MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Dinda Kuhatir


__ADS_3

Agung bersiap akan berangkat, dan Dinda dari tadi yang merasa tidak enak di dalam hatinya bilang pada Agung untuk tidak berangkat sore ini.


"Mas,, Dinda merasa ngga enak, jangan berangkat sekarang ya, besok pagi aja, "saat Agung mau menarik koper yang akan di bawa keluar dari kamar.


"Sayang,, Mas harus berangkat sekarang, tenang yah Mas akan baik baik saja, sayang doakan Mas supaya sampai dengan selamat aja,, nanti Mas sampai di sana pasti langsung telfon,"sambil memeluk Dinda lagi, karena tadi Dinda sudah bicara dua kali untuk menyuruh Agung berangkat pagi aja.


"Tapi Mas harus janji, harus baik baik saja dan selalu hati hati,, Dinda sama anak anak selalu menunggu Mas pulang ke rumah,, "


"Iya sayang,,Mas akan baik baik saja, Mas janji,, udah yah jangan sedih lagi, Mas kan cuma pergi 3 hari saja,, "sambil melepaskan pelukanya.


"Iya,, "


Lalu Dinda ikut mengantar Agung sampai mobil, pak supir mengantar Agung ke bandara, tadinya Dinda juga akan ikut mengantar ke bandara, tapi Agung melarangnya, kasian anak anak di tinggal kata Agung.


Agung juga tidak lupa berpamitan sama kembar dan Akbar, Agung menciumi mereka dan juga memeluknya.


Setelah mobil Agung pergi, Dinda memegang dadanya yang tiba tiba merasa nyeri.


Sedang di lain tempat ada yang sedang merencanakan kejahatan untuk melenyapkan Agung.


"Siap Bos,, kita pasti kan tidak akan meninggalkan jejak, "


"Bagus,, itu yang saya mau,, dan kalian juga harus buang mayatnya ke laut biar di makan ikan sekalian, "


"Siap Bos,, "


"Ya sudah kalian pergi sekarang, karena target kita pasti sudah sampai di bandara,dan lakukan seperti rencana kita tadi, mengerti kalian,, "si anak buah menjawab iya.


Lalu si anak buah langsung pergi meninggalkan bosnya itu.


"Hahaaa,,, Aku akan mendapatkanmu dan juga jabatan sebagai Dokter Bedah terbaik akan menjadi miliku juga,, hahaaa,,, "pria itu sambil duduk di sebuah ruangan sambil memegang foto Dinda.

__ADS_1


Sedang Agung sudah sampai di bandara.setelah melakukan penerbangan dengan pesawat dari kota menuju semarang. Agung menaiki taxsi untuk menuju Hotel yang sudah di pesan oleh pihak acara.


Saat di jalan sepi, taxsi yang di naiki Agung di hadang sebuah mobil, untungnya supir taxsi mengerem dengan tepat waktu, karena kalau sampai tidak tepat waktu pasti taxsi yang di naiki Agung langsung menabrak mobil yang menghadangnya.


Lalu keluarlah 4 orang dari dalam mobil, supir taxsi juga langsung turun sambil marah.


"Apa apan kalian,, "kata si supir. tapi satu pria langsung memukul tengkuk lehernya dan si supir langsung jatuh dan pingsan.


"Turun,,, "kata dua orang pria yang menggedor pintu mobil, karena Agung masih ada di dalam belum keluar. Agung pun turun dari mobil.


"Siapa kalian,, dan mau apa,,? "tanya Agung.


"Ngga perlu tau kita ini siapa, yang jelas kita di sini ingin melenyapkanmu,, haha,,, "lalu meraka berempat tertawa.


Lalu Agung di serang empat orang itu,Agung pun bisa melawanya. tapi karena Agung sendirian dan mereka berempat, Agung pun kalah.


"Kita habisi dia saja langsung,, "kata satu orang, sedang yang satunya mengangguk sambil mengambil pisou dari balik bajunya.


"Hahaaa,,, mudah sekali mengalahkanya, hanya pria seperti ini ngga ada susahnya bagi kita, hahaa,, "semua sambil tetawa.


"Udah kita habisi saja dia,, biar cepat kelar kerjaan kita,, "


"Iya,, hahaa,, "sambil mengarahkan pisou ke arah perut, Agung yang melihatnya berusaha brontak. tapi karena Agung di pegangi dia pun susah untuk menghindar. dan ahirnya pisou pun menancap di perut Agung.


Dinda yang sedang mengambil gelas untuk minum, tiba tiba gelas itu jatuh dan pecah.


"Ya Tuhan,, ada apa ini,, kenapa tiba tiba dadaku merasa sakit,, "kata Dinda dengan pelan berbicara.


"Ada apa Bu,,? "tanya mba siti yang mendengar pecahan gelas.


"Ya tuhan Bu,, kaki Ibu berdarah,, "kata Mba Siti saat melihat ke bawah.

__ADS_1


Lalu Mba Siti mengambil pecahan kelas, sedang Dinda masih merasakan sesak dan sakit di dadanya.


"Bu,, kakinya di obatin dulu,, kaki ibu berdarah,, "Dian baru tersadar saat Mba Siti memegang kakinya sambil bicara.


"Mba,, ini sudah jam berapa,, ?"tanya Dinda.


"Jam 8 malam Bu,, "


"Mba tolong ambilin Hp saya di kamar Akbar,, "kata Dinda, karena tadi Dinda dari kamar Akbar dan mau ambil minum untuk di bawa ke kamar Akbar.


Mba Siti pun lalu ke kamar Akbar untuk mengambil Hp Dinda. sedang Dinda berjalan sambil tertatih karena kakinya merasa sakit.


Mba Siti memberikan hpnya pada Dinda, lalu Mba Siti mengobati kaki Dinda.


"Ngga usah Mba, biar nanti saya sendiri saja yang obati,, "


"Biar saya aja Bu,, ibu sepertinya sedang tidak sehat,, "sambil mengelap darah di kaki Dinda.


Dinda langsung menelfon ke hp Agung, dan terhubung, tapi tidak di jawabnya.Dinda tetap terus menelfonya tapi sama tidak ada jawaban terus.


Dinda lalu menelfon ke teman sesama Dokter yang bekerja di rumah sakit tempat Agung bekerja.


"Seharusnya Dokter Agung sudah sampai di hotel, coba aja Dokter Dinda telfon ke Hotel tempat Dokter Agung menginap,, "


"Oh iya benar juga,, terimakasih ya Dok atas infonya,, "Dinda lalu mematikan telfonya.


Setelah itu Dinda mencari no telfon tempat Agung menginap di mbah google. Setelah dapat Dinda langsung menelfon Hotelnya.


Tapi ternyata kata pihak Hotel nama Agung Pamuji belum datang, dan memang ada nama pemesanan kamar atas nama Agung Pamuji.


Dinda yang kuatir juga bingung hanya bisa menelfon hp Agung terus, siapa tau nanti ada yang akan mengangkat telfonya.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya yah, trimakasih..


__ADS_2