
Akbar berjalan menjauh meninggalkan dapur setelah memberikan obat pada Vivi,Akbar rupanya merasakan deg degan di jantungnya saat memberikan obat ke Vivi.
"Kenapa jantungku deg degan gini yah,ada apa denganku,,"kata Akbar sambil meraba jantungnya,Abar langsung keluar menuju ke mobil.
"Den Akbar kasih apa Vi,?"tanya Mba Iis.
"Kasih obat ini Bi,kok Den Akbar tau kalau Vivi lagi butuh obat ini ya Bi,"
"Iya,,kok Den Akbar bisa tau,apa jangan jangan tadi Den Akbar denger obrolan kita yah,"sambil mba Iis menengok ke tempat makan takut ada Akbar.
"Ya ngga tau deh Bi,Vivi minum aja deh ya Bi,,perut Vivi sakit banget nih,,"
"Ya udah di.minum gih,tapi makan dulu yah,"
"Iya Bi,,"lalu Vivi mengambil.makan yang jatah orang belakang,lalu memakanya biar cepat minum obat.
Akbar dan Dinda berangkat ke klinik bersama,sedangVivi yang sudah tidak merasakan sakit di perutnya lanjut mengerjakan sekripsipnya.
Akbar mulai kerja membantu Dinda di klinik,Akbar mengerjakan yang kemarin Vivi bilang.
Jam sudah menujukan pukul 12 siang,Akbar rupanya kepikiran dengan Vivi.
"Dia masih sakit ngga yah,kalau masih sakit gimana dia bisa ngerjain sekripsinya,,"
"Ngapain Aku mikirin dia sih,,"sambil mengusap wajahnya kasar.
"Sayang Ayo kita makan siang dulu,"Dinda mengagetkan Akbar yang sedang melamun,dan Akbar langsung mengangguk.
"Mah kita makan di kantin Klinik aja yah,Abang lagi malas keluar,"
"Oh gitu,ya udah ayo kita ke klinik,"
Vivi yang dari pagi ngga keluar kamar dan terus mengerjakan sekripsi ,dia tersadar ternyata sudah siang saat merasakan perutnya sakit karena lapar dan belum minum obat nyeri karena datang bulan.
Vivi lalu mengambil makan ke dapur,setelah itu membawanya ke kamar dan makan di kamar.
Akbar dan Dinda selesai makan,Keduanya lanjut kerja.
"Mah ini kode buka fel ini apa yah,?"tanya Akbar pada Dinda.
"Aduh Mamah ngga tau sayang,tanya Vivi gih,mamah ada pasien soalnya ini,"
"Abang ngga punya no Vivi Mah,"
__ADS_1
"Mamah kirim lewat wa ke Abang yah,mamah keluar dulu,,"
Dinda sambil jalan mengirim no Vivi ke wa Akbar.hp Akbar pun bunyi tanda pesan masuk saat Akbar lihat ternyata dari Dinda yang mengirim no Vivi.
"Telfon apa kirim pesan yah,,"Akbar bingung saat mau menghubungi Vivi.
"Coba Aku kirim pesan dulu aja deh,"Akbar lalu mengetik pesan untuk Vivi.
"Aku ngga tau kode buka fel yang untuk rumah sakit Harapan,apa kodenya,,?"tapi sudah sepuluh menit pesan tidak di jawab jawab.
Akbar lalu mencoba menelfon,Vivi mendengar hpnya bunyi lalu melihatnya.
"No siapa ini yah,,"kata Vivi,tapi melihat foto profilnya keluarga Dinda,Vivi langsung mengangkatnya.
"Hallo,,"kata Vivi pelan.
"Iya Hallo,,Aku kirim pesan kenapa ngga di balas balas sih,,"Akbar bicaranya sedikit kencang.sampai Vivi menjauhkan telfonya.
"Ma,,maaf Den,Saya ngga lihat,,"
"Ya udah pesan ku di baca dan di balas,buruan ngga pake lama,"Vivi mendengar omongan Akbar yang kencang langsung mematikan telfonya.
"Orang ngga sabaran banget sih,,dasar pria galak,,"sambil membuka pesan Akbar lalu membalasnya.
