MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Vivi Ketiduran


__ADS_3

Vivi dan Frengki mulai makan karena makanan yang mereka pesan sudah datang,saat Vivi sedang makan,hpnya berbunyi tanda pesan masuk,Vivi lalu membukanya karena takut penting.


"Vi saya pulang duluan yah,ada urusan di luar tadi,jadi saya langsung pulang aja,kamu nanti pulang di jemput pak supir,jangan pulang naik Taxsi,"ternyata pesan dari Dinda.


"Iya Bu,,"Vivi mengirim balesan.


"Dari siapa,,?"


"Dari Ibu,beliau pulang duluan,"Frengki mengangguk.


"Aku antar pulang yah,?"


"Ngga usah,Pak Supir nanti dia jemput kok,"Frengki mengangguk.


Mereka selesai makan dan keduanya lalu keluar dari tempat makan menuju mobil.Frengki membawa mobilnya menuju klinik.


"Aku tunggu jawabanya ya Vi,Aku harap jawabanya kamu mau menerima cintaku,"saat mobil sampai di depan klinik ,dan sebelum Vivi turun dari mobil Frengki bicara.Vivi hanya tersenyum tipis dan keluar dari mobil frengki.


Sedang di rumah Dinda,saat ini Dinda sedang ada di kamar Akbar,sedang melihat keadaanya.


"Kok Mamah sudah pulang jam segini,?"tanya Akbar yang melihat Mamahnya masuk ke kamarnya.


"Mamah tadi ada urusan di luar,jadi Mamah langsung balik pulang aja,gimana tanganya masih sakit,,?"Dinda sambil melihat ke lukanya.


"Udah ngga begitu si Mah,"


"Trus udah latihan jalan kan,,linu ngga kakinya,"


"Ngga,,mungkin karena Abang jalanya pelan kali ya Mah,"


"Ya bisa jadi sih,"


"Mah Abang bosan,Abang turun yah,,biar Abang bisa jalan lebih jauh lagi di dalam rumah,"


"Jangan dulu,soalnya ngga ada yang bantu nuntun kamu di tangga,harus dua orang soalnya,"


"Kan ada Mba yang bisa bantun,apa Vivi,"


"Vivi belum pulang,Vivi tadi sedang pergi makan sianG bersama Frengki,mba sudah pada tua Mamah ngga mau kasihan nanti Mba nuntun kamu turun,"Akbar terus diam karena mendengar perkataan mamahnya.


"Apa mah tadi,mamah bilang Vivi ngga ikut pulang,dia sedang makan siang bareng Frengki,?"


"Iya,,Vivi ngga ikut pulang,soalnya waktu Mamah pulang Vivi sedang makan siang,"Abang langsung diam.


"Abang kenapa ,kok diam,?"


"Ngga papa Mah,Mah bantuin Abang turun ayo,Abang akan pelan,"


"Jangan dulu,nanti sore kamu balik lagi ke kamar dan kaki kamu takut belum kuat,buat naik turun tangga,"

__ADS_1


"Abang bisa tidur di kamar tamu Mah,Abang bosen di kamar terus Mah,ayo lah mah,,"Akbar mohon mohon pada Dinda,Dinda ahirnya kasihan dan memanggil si Fatiya untuk ikut bantu.


Dinda sebelah kiri,sedang Fatiya sebelah kanan,mereka bertiga jalanya sangat pelan.


"Loh kok turun,nanti kakinya sakit loh Bang,,?"tanyaAgung saat melihat mereka bertiga turun dari tangga.


"Abang bosan katanya Pah,pengin di bawah,"Jawab Dinda.


"Turunya hati hati saja Bang,,"Kata Agung,Akbar menjawab Iya.


Ahirnya sudah sampai di bawah,Akbar di suruh duduk dan Agung lalu memeriksa kakinya,sambil Agung memijitinya sebentar.


"Ini sudah bagus kok kakinya,tapi tetep haris pelan dulu jalanya,apa mau pakai tongkat dulu Bang,,?"kata Agung.


"Ngga mau ah Pah,ribed,biar kaya gini aja,Abang jalanya pelan pelan kok,"


"Ya udah terserah kamu,,"


"Mah,Pah,Abang,,Kaka ke atas dulu yah,,"


"Iya ,,makasih ya kak,"


"Iya Mah,,"Fatiya kembali ke kamarnya.lagi.


Dinda dan Agung juga ke kamar karena Dinda mau bersih bersih.


"Iya ngga papa,sanah Mamah sama Papah ke kamar aja,"Lalu Dinda dan Agung pun masuk ke kamar.


Akbar memegang hpnya,dia mau telfon Vivi apa kirim pesan pada Vivi,Akbar sedang bimbang.


"Nanti Aku salah ngomong dia marah lagi,dan ngga mau ngomong sama Aku,trus entar malam.kan dia mau kasih jawaban tentang perasaanku,mending tanyanya nanti saja kalau dia sudah jadi pacarku ,kalau sekarang takut salah ngomong,nanti jadi pacar ngga malah dia marah sama Aku,sabar Barrr,,akan indah waktunya kalau orang sabar,,"Akbar bicara sendiri sambil melihat ke hpnya.


Sore harinya Pak Supir menjemput Vivi pulang dari klinik.sampai di rumah Vivi langsung masuk ke dapur karena haus.


