MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Menyusul


__ADS_3

Setelah menempuh kurang lebih 3 jam, ahirnya aku sampai di kota kelahiranku, aku keluar dari kereta dan menggendong ranselku, setelah sampai di luar aku lihat ayah yang sudah datang menjemputku.karena semalam aku sudah memberi tau tentang kepulanganku ke pada ayah.


"Ayahhhh,,, Dinda kangen, "ku peluk ayah setelah aku mendekat padanya.


"Ayah juga kangen, "sambil mengusap rambutku


"Udah yuk kita langsung pulang aja, "kata ayah


Seperti waktu ayah mengantarku dulu ayah menyewa mobil, sekarang ayah juga menyewa mobil untuk menjemputku,karena angkutan umum yang langsung menuju rumahku sangat jarang, jadi lebih enak kita menyewa mobil.


Saat sampai rumah, aku langsung masuk dan aku lihat rumah tidak ada yang berubah, masih tetap sama seperti dulu. lalu aku taro ransel tasku di sofa tiba2 ada suara bibi memanggilku.


"Dindaaa, kamu sudah datang, "kata bibi yang baru saja keluar dari arah dapur.


"Iya bi, ini baru sampai, "kataku dan aku langsung mendekat untuk mencium tanganya juga memeluknya.


"Pasti cape yah, ayo kita langsung makan aja bibi sudah masak, tadi ayah kamu belum mau makan katanya nungguin kamu, "kata bibi sambil kita berjalan ke meja makan


Lalu ayah juga baru datang dari arah luar, ayah habis mengantarkan mobil yang tadi untuk menjemputku, kita bertiga makan bersama, karena suami bibi sudah berangkat kerja.


Jam pun sudah berlalu, sekarang sudah pukul 8 malam, untungnya tadi aku tidak lupa menelfon papah, sehabis sarapan aku langsung menelfonya, mengatakan kalau aku sudah sampai rumah, karena papah sedang mengajar jadi aku hanya menelfon sebentar, takut ganggu.


Sekarang aku dan papah sedang duduk di sofa sambil nonton tv.


"Dinda mau berapa hari di rumah, "tanya papah.


"Sekitar satu minggu pah, "jawabku


"Gimana kabar ibumu dan suaminya, "


"Sehat kok yah, cuman ibu sedang di luar negri, mungkin akan pulang sekitar 3 mngguan lagi, "jawabku

__ADS_1


"kalau suami ibu, mereka su.. dah berpisah yah, "ayah langsung kaget mendengarnya, memang aku tidak memberi tau papah soal perpisahan ibu dan papah.


"Kenapa, "aku jadi bingung mau menjawabnya, tapi kalau aku ngga mengatakanya takutnya ayah berfikir jelek tentang papah.


"Kaa,, rena papah menginginkan anak, ta, pii ibu tidak bisa memberinya, "aku lihat muka ayah yang langsung berubah.


"Ibuuu,, telah mengangkat rahimnya, "


"Apa, kapan dan kenapa dengan ibumu, "ayah yang kaget langsung menegakan duduknya.


"Dinda, jelaskan pada ayah, agar ayah tidak berpikiran yang tidak2,"kata ayah penuh penekanan.


Lalu aku menceritakan semua tentang masalalu ibu, dari mulai hamil,rahim yang di angkat,tentang perpisahan dengan ayah dan tentang perpisahanya dengan papah, ayah kelihatan sangat kaget dan ada rasa menyesal, aku lihat juga sepertinya ayah masih cinta dengan ibu, di lihat dari ayah berbicara menanyakan ke ada'an ibu.


Setelah aku dan ayah selesai mengobrol ,aku masuk kamar untuk tidur karena memang sudah malam.


Kalau soal hubunganku dengan papah,aku belum berani bercerita, aku masih menunggu waktu yang pas.


####


Setelah meminta izin pada ayah, aku pergi menggunakan motor yang dulu selalu menemani aku sekolah, rupanya ayah selalu merawatnya sehingga masih tetap bagus.


Sampai di mol, aku langsung masuk ke tempat makan yang dulu aku sering singgahi bersama teman2 ku,


Saat sedang makan, henfonku berbunyi tanda panggilan saat ku lihat ternyata papah.


"Halo Asalamua'laikum Ayy, "kataku


"Waa'laikumsalam,kamu dimana dek,? "tanya papah padaku, sekarang papah juga punya panggilan sayang padaku, papah memanggilku dengan sebutan adek,


"Sekarang aku lagi di hotel x yang ada di kota mu dek,"

__ADS_1


Hukkk hukkk.. aku yang kaget papah mengatakan sedang ada di hotel x, langsung terbatuk karena sedang minum.


"Kamu kenapa dek, ?"


"Ngga papa, hanya batuk ajah, "jawabku yang masih mengusap dadaku.


"Kamu ke sini ya dek, aku tunggu".


Aku langsung pergi dari tempat makan itu, dan menuju hotel x, untungnya dari mol ngga begitu jauh jadi aku tidak terburu2.


Saat sampai di hotel x aku langsung menuju kamar papah, untung saja papah udah kirim no kamar dan lantai berapanya, jadi membuatku mudah untuk ke kamar papah.


Tokk tokkk..


Ku ketuk kamar papah, dan tida menunggu lama langsung pintu itu terbuka,


"Ayo masuk,, "sambil tanganku di gandengnya menuju sofa


"Kenapa Ayy mau ke sini ngga kasih tau dulu, "kataku setelah kita duduk di sofa.


"Kejutan, "sambil tersenyum.


"Iihhh,, nyebelinnn, "sambil aku memeluk papah.


"Habisnya kangen sih, "sambil mengusap rambutku.


"Hemmm gombal ajah, "kataku sambil aku menciumi dada papah.


Ternyata tingkahku justru membangunkan singa yang sedang tidur, dengan cepatnya papah mencium bibirku, di baringkanya aku di sofa dengan lihainya papah menciumiku dengan sedikit kasar, kami berciuman dan saling melum*at dan juga bertukar salvina,


"Eemm, aah,,Ayy...."suaraku keluar juga saat papah sudah mulai menciumi leherku.

__ADS_1


Tiba2 aku merasakan tangan papah yang sudah beradi di benda kenyalku.


Uuhhhh,,,,,


__ADS_2