MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Bertemu


__ADS_3

Bumi sudah tiga hari ini sudah mulai masuk kuliah, dan Bumi pun nyaman kuliah di kampus itu, karena kampusnya dekat Bumi berangkat dan pulngnya selalu jalan kaki dengan santai.


Seperti saat ini Bumi pulang dari kampus dengan jalan kaki, Bumi langsung masuk ke apartemen ,dan saat pintu terbuka Bumi melihat ada sendal wanita dan sepatu Rizki, dan Bumi juga mendengar suara orang mengobrol.


Bumi lalu masuk dan berjalan menuju sumber suara. Makin ke sini Bumi mendengar suara yang tidak asing di telinganya juga, tapi bukan suara Rizki dan suara Mamahnya, tapi suara orang lain.Rizki berjalan pelan dan masuk kedalam menuju meja makan, karena suara mereka terdengar di meja makan.


Bumi berdiri di belakang Rizki yang sedang duduk, lalu Mamah Memanggilnya.


Bumi sangat kaget saat melihat wanita yang menengok kepadanya, wanita yang duduk di dekat Rizki. dan wanita itu adalah Zara.


Zara juga sama dengan Bumi, Zara sangat kaget melihat Bumi ada di depan matanya.


"Adek sinih sekalian kita makan siang bersama, ini ada Zara loh pacar Abang, sinih duduk,, "kata Mamah sambil bangun dari duduknya dan mengajak Bumi untuk duduk.


"Dek,, ini kenalin Zara pacarnya Abang,, "Rizki mengenalkan Zara pada Bumi.


"Sayang,, ini Adek Abang, namanya Bumi,, "Zara hanya mengangguk pelan.


Zara dan Rizki sama sama diam dan Zara hanya menunduk tidak berani melihat ke Bumi, sedang Bumi selalu menatap Zara.


"Kalian kan satu sekolah waktu SMA, apa kalian saling kenal,,? "tanya Rizki.


"Ngga,, "kata Zara.


"Iya,,, "kata Bumi.


Mereka barengan menjawab, tapi jawaban mereka berbeda. Rizki dan Mamah lalu melihat keduanya.

__ADS_1


Zara langsung melihat ke Bumi dan menggeleng pelan.


"Maksud Adek, Adek faham dengan Zara ,tapi Zara ngga kenal sama Adek Bang ,Mah,, "sambil melirik ke Zara setelah bicara.


"Oh gitu,,"jawab Rizki.


"Dulu Zara sangat terkenal di sekolah, dan banyak yang suka,karena anaknya cukup baik , "mulut berbicara dan matanya selalu melihat ke Zara. sedang Zara selalu menunduk.


"Berarti Abang ngga salah pilih ya Dek,, "Bumi hanya mengangguk.


"Sudah jangan ngobrol terus, ngobrolnya lanjut nanti aja yah, sekarang kita lanjut makan dulu aja,, "kata Mamah.


Lalu semua pun lanjut makan dan Bumi pun ikut makan, saat makan Bumi juga mencuri pandang pada Zara. dan Zara yang merasa di pandangi Bumi terus hanya bisa menunduk dan makanya pun jadi tidak berselera lagi.


"Sayang,, ini enak banget loh, cobaiin nih Aaa,"sambil menyodorkan sendoknya pada Zara, Rizki menyuapi potongan daging.


"Enak kan,,, "sambil mengusap bibir Zara yang kotor sedikit, dan Zara mengangguk pelan.


Makan siang mereka terus berlanjut, dan setelah selesai Zara membantu Mamah membereskan meja dan piring kotor, Zara jadi berbeda, tidak banyak suara lagi tidak seperti tadi.


Bumi dan Rizki duduk di sofa sambil mengobrol, lalu Zara dan Mamah keluar dan ikut gabung untuk mengobrol.


"Sayang duduk sinih,, "Rizki menepuk sofa yang kosong di sebelahnya untuk Zara duduk.


Zara pun duduk, dan Rizki tersenyum dengan senangnya.


"Bang,, Mamah mau ke minimarket bawah dulu yah, mau beli kopi ,"

__ADS_1


"Biar Rizki aja yang beli Mah,, Abang juga mau beli sesuatu, "


"Oh gitu,, ya udah sanah beli ,"


"Iya,, Mamah kopinya yang biasa kan,,? "Mamah menjawab Iya sambil masuk ke kamarnya karena Mamah mau ambil hp.


"Bang,, Zara ikut yah, sekalian Zara pulang,, "


"Jangan pulang dulu dong,, nanti aja pulangnya, Abang cuman bentar kok, ngga lama, tunggu sini yah,, "


"Tapi Bang,,, "


"Sayang jangan pulang dulu dong,Tante kan masih pengin ngobrol,, "kata Mamah yang baru keluar dari kamarnya. Ahirnya Zara mengangguk dan tetap duduk.


Abang pun pergi, dan Mamah sibuk telfon di teras apartemen, tinggalah Zara dan Bumi berdua.


"Apa kamu sangat membenciku,sampai kamu tidak mau melihatku dan tidak mau mengenalku,, "


"Perlu kamu tau Aku masih sangat mencintai kamu,walau Aku tidak pernah melihatmu dan jauh datimu,tapi rasa cintaku padamu tidak akan pernah berubah, Aku tetap sama masih mencintai kamu seperti dulu, "


"Aku akui Aku salah, telah menyakitimu, tapi Aku melakukanya karena terpaksa, tapi saat Aku mau menjelaskanya kamu tidak mau mendengarkan penjelaskanku terlebih dulu,, rasanya Aku sungguh sakit,, Za,,, "


Bumi bicara panjang lebar dan Zara hanya Diam dan menunduk...


Maaf dikit,, besok lanjut lagi...


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2