku minta maaf dan makasih atas koreksinya ya kak.
__ADS_1
Dan jangan lupa untuk selalu memberikan like, vote dan komenya untuku ya kak, trimakasihh**...