MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Melamar Dea Ke Kak Doni


__ADS_3

"Eehh,, maaf,, "dan Aku pun langsung mendorong badan Mas Hendra saat ada orang yang masuk.


"Kalian tuh kalau mau mesum jangan di kantor kenapa sih,, tuh hotel tempatku bekerja banyak yang kosong,,,"rupanya yang datang mba Tamara, ya ampun Aku sangat malu sekali.Aku langsung bangun dan merapikan bajuku. Lalu Aku akan pergi tapi Mas Hendra justru memeluku sambil duduk.


"Kamu tuh kalau mau masuk ketuk pintu dulu bisa kan,, "kata Mas Hendra pada Tamara, sedang tanganku berusaha melepaskan pelukanya.


"Ya sorry,, lagian tadi di depan ngga ada orang, jadi Aku langsung masuk aja,, ehh malah mataku jadi ternoda,, "kata Tamara sambil duduk di sofa.


"Pak,, Saya permisi dulu yah mau lanjut kerja,, "kataku.


"Duduk aja sini,, mau kemanasih,, ?"kata Mas Hendra padaku. lalu menariku untuk duduk di sampingnya.


"Kamu tuh jadi alay yah Dra,, kayanya kemaren kemaren ngga gitu deh,, "kata Tamara sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku aja ngga tau kenapa Aku jadi bucin gini sama ini orang,, "sambil menyenderkan kepalanya pada pundaku dan tanganya menggenggam tanganku.


"De,, kamu ngga risih tuh sama dia yang kaya anak ABG,,? "


"Risih sih,, tapi mau gimana lagi dianya suka maksa,, "kataku sambil tersenyum tipis.


"Udah,, kamu tuh ngga usah mempengaruhi Dea deh,, ada apa kamu ke sini,,? "


"Aku mau nagih janji kamu,, katanya kalau Aku bisa gagalin rencana pertunangan kita kamu mau kasih Aku sesuatu kan,, sekarang saatnya Aku minta hadiahku,, "


"Kamu mau liburan kemana,,? "


"Aku mau ke eropa,, mau ketemu pacarku di sana, soalnya nunggu dia pulang ke sini kelamaan,, Aku rasanya sudah kangen sama belaianya,, "


"Kamu tuh belum juga nikah udah main gitu gituan,, "


"Ngga usah ngomongin Aku deh,, kamu juga gitu, tadi kalau Aku ngga masuk,kamu sama Dea pasti sudah,, "


"Udah jangan di teruskan,, Aku dah trsfer ke rekening kamu seratus juta, cukup kan,, "Mas Hendra menggunakan aplikasi di Hpnya untuk trfer.


(Mas Hendra ngasih uang ke Tamara seratus juta, gilaa,,) kataku dalam hati, dan dari tadi Aku hanya jadi pendengar saja.

__ADS_1


"Woww,, cukup dong terimakasih yah,, kalau mau bantuan,Aku selalu siap bantu ok,, "Tamara tertawa senang saat melihat ke arah hpnya.


Setelah itu Tamara pun pamit pulang, dan Aku masih di ruangan Pak Direktur karena Mas Hendra melarangku keluar.


"Mas,, kamu tuh ngasih uang segitu banyaknya ngga sayang apa,, itu seratus juta tuh banyak loh, "kataku sambil menatapnya.


"Bagi Saya itu sedikit, asal itu bisa membuatku tidak menikahinya,, "


"Kamu tuh ngga mikir yah Mas, kalau cari uang tuh susah, jadi kamu tuh harus ngirit dikit ngapa sih Mas,, "


"Hahaa,, bagi Saya ngga ada Susahnya tuh,, "sambil mengedipkan matanya .


"Kita lanjutin yang tadi yuk,, "Aku langsung menatapnya tajam.


"Ngga,, Dea mau lanjut kerja,, "kataku sambil bangun.


"Tapi cium dulu,, baru boleh pergi,, "sambil menujuk ke pipinya.


Aku pun terpaksa menyetujuinya, dari pada nantinya bikin lama,, saat Aku akan mendekatkan bibirku ke pipi Mas Hendra pintu pun terbuka. Aku langsung memundurkan kepalaku ternyata Rizki yang masuk. untung posisiku sedang berdiri dan tadi Aku hanya baru mau membungkuk jadi saat pintu terbuka Aku langsung berdiri.


"Maaf Pak ini ada berkas yang harus di tandatangani oleh Bapak,, "kata Rizki mendekat ke arah sofa.


Ini kesempatanku untuk langsung keluar dari ruang Pak Direktur.


