
Hari pun berlalu sangat cepat, besok rencananya papah mau pergi ke kampung ku untuk menemui ayah.Hari ini pulang kuliah aku langsung menuju apartemen papah, karena papah menyuruhku datang,sudah 3 hari ini aku belum bertemu papah karena kita sama sama sibuk.
Sesampainya di apartemen papah aku langsung masuk. Lalu aku menuju dapur karena papah mengatakan akan pulang jam 4 sore, sedang sekarang baru jam setengah 3 jadi aku ingin memasak untuk makan kita berdua nanti.
Aku akan memasak ikan goreng,sambel dan juga menggoreng kerupuk. Aku mengerjakanya dengan rasa senang, aku jadi menghayal mungkin nanti setelah menikah dengan papah aku akan seperti ini tiap hari, setiap pulang kuliah aku langsung memasak dan beres beres rumah. Karena dari kecil aku sudah terbiasa dengan pekerjaan rumah membuatku tidak canggung dalam mengerjakanya.
Selesai memasak aku langsung menatanya di meja.Dan setelah tertata di meja aku langsung membereskan dapur untuk mencuci prabotan yang tadi aku gunakan untuk memasak.
Ahirnya semuanya sudah beres, tinggal menunggu papah pulang. Aku duduk di sofa sambil menonton tv dan juga memainkan hpku.
Aku mendengar suara pintu di buka, saat ku lihat ternyata papah yang sudah pulang. Aku langsung tersenyum dan mendekat ke pada papah.
"Adek sudah lama,,? "tanya papah padaku setelah aku mendekatinya.
"Belum,,,baru 2 jam,"jawabku,sambil aku memeluk lengan papah dan kita pun berjalan menuju sofa.
"Mamas,, mau mandi dulu apa mau makan dulu,? Dinda tadi sudah masak soalnya, "kataku.Sekarang aku sudah mengganti panggilanku pada papah, soalnya ibu selalu menegurku,menyuruhku jangan memanggil papah lagi sedang kan kalau aku panggil Ayy depan ibu atau orang kan malu karena itu hanya panggilan untuk waktu kita berdua saja, jadi aku dan papah sudah sepakat untuk mengganti panggilanku kepada papah dengan memanggilnya mamas,,,
"Pantesan pas Mamas masuk tuh sudah tercium bau masakan, pasti enak nih,! Tapi Mamas mandi dulu yah dek, biar seger badanya, "
"Iya udah Mamas mandi dulu, Dinda mau siapin makananya dulu, "kataku.
"Tapi cium dulu dong dek, "sambil menujukan pipi dengan jarinya,lalu papah mendekat padaku.
"Ihh,,, sanah mandi,bau tau... "sambil aku berjalan cepat menuju dapur.
Tapi tangan papah dengan cepatnya menarik pinggangku agar mendekat dan badanku pun langsung menabrak ke badan papah.
__ADS_1
"Mau ke mana hemmmm,,, ?ini dulu baru boleh pergi,"sambil menujuk pipi lagi papah berbicara.
Di usapnya pipiku lalu di angkatnya daguku agar menghadap papah, aku langsung tersenyum saat mata kita saling menatap.
Berlahan bibir papah menempel di bibirku, dan dilum*tnya bibirku dengan sangat pelan, lalau ku kalungkan tanganku di leher papah,aku membalas lum*tan papah dan bertukar salvina.
"Eeemmmm,,,,,,, "
Aku mendorong badan papah setelah aku merasa nafasku sudah hampir habis.
Di usapnya bibirku yang basah oleh papah,"Mamas mandi dulu yah, "kata papah setelah mengusap bibirku, lalu sebelum pergi papah mencium keningku.Setelah papah masuk ke kamar aku juga langsung ke dapur untuk menyiapkan makan untuk papah.
Sambil menunggu papah selesai mandi aku menelfon ibu, untuk memberi tau kalau aku di apartemen papah, ibu juga bilang akan pulang malam karena akan ada acara makan malam dengan rekan bisnisnya.
Saat sedang duduk dari belakang ada yang memeluk pundaku dan mencium rambutku,saat ku menengok rupanya papah sudah selesai mandi.Aku pun tersenyum melihatnya.
"Menelfon ibu, Dinda bilang sedang ada di apartemen Mamas,takutnya ibu kuatir, tapi ibu juga bilangnya mau pulang malam karena ada acara, "kataku sambil berdiri mengambilkan nasi untuk papah.
"Jangan banyak2 dek, "
"Ko tumben ngga mau banyak, apa sudah makan di luar,? "tanyaku.
"Belum,,, tapi Mamas habis ini pengin makan kamu,,,, "
"Iiihhhhh,,,, mesum,! "bisa bisanya si papah mau makan aja ngegombal receh dulu.
"Tapi suka kannn,,, "
__ADS_1
"Udah nih makan, jangan ngegombal aja,"kataku.
Lalu kita pun makan bersama, selesai makan aku membereskan meja sedang papah menuju kamarnya, katanya mau menyiapkan baju yang akan di bawa besok.
Selesai beres beres dapur aku langsung menuju kamar papah, dan saat ku buka pintu aku melihat papah yang sedang menata bajunya untuk di taro di koper.
"Ada yang mau di bantu ngga,?"tanyaku setelah mendekat ke papah.
"Ngga usah dek, ini udah selesai,, "
"Mamas mau berapa hari di sana,? "kataku sambil duduk di dekat papah yang duduk di kasur.
"Cuman dua hari kok,dek "
"Mamas Jangan berantem lagi ya,dengerin aja kalau ayah ngomong,jangan pake emosi ngadepinya, harus pake kepala dingin, "
"Iya,,, Mamas tau dek, adek jangan kuatir demi restu untuk kita Mamas pasti akan berusaha, adek doakan aja yah,"kata papah sambil menariku dan langsung memeluku.
Aku hanya menganggukan kepalaku dan tersenyum. pelukan papah rasanya sangat nyaman dan bau tubuh papah sangat menenangkan, semoga niat baik ku dan papah untuk menikah di restui oleh ayah, karena kalau sampai ayah tetap tidak merestui ku entah gimana jadinya aku ini, rasa nyaman dan sayang ke papah sudah menjadi rasa cinta yang sangat mendalam, mungkin sebagian orang akan memandangku dengan jijik karena menikah dengan mantan suami ibu, karena bagai manapun papah dan ibu pasti sudah berhubungan intim, tapi bagiku itu tidak masalah, karena di bandingkan dengan pria pria yang suka celap celup sana sini mending papah hanya dengan ibuku, dan juga aku tidak merasa merebut dari ibu karena rasa cintaku hadir setelah papah dan ibuku berpisah.
"Mamas,,, Dinda mau pulang dulu ya,"kataku.
"Mamas antar yah, "
"Ngga usah, biar Dinda naik taxsi aja, besok Mamas mau perjalanan jauh, pasti butuh istirahat yang cukup, Mamas istirahat aja yah biar Dinda pulang sendiri, "
"Mamas Ngga mau ada penolakan, ayok...."
__ADS_1
Lalu Papah menarik tanganku dan kita pun langsung keluar dari apartemen menuju parkiran.