
"Mas,, Dea lapar,, "kataku saat ini Aku sedang menemani Mas Hendra di ruang kerjanya, dan membatunya mengecek pekerjaan.
"Pesan aja pakai aplikasi,itu pakai hp Saya,, "tanpa mengalihkan pandanganya pada leptopnya Mas Hendra berkata.
Aku karena memang sudah merasa sangat lapar langsung aja mengambil hpnya Mas Hendra, dan kata sandinya Aku sudah di beri tau dari kemaren, memakai tanggal lahir Zara.
Aku memesan ayam bakar utuh dan sayurnya Aku pesan cah kangkung tauco.
Setelah memesan makanan, Aku duduk disofa sambil memainkan hp Mas Hendra, Aku lihat ke arah galeri, Aku melihat banyak foto Zara di hp Mas Hendra, kayanya ini foto baru,, mungkin saat Zara berlibur ke kota. dan foto Mamah alm Mamah Zara juga cukup banyak, foto saat pernikahan Mas hendra dengan Mamah Zara pun masih ada, rupanya Mas Hendra pintar menyimpan foto kenangan,, tapi anehnya ngga ada satupun foto Mas Hendra yang bersama teman atau pas dia sendiri di galeri hpnya. Mungkin Mas Hendra tipe orang yang ngga suka foto kali, fikirku.
"Lagi lihatin apa,serius amat sih,,? "Mas Hendra mendekat padaku dan duduk di sampingku.
"Lagi lihat lihat foto di galeri hp Mas,, "kataku sambil menyandarkan kepalaku ke pundak Mas Hendra.
"Mas,, kenapa di galeri ngga ada foto Masnya,,? "tanyaku.
"Saya orangnya ngga punya foto,, "
"Oh gitu,, kalau Dea ingin foto sama Mas,, Mas mau ngga,,? "
"Buat apa sih foto foto segala,, ngga usah lah,, "jawaban Mas Hendra membuatku kesel.
"Ya udah kalau ngga mau foto bareng Dea, besok Dea foto sama Rizki aja, dan Dea pasang menjadi layar depan di hp Dea, jadi kalau Dea buka hp yang pertama Dea lihat foto Dea sama Rizki,, "kataku sambil memberikan hpnya Mas Hendra lalu Aku pun duduk dengan tegak.
"Eehhh enak aja mau foto sama Rizki,ngga boleh,,, !"
"Ya lagian Mas di ajak foto aja ngga mau, ya udah Dea foto sama Rizki aja,,"
"Ya udah sinih kita foto,, awas yah kalau besok masih ngajakin Rizki foto bareng,, "Aku pun tersenyum puas, padahal Aku hanya becanda bilang mau foto sama Rizki.
Lalu Aku dan Mas Hendra duduk bersampingan dan Aku yang memegang hpku, saat Aku menekan tombol kamera tiba tiba Mas Hendra mencium pipiku.Dan hasil fotonya sungguh buatku malu. Karena posisiku sedang tersenyum dan Mas Hendra yang menciumku, hasilnya cukup bagus tapi malu sendiri lihatnya.
"Coba lihat hasilnya,, "sambil mengambil hp dari tanganku.
"Hapus ya Mas,, Dea malu lihatnya,, "
"Malu kenapa ini bagus kok,, "rupanya Mas Hendra sambil mengirimkan fotonya ke hpnya sendiri. setelah itu hpku di kembalikanya.
__ADS_1
"Bagus ngga,, "kata Mas Hendra menujukan hpnya padaku, yang layar hpnya sudah di pasang dengan foto tadi.
"Mas,, hapus ngga,,! jangan di pasang di situ, nanti takutnya ada yang lihat,, "kataku sambil Aku merebut hp Mas Hendra,tp Mas Hendra melarangku menghapusnya.
"Jangan di hapus,, Saya suka lihatnya, kalau ada yang lihat biarkan saja,, "Ahirnya Aku pun mengalah.
Suara bel Bunyi ,pasti ini pesananku sudah datang.
"Biar Saya aja, kamu tunggu di meja makan saja sanah,, "Aku pun menurut dan langsung menuju meja makan.
Mas Hendra membawa 2 kantong kresek yang berisi makanan, Aku langsung mengambil dari tanganya,lalu Aku pun menata di meja.
