MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Meminta Dukungan Ibu


__ADS_3

POV Agung Pamuji


"Apa,,,,,,,,! ibu ngga salah denger kan Gung, dia anaknya Farida bekas istri kamu itu, ?" aku melihat ibu yang sangat kaget, tapi aku tidak ingin menyembunyikan kenyataan ini.


"Iya bu, ibu ngga salah dengar, Dinda adalah anak Farida mantan istriku, "jawabku. dan aku memperjelas kan lagi agar ibu tau kebenaranya.


Saat ibu ingin bicara lagi, Dinda rupanya datang dari arah dapur membawakan minum untuk ibu.lalu aku dan ibu berhenti mengobrolnya.


"Ibu,, ini minumnya di minum dulu bu, pasti ibu haus karena perjalanan jauh, "kata dia sambil menaro gelas di depan ibuku.


"Terimakasih,, "jawab ibuku yang sedikit cuek.


"Mas,, Dinda pulang dulu yah udah sore,"


"Iya,, hati2 di jalan kalau sudah sampai rumah kabarin yah, "kataku.


"Bu,, Dinda pamit pulang dulu yah, "sambil menyodorkan tangan ke pada ibu dia bicara.


Lalu ibu pun membalas uluran tanganya dia.


"Besok kamu kesini lagi yah, ibu mau bicara demganmu, "sambil melepas tangangnya ibu bicara.


"Ii,,, ya bu, insaaloh besok Dinda kesini, tapi pulang kuliah ya bu, "kata dia sambil berdiri dari duduknya.


Aku mengantarnya sampai pintu, dan melihatnya sampai menaiki lif.


"Ibu,, tolong jangan tekan Dinda, Agung sangat mencintainya bu, Agung selalu nyaman kalau bersamanya, "kataku saat aku sudah duduk di sofa.


"Ibu cuma ingin lihat, seperti apa gadis itu, apa sama dengan ibunya atau tidak, "jawab ibu.

__ADS_1


"Bu, Dinda sudah merasa tertekan dengan orang tuanya yang tak merestui kita, jangan menambah bebanya lagi, Dinda kelihatan biasa di depan tapi Agung tau pasti sebenarnya Dinda juga rapuh di dalam hatinya.,"aku sengaja bilang begitu agar ibu tidak bicara yang tidak2 aku merasa kasian padanya kalau sampai ibu bicara yang menyakitkan.


"Pastinya Gung, orang tua mana yang ngizinin anaknya menikah dengan bekas suaminya, dan lagi ayah Dinda pasti juga sangat marah,orang udah dapetin ibunya kok anaknya kamu mau juga, pasti sebagai orangtua merasa gimana gitu, kaya ngga ada pria lain aja, "


"Makanya ibu jangan menentang hubungan kita, ibu harusnya mendukung Agung, agar Agung cepat nikah dan ibu cepat dapat cucu, katanya ibu ingin punya cucu, "kataku sedikit merayu ibu agar merestui hubunganku dengan Dinda.


"Lihat saja nanti, ibu pengin lihat bagai mana Dinda dulu, cocok ngga buat kamu, karena Dinda masih sangat muda, takutnya membuat kamu sakit hati lagi seperti dulu waktu kamu putus dengan Seli, "kata ibu,ya memang waktu aku SMA aku mempunyai kekasih tapi mungkin karena aku benar mencintainya sedang Seli hanya manfaatin aku membuat aku troma untuk jatuh cinta lagi, sehingga membiatku telat menikah.


"Dinda beda bu, dia ngga seperti Seli, "jawabku.


"Sebaiknya ibu istirahat aja dulu, Agung beresin kamarnya dulu yah sebentar, "kataku. aku langsung masuk kamar yang biasa di pakai dia, aku rapikan kasurnya dan ku ganti seprinya, lemari aku buka dan masih terdapat bajuny dia ,memang dia ngga menyisakan bajunya di sini agar kalau dia main bisa mandi dengan baju bersih. ahirnya baju2 dia aku tumpuk jadi satu kotak dan aku langsung menguncinya, aku takut ibu lihat dan berburuk sangka.


Setelah kamar rapi dan bersih,aku memanggil ibu untuk istirahat, ibuku itu memang sudah berumur tapi ibuku masih sangat sehat karena selalu menjaga pola makan, membuat ibuku tidak perlu orang untuk merawat atau membantunya.


Aku membantu membawakan tas ibu untuk di bawa ke kamar, dan ibu berjalan di belakangku.setelah ibu masuk kamar aku langsung menyuruhnya untuk tiduran di kasur. lalu aku pun keluar dari kamar, agar ibu bisa beristirahat.


Setelah aku keluar dari kamar, aku langsung menuju kamarku, aku mengambil hpku untuk melihat dia sudah mengirim pesan atau belum, saat ku lihat hpku ternyata dia belum mengirim pesan, ahirnya karena aku kuatir aku menelfon dia duluan.


"Wa'alaikum salam, ada apa Ayy,,, "tanyanya pada ku.


"Dah sampai rumah belom, hemm.. "


"Udah,, nih baru sampai kamar, ada apa,? "


"Kenapa lama sampai rumahnya, mampir ke mana dulu memangnya,? "


"Ya ampun Ayy,,, tadi waktu Dinda pulang itu jam pulang kerja loh,,, jadi ya jalanan lagi macet lah,, "


"Oh,,, gitu. ngga bohong kan, awas yah kalau sampai bohong ,"

__ADS_1


"Iya cintaku sayangku,, Dinda ngga bohong, ya udah dulu yah Dinda mau mandi dah gerah banget ini, "


"Iya sayang,,tidur jangan malam2 yah, besok kalau mau ke sini untuk bertemu ibuku, aku jemput di kampus yah, "


"Iya,,, tersarah Ayy saja mau gimana, Dinda ikut, "


Setelah telfon ku matikan aku juga langsung merebahkan badanku di kasur untuk istirahat. .


.


.


Esok harinya aku menjemput dia di kampusnya, sebelum berangkat menjemput aku sudah mengirim pesan padanya kalau aku sedang jalan ke sana jadi aku tidak perlu menungguninya.


Sesampainya di depan kampus aku melihat dia sedang berdiri di pinggir jalan.


"Ayo masuk,, "kataku setelah aku turunkan kaca pintu mobil.


Dia langsung masuk ke mobil dan aku langsung menjalankan mobilku menuju apartemenku.


Sesampainya di apartemenku, aku dan dia langsung masuk, aku lihat ibu sedang duduk sambil nonton tv.


"Siang bu,, "kata dia sambil bersalaman dengan ibu.


"Siang,, duduk ,!"jawab ibu.


Dia duduk di sofa sebrang ibu, aku juga duduk di sebelahnya, karena aku takut ibu mau bicara yang membuat dia sedih atau tersakiti.


**Trimakasih buat kaka kaka semua yang suka cerita ku, aku suka sekali membaca komen komen dari kaka semua, maaf tidak bisa membalas nya, tapi aku selalu membacanya, karena saran dan keritikan dari kaka semua membuatku menjadi semangat.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan vote nya ya kak, biar aku tambah semangat nulisnya. 😘😘😘😘**


__ADS_2