
Agung Pamuji
"Mass,,, Dinda sudah ngga tahan,, sakitt,, "sambil mencengkram tanganku, dan Aku yang merasakan sakit hanya menahanya.
"Sabar sayangg,, bentar lagi sampai,, tahan yah,, tarik nafas lalu buang,, "
Saat ini Aku dan Dinda sedang di dalam mobil mau ke rumah sakit, saat bangun pagi tadi Dinda sudah merasakan perutnya mulai mulas, dan Aku ahirnya ngga jadi berangkat ke rumah sakit karena takut Dinda akan melahirkan. benar saja sekitar jam 11 siang mulesnya makin sering, dan sekarang sedang di dalam mobil menuju rumah sakit.
Ahirnya kita sampai di rumah sakit, Dokter Ani yang tadi sudah Aku telfon untuk memberi tau kalau Dinda mau lahiran, sudah menunggu di loby rumah sakit.
Dinda langsung di bawa ke ruang persalinan, dan Dokter Ani langsung memeriksanya, rupanya Dinda sudah pembukaan 6,jadi tidak lama lagi sampai pembukaan sempurnanya, Aku sudah tak setakut dulu saat Akbar lahir, sekarang Aku lebih sedikit rileks.
"Mass,,, sakitt,,, "sambil Dinda mencengkram jemariku untuk menahan mules di perutnya.
Aku pun mengusap usap punggungnya dengan satu tangan, karena tangan yang satu untuk Dinda cengkram.
"Sabar ya Sayang,,, bentar lagi kita akan bertemu dengan anak anak,,Sayang harus kuat,, "
Sekitar satu jam ahirnya pembukaan pun sudah sempurna, Dinda sekarang sudah di beri aba aba untuk mengejan oleh Dokter Ani.
"Ayo Dokter Dinda,,sebentar lagi,, ini sudah kelihatan kepalanya,, "Aku yang melihat Dinda sedang mengejan,Aku seperti ikut merasakan sakitnya.
Dinda sedikit berteriak dan lagi lagi tanganku yang buat pegangan oleh Dinda di cengkram dengan kencangnya, rasanya sangat sakit.tapi rasa sakit itu terbalas dengan suara tangisan bayi, dan sakit di tanganku pun tak terasa lagi.
Seorang suster langsung membawa bayiku untuk di bersihkan, Aku masih menemani Dinda untuk melahirkan satu bayi lagi.
"Ayo Dokter,, satu lagi dedenya ini,, ikuti aba aba dari Saya yah Dok,, "kata Dokter Ani.
Aku sambil mengusapi keringat yang ada di kening Dinda. setelah mengikuti intruksi dari Dokter Ani, Dinda pun berhasil melahirkan bayi yang ke dua,, Aku pun sangat lega, dan Aku pun mengucap sukur pada Tuhan,karena Dinda telah di beri kelancaran saat melahirkan , dan aku juga langsung mencium kening Dinda dengan perasaan bahagia.
Dinda yang kelihatan sangat lemas dan kehabisan tenaga, Dinda pun memejamkan matanya, tadinya Aku sedikit takut, tapi saat Aku cek denyut nadinya Dinda hanya kelelahan dan tertidur.
Suster pun membersihkan Dinda dan menggantikan bajunya, sedang Aku langsung melihat ke pada dua bayiku, saat ku lihat ternyata dua duanya perempuan, Aku pun tersenyum senang, tidak apa apa dua duanya perempuan yang penting dua duanya sehat begitu juga Mamahnya.
Dan sudah dua hari ini Dinda di rumah sakit,dan sekarang Aku sedang bersiap akan membawa Dinda dan dua bayiku untuk pulang, karena kondisi Dinda yang sudah membaik jadi Dokter pun mengizinkan Dinda pulang, Aku sudah menelfon ibuku, Ayah mertuaku dan pada Bibi Dea tentang Dinda yang sudah melahirkan. katanya hari ini Ayah dan Ibuku dari kota mereka akan datang kerumahku untuk melihat si kembar. Sedang Bibi Dea semalam sudah datang menjenguk Dinda.
__ADS_1
Setelah siap semua kita pun segera menuju mobil, Bayi yang satu di gendong oleh mba Siti dan yang satu di gendon Dinda yang Aku dorong menggunakan kursi roda, sedang tas ransel di bawa pak sopir. Sedang Akbar dari kemaren di rumah dengan mba Iis.
Sampai di rumah dede kembar di tidurkan di dalam box bayi yang sudah Aku taro di dalam kamarku, untungnya kamarku dan Dinda cukup besar dan luas jadi bisa di taro box bayi. Aku beli box bayi yang muat untuk dua bayi, jadi dede kembarku bisa di letakan dalam satu box, dan di tengahnya Ada untuk sekatnya juga.