"Bi,,Vivi laper banget,Vivi mau makan dulu baru mandi ya Bi,,"kata Vivi ke pada Mba Iis.


"Ya udah makan dulu,tapi mandinya nunggu setengah jam setelah selesai makan yah,ngga baik habis makan langsung mandi,"


"Iya Bi,,"


Vivi langsung ambil piring dan saat buka tempat nasi,nasinya belum mateng,Mba Iis lalu menyuruh Vivi ambil nasi yang ada di ruang makan,yang suka buat makan keluarga majikanya.


"Tapi Bi,,Vivi ngga enak,nanti kalau Ibu lihat gimana,"


"Ngga bakalan di omelin ini kalau.lihat juga,udah sanah ambil,,"Ahirnya Vivi ke ruang meja makan.saat Vivi sedang ambil nasi ,Akbar yang memang sudah tau Vivi pulang langsung ke arah dapur,dan melihat Vivi sedang ambil nasi.


"Sedang apa,,?"Vivi yang kaget langsung berbalik.


"Aa,,Aden,,ya Tuhan bikin kaget,ini lagi ambil nasi,"kata Vivi sambil berbalik lagi.

__ADS_1


"Lapar yah,,bukanya tadi habis makan siang di luar yah,"Vivi lalu menghentikan gerakan tanganya.


"Aden tau dari mana,?"sedikit gugup Vivi bertanya.


"Dari mamah,,nanti malam Aku tidur di kamar tamu,Aku tunggu jam 10 ,kamu datang Lah,,"Akbar lalu berjalan pelan meninggalkan Vivi dan akan ke ruang keluarga.


Vivi melihat Akbar dari belakang,dan.terus melihatnya sampai Akbar tidak terlihat lagi.


"Wajahnya terlihat biasa aja,dan bicaranya pun sama terlihat biasa aja,tumben dia ngga marah marah ,"kata Vivi pelan.


Vivi pun lanjut masuk ke dapur lagi,Akbar rupanya masuk ke kamar tamu ,lalu duduk sambil selonjor,dengan menggunakan tangan kananya Akbar memijit kakinya yang terasa pegal.


Jam 8 malam,semua keluarga Dinda menikmati makan malamnya.begitu juga dengan Akbar.


"Abang besok Mamah sama Papah mau peegi ke surabaya ,mungkin pulangnya besok paginya,Abang ngga papa kan di tinggal,Nanti Vivi yang akan bantu abang buka perbanya,"


"Iya Ngga papa ,Mamah sama Papah pergi aja,"


"Sayang,,kalian berdua juga di rumah sama Abang ngga boleh bikin repot Mba yah,"kata Dinda pada kembar.


"Iya Mah,,"keduanya kompak.


Selesi makan malam,semua balik ke.kamar,dan Dinda sudah memberikan obat pada Akbar juga.


Jam sudah menujukan pukul 10 malam,Akbar menelfon Vivi tapi ngga di angkat angkat ,sampai 3 panggilan,ternyata Vivi tertidur,karena tadi sore ngga tidur.


"Kemana sih ni anak,"kata Akbar pelan.


Tidak.lama mba Iis masuk mengantarkan minum untuk Akbar,dan Akbar tanya pada Mba Iis.


"Mba ,,Vivi ada ngga yah,Saya mau.minta tolong bukain perban,"


"Oh Vivi masih tidur Den,tadi dia tidur jam.8 malam,jadi ngga bangun,mau mba bangunin,"


"Ngga usah mba,,biar besok aja kalau gitu,"Mba iis pun.keluar dan akbar ahirnya memutuskan buat tidur.


Pagi hari Dinda dan Agung berangkat pagi,dan setelah berpamitan kepada ketiga anaknya,Agung dan Dinda berangkat ke Bandara di anatar supir.tapi sebelum pergi Dinda menitipkan semua anak anaknya pada mba.


"Mba,,titip anak anak yah,besoj saya dan Bapa baru pulang,kalau Akbar saya udah kirim pesan sama Vivi untuk dia yang irusin,"kedua mba pun menjawab Iya.


"Tanyain Aden dulu sanah Vi mau makan pake apa,?"kata mba Iis,Vivi pun menurut.


Vivi menjawab iya,dan berjalan menuju kamar tamu dengan rasa sedikit takut,karena Semalam Akbar menelfonya beberapa kali,tapi Vivi ketiduran.


Cklek,,suara pintu di buka,sebelumnya Vivi sudah mengetuknya.Saat pintu terbuka,Akbar sudah berdiri di balik pintu.


Akbar langsung menarik Vivi,dan mengunci pintunya langsung,Vivi yang kaget hanya diam,Akbar lalu mendorong Vivi ke pintu,dan Akbar mengungkungnya,Mata Vivi dan Akbar saling tatap,jantung Vivi berdetak sangat cepat antara perasaan takut dan perasaan aneh,Vivi lalu memejamkan matanya,saat mata terpejam,Vivi merasakan ada yang menempel di bibirnya,dan vivi ngga berani buka matanya.bibir Vivi merasa seperti di sedotnya pelan.dan makin lama seperti *******,Vivi sampai tidak sadar kalau bibirnya sudah terbuka.


Jangan lupa like,komen dan Votenya,trinakasih...

__ADS_1


__ADS_2