
Pagi ini Aku dan Suamiku berangkat bersama, dan kita juga akan mengantar Akbar kesekolah dulu, karena jam berangkat kita sama jadi Akbar kita antar ke sekolahnya dulu.
"Mas,,, kamu ngga usah turun, biar Dinda yang anterin Akbar sampai kelas,, "suamiku hanya mengangguk dan tersenyum. saat ini kita sudah sampai di sekolah Akbar.
Aku rasanya ngga rela kalau Suamiku jadi bahan gosip ibu ibu di sekolah Akbar.
"Sayang,,, sekolah yang pintar yah, Mamah mau ke rumah sakit dulu, nanti yang jemput Mba Siti yah,,, "kataku saat di kelas Akbar.
"Iya Mah,,, "Aku pun mencium kening Anaku dan setelah itu Aku keluar dari kelas Anaku.
Sampai di mobil Aku masuk dan pak sopir langsung menjalankan mobil. sekitar 20 kita sampai di rumah sakit.
Aku dan Suamiku masuk ke dalam rumah sakit, tak lupa Suamiku menggandeng tanganku, dan banyak mata yang memandang ke arah kita. memang sudah banyak yang tau kalau Dokter Agung adalah Suamiku tapi ada juga yang tak percaya. mungkin kalau di lihat dari segi umur Aku dan suamiku tidak lah serasi, tapi bagiku Suamiku itu orang yang masih sangat tampan dan perkasa.
Karena jam masih menujukan pukul 8 pagi, jadi Aku dan Suamiku menuju ke ruanganku dulu.
"Pagi Suster Jeni,, "sapaku.
"Pagi Dokter,, oh ya Dok ada titipan, ini dari Dokter Budi, "Aku menatap Suamiku, dan Suamiku pun memberi kode untuk mengambilnya, Sepertinya makanan karena di lihat dari tempatnya.
"Dokter Budi sering ngasih makanan kaya gini, "saat kita sudah di ruanganku. Aku hanya mengangguk, Aku hanya ingin jujur.
"Enak yah Dek ada yang selalu perhatian ,"Aku hanya diam dari pada Aku salah jawab nanti jadi berantem.
"Coba buka, Mas pengin lihat isinya,, "saat Aku taro kotak itu ke meja.
__ADS_1
Saat Aku buka di dalam isinya nasi kuning yang di bentuk hati, dan ada lauknya seperti Ayam, berkedel dan bihun goreng. Dan ada tulisanya juga, ya ampunnn mati aku, dalam hatiku. lalu tulisanya di ambil Suamiku dan di bacanya.
Pagi,,, ini sarapan sepesial untuk Dokter Cantik. jangan lupa di makan yah...
Tiba tiba Suamiku mengambil kotak makan itu dan langsung menuju tempat sampah, brukkk... kotak itu terjun ke tiong sampah yang ada di dekat kamar mandi ruanganku.
Dan Suamiku tanpa kata langsung duduk di sofa, jangan di tanya wajahnya, langsung seram.
"Ngga usah marah,, yang penting Dinda ngga ngelayanin, dan Dinda cintanya sama Mas doang,, selamanya, "sambil Aku duduk di pangkuan Suamiku. Suamiku pun memeluku .
"Mas hanya takut Adek akan memilih yang muda, Mas takut,, "ku usap wajah Suamiku.
"Kalau Dinda suka sama yang muda, untuk apa dulu Dinda memilih Mas yang pantas untuk jadi Ayah Dinda, Dinda cinta dan Sayang Mas itu tidak melihat dari umur atau karena Mas udah tua, tapi karena Dinda nyaman dan benar benar sayang juga cinta,"Suamuku makin memeluku dengan sangat erat.
"Udah yah jangan di pikirkan,, sekarang lebih baik kita ke ruangan Dokter Ani,, "Suamiku pun mengangguk dan kita pergi keluar dari ruanganku.
"Iya Dok,, "Aku dan Suamiku pun berjalan menuju ke ruangan Dokter Ani.
"Pagi Sus,, Saya udah janjian dengan Dokter Ani,, "kataku saat sudah ada di depan ruangan Dokter Ani.
"Iya Dok,, silakan Dokter Dinda sudah di tunggu,, "kata Susternya, tapi Aku sedikit tidak suka sama Susternya, karena matanya melirik ke arah Suamiku terus.
Aku menggandeng Suamiku untuk masuk setelah mengetuk pintu. Dan saat Dokter Ani menyuruh masuk Aku dan Suamiku langsung masuk.
"Pagi Dok,,, "sapaku.
__ADS_1
"Pagi juga Dokter Dinda,,silakan duduk. kok sama Dokter Agung yah, Dokter bedah dari rumah sakit sebelah kan,,? "Aku hanya tersenyum. Dan mengajak Suamiku Duduk.
"Iya Dok,, Dokter Agung ini Suami saya,, "kataku.
"Apa,,, masa sih Dok, kok Saya baru tau sih,,, kirain Dokter Dinda itu belum nikah loh,,? "
"Iya karena Saya memang tidak mempublikasikanya, karena sebuah alasan. dan kedatangan Saya kesini mau minta tolong Dokter Ani untuk memeriksa Saya, karena Saya sering merasa kram dan sudah satu bulan lebih ngga datang bulan,, "Aku bicara panjang lebar tapi Dokter Ani sepertinya tidak mendengarkan karena sering melirik ke Suamiku.
"Dokter Ani,, dengar kan yang Saya bicarakan,"
"Ah iya denger Dok,, ayo silakan saya priksa,, "Aku pun menuju ke ranjang pemeriksaan dan Dokter Ani mulai memeriksa perutku, Suamiku berdiri di sampingku dan melihat ke layar monitor yang memperlihatkan dalam perutku.
"Wah,, Dokter Dinda akan dapat bayi kembar nih,, ini ada dua titik kecil,, "Suamiku langsung tersenyum dan mencium tanganku. juga berucap sukur.
"Dan kandunganya baru berumur 1bulan 2 minggu,"
Setelah Dokter Ani menjelaskan semua tentang kehamilan dan memberi resep obat juga vitamin, Aku dan Suamiku berpamitan tidak lupa mengucapkan terimakasih. kita berdua menuju ruanganku sambil bergandeng tangan dan selalu tersenyum.
"Dek,, Mas senang sekali akan mendapatkan dua anak sekali gus, pasti Akbar sangat senang nanti kalau tau,, "sambil memeluku dan sekarang kita sudah ada di ruanganku.
"Mas senang,,? "tanyaku.
"Jangan di tanya Dek,, Mas sangat senang sekali, karena Mas juga sudah tua jadi Mas sangat senang akan mendapatkan 2 anak langsung, trimakasih ya Dek,, telah memberikan kebahagiaan buat Mas,, Mas akan menjaga Adek semampunya Mas, "Aku hanya mengangguk dan Suamiku mencium keningku.
**Jangan lupa untuk like, komen dan vote ya kak,, trimakasih..
__ADS_1
Nanti siangan Aku mau up lagi tapi kisah Ayah Doni, maaf yang minta ceritanya terpisah aku ngga bisa, soalnya Aku sudah pegang 2 Cerita, takutnya tidak bisa up tiap hari nantinya.. di tunggu yah dan jangan pelit untuk jempol sama komenya**..