"Sayang,,,istirahat gih,, Mas mau ambilkan makan buat sayang dulu, karena ini sudah waktunya minum obat,, "kataku sambil membatu Dinda naik ke kasur dan membantunya duduk dengan nyaman.
"Iya Mas,,, Ibu Mas dan Ayah Doni kapan datang,,? "
"Ibu mungkin nanti siang sampai, dan kalau Ayah sama Mamah mungkin nanti sore baru sampai sininya,, "kataku.
Setelah itu Aku ke meja makan untuk,mengambilkan Dinda makan.
"Papah,,, dedenya mana,, Akbar pengin lihat,,?"Akbar yang baru pulang sekolah langsung berteriak mendekatiku yang sedang membawa makanan.
"Ada di kamar sayang,, Kaka cuci tangan dulu dan ganti baju, baru lihat dedenya,, ok,, "
"Ok Pah,,mba Iis temani Akbar ganti baju yuk,, "sambil mrnarik tangan Mba Iis.sedang Aku masuk kamar untuk mengantar makanan untuk Dian.
"Mamahhh,, Akbar kangen,, "kata Akbar yang masuk kamar langsung memeluk Dinda.untungnya Dinda sudah selesai makan.
"Mamah juga kangen sama Kaka,, "sambil menciumi wajah Akbar.
"Iya sayang,, tapi dedenya lagi bobo, pelan pelan yah,, "Aku yang menjawabnya.
Lalu Aku mengangkat Akbar agar melihat adeknya.
"Pah,, dedenya cewe dua duanya,,? "
"Iya sayang,, Kaka Akbar nanti kalau sudah besar harus jadi kaka yang baik yah, soalnya dedenya cewe cewe jadi harus di jagain sama kakanya,, "
"Siap Pah,,, "
Lalu yang satunya dede bayinya menangis, Aku menggendongnya untuk Aku berikan pada Dinda agar di beri ASI.
Akbar dengan antusiasnya duduk di dekat Dinda sambil melihat dedenya minum ASI.
__ADS_1
Sekitar jam 3 sore Ibuku baru sampai, dan Ibu sangat senang melihat cucunya.
"Trimakasih ya Din,, Dinda sudah memberikan Ibu dua cucu cewe sekali gus,, Ibu sangat senang,,"kata Ibuku.
"Iya Bu,, ini juga berkat doa Ibu,, "
Ibuku selalu menemani Dinda di kamar, katanya kasian Dinda harus menjaga dua bayinya sendirian.
Pukul 5 sore, Ayah, Mamah Dian dan Zara pun datang, kakek ngga ikut katanya kurang enak badan.
Semuanya mengobrol di ruang keluarga, sambil mengobrol, sedang dede kembar di gendong ibu dan Mamah Dian.
"Mamah nyidam ngga,,? "tanya Dinda.
"Mamah parah kak nyidamnya,, Mamah jadi aneh ngga mau di deketin Ayah,, katanya Ayah bau,, "Zara yang menjawab.
"Serius,, "Ayah dan Zara mengangguk, sedang Dian hanya tersenyum malu.
"Tapi sekarang udah ngga kok,, "kata Dian.
"Iya itu namanya orang nyidam, pasti jadi aneh, yang tadinya seneng makan ini, semenjak nyidan jadi ngga suka,, emang kadang orang hamil itu maunya ya yang aneh aneh juga prilakunya kadang ikut aneh, seperti Dian ini,,, "kata Ibuku.
Saat kita sedang mengobrol,, Bibi Dea datang bersama Papahnya Zara, dan kita semua pun sedikit kaget.
"Malam semua,, wah ramenyaa,, "kata Bibi Dea. Dan langsung menyalami semuanya, sedang Zara langsung memeluk Papahnya.
"Kok kalian bisa datang bersama,, apa jangan jangan kalian ada hubungan yah,, ?"tanya Ayah Doni. Sedang Bibi Dea hanya tersenyum malu.
"Ayo siapa yang mau jawab ini Bibi apa Papah Zara yang mau jelasin,,, "kataku.
"Maaf sebelumnya Dea yang mau jelasin,, Sebenarnya Dea sekarang kerja di perusahaan Mas Hendra, makanya kita bisa ke sini bersama,, "jawab Dea.
"Oh gitu,,, tapi kalian sepertinya sangat dekat"
Dian yang berkata.
__ADS_1
"Sebenarnya Saya ingin menikahi Dea,, tapi Deanya ngga mau,,, "saat Papah Zara berkata seperti itu setak semua yang ada di ruangan itu pun diam dan ada yang melihat ke arah Dea ada juga yang melihat ke arah Papah Zara.
Jangan lupa like komen dan votenya,, trimakasihh...