Aku pun mulai bekerja kembali, saat Aku sedang melihat ke arah komputer, Rizki datang dengan mengagetkanku dengan mengetuk ketuk mejaku dengan jarinya.Lalu Aku pun melihat ke arahnya, dan tatapan Rizki sangat seram.


"Kenap mata kamu Riz,, jangan lebar lebar buka matanya nanti kelilipan baru tau rasa kamu,, "kataku.


"Tadi Mba di dalam sama Pak Direktur ngapain,, kok Saya mencium bau bau yang ngga beres,,?"


"Mencium bau apa,, bau gosong.kamu tuh kok ya aneh ya Riz, Saya di dalam ya karena ada pekerjaan yang perlu di bahas,,kan Saya sekertaris Pak Direktur, ginana sih kamu tuh,,, "


"Tapi ini beda,, kayanya ada yang Mba sembunyikan dari Saya yah,, "


"Ngga ada apa apa Rizki,, kamu tuh kok ya curigaan amat. udah sanah lanjut kerja aja,, "kataku sambil mendorong badanya untuk pergi dari mejaku, karena Aku takut Rizki makin banyak bertanya dan nantinya justru makin curiga lagi.

__ADS_1


Ahirnya Rizki pun masuk ke dalam ruanganya, Aku pun sedikit lega dan lanjut kerja.


Sore pun datang dan sekarang waktunya pulang kerja. Pak Direktur menelfonku dan mengajaku untuk ke rumah Dinda karena mau menjemput Zara, Aku pun mau karena Aku juga kangen mereka semua.


Aku menelfon Iis untuk bilang kalau Aku ngga bisa pulang bareng karena mau ke rumah sodara, Iis pun mengerti.


Lalu Aku dengan Pak Direktur pulang bersama tapi Aku dan Mas Hendra pulangnya nunggu Rizki pulang dulu karena Aku ngga mau Rizki tambah curiga. Mas Hendra pun mengiyakan.


Setelah masuk mobil kita pun langsung berangkat ke rumah Dinda. jalanan sedikit macet membuatku tertidur di mobil, karena ada pak sopir jadi Aku sedikit tenang, Mas Hendra jadi ngga menggangguku.


Sampai di rumah Dinda masih sangat ramei dengan keluarga yang masih berkumpul.


"Kaka kapan pulang,,? "tanyaku pada Kak Doni.


"Besok sore,,"jawab Kak Doni. Aku pun mengangguk kepala, saat ini kita sedang menikmati makan malam sambil mengobrol.


"Kamu betah De kerja,,? "tanya kak Dian.


"Betah Kak,, "jawabku.


"Ya betah lah orang kerja bareng pacarnya,, "kata suami Dinda, Aku pun hanya tersenyum malu.


Selesai makan kita pindah mengobrol ke ruang keluarga, Dinda dengan Ibu mertuanya ke kamarnya untuk menidurkan si kembar, sedang Zara bersama Akbar di ruang tv, sedang Aku, Mas Hendra, Kak Dian, kak Dini sama suami Dinda mengobrol di ruang keluarga.


"Maaf Mas Doni Saya mau bicara sedikit serius, "kata Mas Hendra, Aku pun bertanya mau bicara apa yah dalam hatiku.


"Iya silakan,,"


"Saya berniat ingin melamar Dea untuk jadi istri Saya, dan Kak Doni selaku walinya Saya mohon izinya dan restunya,, "Aku langsung menatap ke Mas Hendra penuh haru.


"Apa kamu benar benar serius, apa kamu ngga bakalan menyesal atas kekurangan yang Dea miliki, apa kamu bisa berjanji untuk selalu menyayanginya dan membahagiakanya,,? "


"Saya tidak akan menyesal untuk memilih Dea untuk jadi istri Saya dan Saya juga menerima kekurangan Dea. Saya benar benar serius ingin menihahi Dea, dan saya juga berjanji untuk menyayangi dan membahagiakan Dea dengan sepenuh hati Saya,, "Kak Doni pun kelihatan sedang berfikir.


"Saya menerima lamaran kamu, tapi kamu juga harus bertanya pada Dea dia mau atau tidak dengan kamu, karena di sini Dea lah yang akan menjalankan hidup denganmu. De, apa kamu mau menerima lamaran dari Hendra,,,? "

__ADS_1


**Jangan lupa untuk like komen dan votenya yakak makasih..


Habis baca cerita ini lanjut ke cerita Aku Bukan Pebinor yah,ada yang lagi uwu uwuan soalnya,, pasti seru**...


__ADS_2