
Aku mengantarkan Akbar ke dalam kelas, sedang suamiku Aku suruh tetap di dalam mobil, Aku tidak mau Suamiku jadi penyemangat hari orang.
Seperti biasa Aku mengantar Anaku, Setelah masuk kelas Aku langsung pergi, dan dengan berjalan tanpa menoleh kepada kanan dan kiri Aku langsung menuju parkiran.
"Ayo Mas jalan,,, udah siang, "kataku saat masuk ke dalam mobil.
"Mas ngga mau jalankan mobil ini sebelum Adek mengatakan alasan kenapa Mas tidak boleh ikut ke dalam mengantar Akbar sampai kelas, Apa Adek malu kalau orang orang di dalam tau Mas itu Suami Adek,, apa ada yang Adek sedang sembunyikan ke Mas,,, "
"Apa sih Mas ngaco aja kalau ngomng,"kataku sedikit judes .
"Trus kenapa Mas ngga boleh ikut kedalam, biasanya juga Adek kalau ngga bisa mengantar, Mas yang mengantar sampai kelas, hemmm,,,, "sambil menaikan alisnya ke atas.
"Udah ah Mas,, , ayo jalan ngga usah ngebahas ini,"jawabku.
"Mas ngga akan jalankan, sebelum Adek mengatakan alasan Mas tidak boleh mengantar Akbar ke dalam kelas, "
"Massss,,, udah yah, ngga usah di bahass,, "kataku sambil memohon, tapi suamiku menggelengkan kepala.
Ahirnya dari pada ngga jalan jalan ni mobil dan ke buru siang mau ke rumah Ibu, Aku pun ahirnya menjelaskan.
"Dinda ngga mau kalau Mas jadi bahan pembicaraan Ibu Ibu di dalam, Karena mereka mengira Mas itu ngga punya Istri dan mereka selalu membicarakan Mas,katanya Mas itu Dokter Ganteng dan juga ada yang bilang kalau Mas itu seorang Duda,"
"Ya ampun Adekk,,, Mas aja sampai ngga tau loh ada Ibu Ibu di dalam yang ngomngin Mas, emang mereka siapa ,Ibu ibu yang mana,? "
"Itu loh Ibu Ibu yang suka duduk di bangku samping kelas Akbar, mereka itu Ibu Ibu yang nungguin anaknya sekolah,, "kataku sambil memonyongkan bibirku.
"Mas sungguh ngga pernah lihat mereka loh Dek,, karena Mas kalau sudah mengantar Akbar ke kelas,Mas langsung pergi dan ngga nengok kanan kiri, "
"Tau ah,,, Mas bohong juga Dinda ngga tau kan, "kataku.
"Bener Dek,, Mas ngga bohong,, Adek cemburu yahhh,,,, "sambil mengusap rambutku.
Aku langsung membuang mukaku ke arah kaca samping.
"Mas seneng loh lihat Adek cemburu,, "sambil tersenyum dan suamiku menyalakan mesin mobil.
"Kita berangkat ya sayangg,,, "Aku hanya mengangguk tapi tak melihat ke Suamiku.
Mobil Suamiku langsung melunjur ke arah rumah Ibu. sekitar setengah jam ahirnya sampai.
"Mas ngga turun ya Dek, nanti Mas jemput setelah urusan Mas selesai di rumah sakit, "setelah mobil berhenti di depan gerbang rumah Ibu.
__ADS_1
"Iya,,, hati hati ya Mas, "sambil ku cium tangan Suamiku.
Aku turun dari mobil Suamiku dan masuk ke rumah Ibu, tapi sebelumnya Pak Udin membukakan pintu gerbang dulu.
"Mba,,, Ayah sama Ibu di mana,, ?"tanyaku pada Mba Iis yang sedang menyapu.
"Eh,, Non Dinda, Bapa sama Ibu ada di kamar Non, "
"Oh,, iya udah ya Mba, Dinda mau langsung ke kamar Ibu, "jawabku sambil jalan ke kamar Ibh.
Tokkk,, Tokkk....
"Yah,, ni Dinda, "karena kamarnya di kunci.
"Iya,, tunggu,,, "
Setelah pintu terbuka, Aku langsung masuk, dan melihat Ibu yang tiduran di kasur. Aku lalu mencium tangan Ibu dan keningnya.