"Ayamnya satu ekor De,,? "Aku pun mengangguk.
"Emang bisa habis sama kita,, "
"Kalau nanti ngga habis Dea bawa pulang ke kos kosan,biar besok pagi ngga beli sarapan, tapi makan ayam bakar aja,, "kataku.
Selesai makan Aku pun di antar Mas Hendra pulang ke kos kosan, karena pekerjaan yang tadi sudah selesai di cek sama Mas Hendra.
"Ngantar kamu lah sampai atas,, "jawanya.
"Ngga usah ya Mas,, ini sudah malam,, "kataku tapi Mas Hendra tetap keluar dari mobil.
Mas Hendra langsung menuju pos satpam, dan Aku ngga tau mau ngapain,, saat Aku mendekat Mas Hendra sedang mengambil uang di dompetnya entah untuk apa Aku tidak tau. setelah itu Mas Hendra menggandeng tanganku agar berjalan masuk.
"Tadi Mas kasih uang buat apa sama pak Satpam,,? "tanyaku saat kita berjalan naik ke atas.
"Buat beli rokok sama kopi, biar mobil Mas Aman,, "Dan Aku pun mengangguk paham, rupanya itu uang parkir fikirku.
"Makasih ya Mas udah antar, Mas langsung pulang aja, biar istirahat di rumah sanah,, "saat kita sudah sampai di depan kamarku. dan Aku sambil membuka kunci pintu.
"Mas haus pengin minum dulu,, "Aku pun yang kasihan menyuruhnya masuk dulu.
Mas Hendra langsung tiduran di kasur, sedang Aku mengambilkan minum untuknya.
"Mas ini minumnya,, Dea mau mandi dulu yah,,"kataku dan Mas Hendra hanya bilang iya.
__ADS_1
Aku pun masuk kamarandi, dan langsung mandi, Aku tidak lama mandinya karena sudah malam.
Aku pun memakai baju di dalam kamar mandi karena tadi Aku sambil membawa baju ganti.
Saat Aku keluar dari kamar mandi, Mas Hendra sedang minum dan setelah minum Mas Hendra mendekati Aku yang sedang menyisir rambutku.
"Wangi banget sih,, hemmm,, "sambil mencium pundaku.
"Geli ah Mas,, Dea lagi nyisir susah ini,, "kataku, tapi Mas Hendra pun tetap tidak melepaskan pelukanya.
"Mas kok ngga pulang,, pulang sanah Mas istirahat biar besok badanya fit lagi,, seharian ini Mas ngga istirahat loh,, "kataku sambil menggulung rambutku.
"Nanti aja,, Saya masih pengin berduaan sama kamu,, "sambil menariku agar duduk di kasur.
"Tapi ini udah malam, ngga enak juga sama penghuni kos yang lain malam malam gini masih ada orang di kamar Dea, "kataku.
"Bentar lagi Mas pulang,, "
Lalu pandangan mata Mas Hendra ke arah dadaku dan Aku yang sadar langsung menutupinya dengan kedua tanganku.
"Mas,, matanya di jaga, jangan mesum gitu,, "
"Lagian kamu tuh kebiasaan,udah tau ada orang dan belum tidur juga, kamu malah ngga pakai dalaman gitu,pengin godain Saya yah,, "
"Idihh,,, PD amat jadi orang sih,, "tapi Mas Hendra sambil tersenyum mesum ke arahku, Aku yang sedikit takut langsung berdiri tapi sebelum berdiri Mas Hendra sudah menariku dan Aku pun terjatuh ke kasur.
"Mas, kamu mau ngapain,, jangan macam macam ya Mas,, Dea teriak nih,,"
"Teriak saja,, Saya justru suka kalau kamu teriak dan kita di pergokin orang, pasti nanti kita di suruh nikah,,, "ya ampun ini. orang kok jadi mesum gini, fikirku.
Lalu kedua tanganku di pegangnya, dan di letakan di atas kepalaku, lalu Mas Hendra menciumi pipiku.
"Mas,,, jangan kita belum halal,, "kataku sedikit berontak. tapi Mas Hendra tidak mau mendengarnya.
Lalu tangan Mas Hendra menarik bajuku ke bawah dan langsung terlihat lah 2 gunung kembarku, karena Aku ngga pakai BH.
Jangan lupa, like komen dan votenya, trimakasih..
__ADS_1