
Setelah mengantar ibunya papah ke bandara,aku dan papah langsung menuju ke mol, rencananya hari ini aku ingin menemani papah akan berbelanja untuk kebutuhan di apartemen papah.
Setelah sampai di mol kita masuk dan langsung menuju supermaket, papah mendorong troli dan aku memilih barang yang sudah papah catat.
Setelah troli penuh dengan barang yang sudah kita pilih, lalu kita menuju kasir untuk membayar, papah memberikan dompetnya padaku,lalu aku mengambilnya.
" Kita makan dulu dek, ?"kata papah.
"Iya,"jawabku.
Aku dan papah lalu memilih tempat makan yang tidak terlalu rame agar tidak terlalu lama menunggu.
Setelah kita pesan makanan, sambil menunggu makanan datang kita pun mengobrol.
"Ibumu ngga marahin kamu kan kemaren dek,? "tanya papah padaku.
"Ngga,, cuman ibu menasehati Dinda, dan menanyakan apa benar Dinda mencitai Ayy apa hanya rasa sayang karena merasa nyaman, dan juga apa Dinda sudah siap kalau mau menikah muda dan berhenti kuliah karena harus mengurus anak dan suami, "jawabku.
"Trus adek jawab apa, ?"aku hanya menggelengkan kepala, "Apa adek belum siap,apa meragukan citaku, "lagi lagi aku menggeleng.
"Turus maunya Adek sekarang apa,? jawab dong dek, biar aku tau yang adek inginkan,!"
"Di,, nda sih siap untuk menikah,tapi,,,Dinda juga pengin terus kuliah, "jawabku.
"Setelah menikah kalau adek pengin kuliah, adek bisa terus kuliah kok dek, aku ngga melarang,"
"Tapi nanti kalau Dinda langsung hamil gimana, pasti akan susah,?"
"Tenang aja sih dek, kan aku dosen nanti aku bisa bantuin adek kok,kalau adek langsung hamil nanti bisa aku atur masalah kuliahnya,sekarang yang perlu kita rencanakan adalah gimana cara mendapat restu dari ayah adek, "kata papah.
Saat mau menjawab ,pelanyan datang membawakan makanan yang kita pesan,karena lapar kita pun langsung makan tanpa mengobrol.
Selesai makan kita langsung pulang menuju apartemen papah, tapi saat kita sampai parkiran dan akan masuk mobil tiba2 ada yang memanggilku.
__ADS_1
"Dinda,,,, "aku langsung mencari asal suara itu dan saat aku melihatnya ternyata kak Aldo.
"Hayy,,, kak gimana kabarnya,? "tanyaku.
"Seperi yang kamu lihat, kamu gimana kabarnya, ?"
"Dinda sehat,,, "
"Kenapa no ku di blok sih Din, aku ada salah yah sama kamu,? "aku hanya tersenyum.
"Kaka nga ada salah kok,, hemmm soalnya Dinda sudah punya teman dekat trus dia orangnya pencemburu,jadi temen wa cowo di blok kin sama dia, maaf ya kak, "jawabku.
"Oh,, gitu,"belum selesai kak Aldo bicara klakson mobil udah bunyi ajah...
Tinnn,,, tinn,,,
"Kak maaf yah Dinda harus pulang, sampai jumpa lagi, "kataku sambil ku buka pintu mobil dan langsung masuk.
Saat masuk mobil Aku melihat wajah papah yang melihatku dengan tatapan yang susah di artikan, soal no kak Aldo yang di blok itu memang di blok oleh papah, karena papah ngga mau aku terlalu dekat dengan Kak Aldo.
Aku langsung tersenyum mendengar perkataan papah yang sepertinya sedang cemburu.
"Cuman saling menanyakan kabar dan kak Aldo menanyakan kenapa nonya di blok,"
"Trus adek jawab apa,? "sambil melihatku sekilas karena papah sedang menyetir.
"Dinda ya minta maaf, lalu memberi tau ke kak Aldo kalau yang ngeblok nonya, pacarnya Dinda,"kataku sambil tersenyum.
Dan ternyata papah juga tersenyum ke arahku, "Kenapa tersenyum gitu,?"
"Seneng aja adek dengernya, kalau adek nggakuin udah punya pacar,"sambil menarik tanganku lalau di ciumnya punggung tanganku.
Lalu aku pun tersenyum dan mendekat ke papah, cupp... dan ku cium pipi papah.
__ADS_1
"Sudah berani yah sekarang, "
"Hehe,,,"
.
.
.
Kita sampai di apartemen langsung menata barang belanjaan, papah membantu yang di taro di dalam kulkas, sedang aku mebereskan yang di taro di lemari atas kompur.
"Ayy,,, abis ini Dinda pulang yah, udah mau sore ini takut ibu kuatir, "kataku sambil mendekat ke papa yang sedang di depan kulkas.
"Nanti aku antar sampai rumah, aku mau bertemu ibumu, "jawabnya.
"Mau apa sih,,,? "
"Biasa aja ngapa sih ngomongnya,, ngga usah ngegas gitu, cemburu yah..... "sambil mengacak rambutku papah menjawab.
"Ih,,,, Ayyy nyebelinnn... "kataku dan aku pukul dada papah..
"Hahaa,,, iya maaf maaf, aku mau bertemu ibumu untuk ngucapin trimakasih telah merestui hubungan kita kok, "sambil memegang tanganku agar berhenti memukulinya.
Lalu di gandengnya tanganku ke arah sofa, lalau kita berdua duduk bersebelahan.
"Dek,, aku mau tanya serius sama adek, "aku menganggukan kepalaku.
"Adek udah siap kan kalau nanti adek akan langsung menikah dengan ku, "
"Adek ngga nyesel kan kalau nikah muda, "aku menggelengkan kepalaku.
"Nanti aku mau bicara dengan ibu adek, untuk meminta izin menikahi adek, karena nanti setelah ibu adek mengizinkanya, ahir pekan besok aku mau dateng ke rumah ayah adek juga, aku mau minta restu juga izin darinya,"
__ADS_1
"Apa Dinda perlu ikut,?Dinda takut ayah dan Ayy baku hantam lagi, "tanyaku.
"Ngga perlu,, aku aja dulu yang ke sana, adek di sini doain aja supaya ayah adek mau memberi restu untuk kita,"