"Ibu dari kapan ngedrop kaya gini lagi,?"
"Baru kemaren kok sayang,,, "jawab Ibu.Lalu Aku cek denyut nadinya, dan sangat lemah.
"Minum kok,Kemarin Ayah langsung beli ke apotik saat Ibu muntah muntah, "jawab Ayah sambil duduk di sofa.
"Ibu jangan kecapean Bu,, makan juga harus di jaga, sakit begini jangan di sepelekan, "sambil ku usap tangan Ibu.
"Ibu juga ngga mau sakit Sayang, tapi memang Ibu kemaren menyelesaikan kerjaan Ibu, soalnya Ibu memang mau mengundurkan diri dari kerjaan Ibu"jawab Ibu.
"Trus sekarang udah mengundurkan dirinya Bu, ?"
"Udah,,,tapi Ibu malah kambuh lagi, "
"Ibu di rawat aja ya Bu,, biar bisa cepat sembuhnya,? "
"Ngga lah sa,, hoekkk.. hoekkk,,,, "Ibu muntah muntah lagi, Ayah langsung mengambil ember kecil yang kusus untuk Ibu muntah.
Wajah Ibu sudah sangat pucat, dan Ibu sepertinya sangat lemas.
Saat Ayah sedang membersihkan muntahan Ibu, Aku menelfon Suamiku yang ada di rumah sakit, untuk meminta mengirimkan mobil ambulance ke rumah Ibu. Suamiku untungnya bisa Langsung mengiyakan.
Aku menyiapkan baju serta keperluan lain yang akan di bawa ke rumah sakit.
__ADS_1
"Yah,, Dinda sudah menelfon Mas Agung untuk mengirim mobil ambulance ke sini, Ibu di gendong ke sofa ruang depan aja yuk, "kataku.
Lalu Ayah mengangkat badan Ibu menuju ruang depan.
Setelah menunggu setengah jam mobil dari rumah sakit pun datang, Ibu langsung di angkat dan di masukan ke dalam mobil.
Mobil menuju rumah sakit dengan cepat, dan Ibu sudah kelihatan sangat lemas, Aku menyuruh Suamiku untuk menunggu di depan rumah sakit karena Aku ingin Suamiku yang menangani Ibu.
Sampai di rumah sakit, Ibu langsung di bawa ke ruang UGD dan Suamiku yang menanganinya langsung.
Aku dan Ayah menunggu di luar sambil duduk di bangku.
Sekitar 30 menit Suamiku ke luar dari UGD, Aku dan Ayah langsung mendekat.
"Gimana Mas Ibu,? "tanyaku.
"Ibu sangat lemah, dan ke habisan cairan, tapi sekarang sudah sedikit ada perubahan,, "Aku pun mengucap sukur.
"Sudah bisa pindah ke kamar rawat kan Ji,? "tanya Ayah pada Suamiku.
"Udah,,"
Setelah Itu Ayah langsung mengurus kamar rawat untuk Ibu, sedang Aku menjnggui Ibu di UGD.
Selesai mendaftarkan Ibu dan mendapatkan Kamar, Ayah langsung pergi ke UGD lagi, tapi saat berjalan Ayah bertemu demgan Dokter Hani.
"Hani,,, "kata Doni memanggil Hani, karena Hani akan menghidar dari Doni tapi keburu melihatnya.
"Iiiya Mas,, Siapa yang sakit Mas,? "tanya Hani sambil menunduk.
"Istri Mas sakit dan sedang di rawat, Kalau sedang bicara orang lihat ke orangnya, jangan menunduk kaya gitu, "
"Hemm,, Maaf Mas Hani mau ke ruangan Hani dulu ya,, "tanpa melihat ke arah Doni Hani pun pergi, tapi sebelum jalan jauh Doni menarik tangan Hani, karena Doni merasa ada yang tidak beres.
"Aaawwww,,,,"kata Hani yang ke sakitan karena tanganya di tahan oleh Doni.
"Haniii,, kamu kenapa ini, "kata Doni yang kaget...
**Duh,, Istri sakit trus Hani kenapa lagi yah...
Lanjut besok ya kak,, jangan luoa like, komen serta votenya, makasih**....
__ADS_1