
Pagi harinya Aku dan Mas Hendra bersiap untuk berangkat ke rumahku, begitu juga dengan Mamah yang akan ikut juga.
Setelah semua bersiao kita pun meninggalkan Hotel. karena masih pagi jadi jalanan pun tidak begitu macet, sekitar 30 menit kita pun sampai di rumahku.
"Ayo Mah,, masuk.ini gubug Dea,, dan yang itu rumah Kak Doni,, "
"Bagus kok sayang rumahnya,, adem,, "kata Mamah sambil kita jalan menuju pintu, sedang Mas Hendra menurunkan barang barang dari mobil.
Aku dan Mamah pun masuk ke dalam, dan Mas Hendra di belakang kita sambil menarik dua koper.
"Mas,, koper Mamah masukun kamar itu aja,, "kataku sambil menunuk ke kamar tamu.
Lalu Mas Hendra pun memasukan koper Mamah ke kamar, Aku dan Mamah duduk di sofa sambil mengobrol.
Mamah banyak bertanya tentang rumahku dengan rumah Kak Doni yang saling berdekatan.
DI RUMAH DIAN
"Mah,,, nanti Zara menginap di rumah Bunda yah,, Zara masih kangen sama Papah,, "kata Zara yang sekarang ada di kamar Dian.
"Iya boleh Zara nginap di sana, tapi Zara juga harus jaga sikap, Zara itu udah besar dan sudah bisa bedakan yang mana yang baik dang yang ngga baik, jadi Zara jangan buat malu di sana karena nanti Mamah yang akan malu karena tidak bisa mendidik Zara dengan benar,, "kata Dian sambil menyiapkan baju buat Doni yang akan berangkat mengajar.
"Iya Mah,, Zara tau kok,, "
"Ya udah sanah mandi, dan bersiap sekolah, itu Ayah udah mau selesai mandinya,, "Zara pun menurut, lalu keluar dari kamar Dian.
__ADS_1
"Mas,, ini bajunya,, "Kata Dian saat Doni baru keluar dari kamar mandi.
"Iya sayang makasih,, "sambil mengambilnya di atas tmpat tidur.
"Mas,, kita nanti ke rumah Dea jam berapaan,,? "sambil membantu mengancingkan baju Doni.
"Sorean aja,, mungkin jam 4 sore,, kamu ngga usah ke toko yah,, takut nanti cape,, "sambil tangan Doni mengusapi perut Dian.
"Iya,, Mas pake celananya gih,, Dian mau siapin sarapan,, "setelah kancing baju terpasang semuanya.
"Mas minta ini dulu baru boleh pergi,, "sambil mengusap bibir Dian dan tangan satunya memegang pinggang Dian.
"Ngga usah macam macam deh Mas,, "
"Bentar aja,,janji deh,, "sambil mendekatkan bibirnya pada bibir Dian.
Tangan Doni sambil meremas bo**ng Dian dengan gemas.
"Eeemmm,,, "kata Dian saat ciumanya cukup lama.
"Maaf,, enak soalnya,, "setelah Doni melepaskan ciumanya dan sambil mengelap bibir Dian yang basah olehnya.
"Anak Ayah,, ngga boleh rewel yah,, di dalam yang anteng, "sambil mengusapi juga menciumi perut Dian.
"Iyaa,, Ayah,, dede ngga rewel kok,, "kata Dian sambil menirukan suara anak kecil.
__ADS_1
"Ya udah ya Mas,, "kata Dian lagi.
Lalu Dian pun keluar kamar dan menuju dalur untuk menyiapkan makanan.
"Mahh,, Zara pengin Su*su yah,, "Zara yang baru keluar dari kamarnya.
"Zara,, kamu udah besar bikin sendiri,, kamu ngga lihat apa Mamah kamu tuh sedang apa, kamu udah besar jangan selalu meminta Mamah kamu untuk meladeni kamu,, apa lagi Mamahmu lagi hamil gitu, "kata Kakek, kakek juga sudah duduk di bangku meja makan.
"Iya Kek,, "jawab Zara sambil mengambil gelas untuk bikin Su*su.
Setelah itu mereka berempat pun sarapan bersama. selesai sarapan Doni dan Zara berangkat bersama menggunakan motor.
"Di,, Zara sekarang sudah besar dan kamu juga sedang hamil, kamu jangan terlalu memanjakanya,, takutnya nanti jadi kebiasaan dan Zara ngga bisa mandiri nantinya,, "kata Kakek saat sedang mengobrol di ruang keluarga bersama Dian.
"Iya Pah,, Dian juga ngga terlalu memanjakanya sekarang,, Dian juga sekarang sering mbilangin untuk lebih mandiri, kita juga harus pelan pelan kan bilanginya, karena kita emang tadinya selalu memanjakanya,, "
"Iya,,, memang kita juga yang salah, tadinya terlalu memanjakanya,,, "
"Nanti sore kalian jadi ke rumah Dea kan,, "
"Jadi,,, Papah ikut kan,, "
"Papah besok nyusul aja,, "
"Oh gitu,, ya terserah Papah saja,,
__ADS_1
Maaf dikit,,
Jangan lupa like komen dan votenya, mksh,,