Akbar lalu membuma pesan dari Vivi,lalu menulis kodenya di komputer,dan langsung terbuka.
"Sudah,,"jawab Akbar yang langsung membalasnya.
"Apa sakit perutnya sudah sembuh,?"Akbar dengan sadar menulis dan menanyakan keadaan Vivi,rupanya Akbar kuatir juga.Vivi sedikit bingung mau jawabnya,karena merasa aneh dengan pertanyaan Akbar,menurut Vivi Akbar orang cuek ngga mungkin ingin tau kondisinya.
"Sudah lebih enakan,tapi masih sakit,"ahirnya Vivi m
"Obatnya harus di minum lagi,jangan sekali doang,"
"Iya,,ini juga tadi habis minum,tapi kan karena baru dapat jadi ngga bisa langsung sembuh,"
"Oh gitu,ya udah,,jangan lupa minum obatnya biar bisa selesaikan sekripsinya,,"
"Iya ,,,"
Setelah itu pesan pun sudah ngga lanjut lagi,Akbar lanjut kerja,tapi tidak dengan Vivi.
Vivi justru tidak lanjut mengerjakan sekripsi tapi malah membaca ulang pesan dari Akbar.
__ADS_1
"Tumben nih orang kaya perhatian gitu,,tapi ngga mungkin deh dia itu perhatian pada ku,"
sambil terus membaca ulang pesanya.
Sore harinya Akbar dan Dinda pulang dari klinik langsung ke rumah.Akbar langsung masuk ke kamar karena mau istirahat.
Akbar merasa lelah karena seharian duduk,dan.langsung tertidur tanpa mandi dulu.
Sedang Vivi membantu Mba Iis dan Mba siti untuk makan malam,setelah selesai Vivi membantu menata di meja makan.Setelah selesai.membantu Vivi ke kamarnya sambil membawa makanan untuk makan malamnya.
Akbar tidak ikut makan malam bersama karena belum bangun,Akbar bangun sekitar jam 10 malam.Akbar lalu mandi dan langsung memakai baju.
Akbar turun dari kamar dan menuju meja makan,Akbar mau makan tapi sudah ngga ada orang,Akbar lalu melihat ke meja,ternyata belum di rapikan,Akbar lalu makan sendirian.
Selesai makan Akbar membawa piring ke dapur,mata Akbar melihat lampu teras rumah yang di tempati Mba masih menyala,Akbar iseng menengok melewati jendela,ternyata Abang melihat Vivi yang masih duduk sambil melihat ke laptopnya.
Akbar yang baru mandi dan baru bangun pastinya belum ngantuk,Akbar lalu membuka pintu dapur yang menghubungkan rumahnya dengan rumah yang di tempati Mba.
"Ini sudah malam,kenapa ngga istirahat,kan bisa lanjut besok,,"Sambil berdiri depan Vivi,Vivi yang kaget dengan kedatangan Akbar langsung mendongak.
"Hemmm,,nanggung ini tinggal dikit lagi,"jawab Vivi pelan sambil melihat ke layar laptop lagi.
Akbar lalu ikut duduk,dan menarik bangkunya agar lebih dekat dengan bangku Vivi.Vivi pura pura sibuk dan ngga peduliin Akbar,tapi di hati Vivi merasa grogi.
Akbar lalu mengbil hpnya dan sibuk memainkanya.
"Mau kemana,,?"tanya Akbar saat Vivi bangun dari duduknya.
"Mau bikin minuman hangat,"
"Aku juga mau yah,,"Vivi hanya mengangguk lalu pergi ke dapur.
Saat Vivi pergi,Akbar melihat ke laptop Vivi dan melihat sekripsi yang Vivi buat.
"Pintar juga dia,ini sih sudah 50 persen,tinggal setengah lagi ,,"
"Aaawwww,,,,,"Akbar mendengar Vivi berteriak,Akbar langsung bangun dan masuk kedalam.
"Ada Apaa,,,?"Akbar melihat tangan vivi yang merah.
Akbar langsung menarik tangan Vivi ke kran tempat cuci piring dan menyiramnya.
"Kenapa jadi gini sih,kalau apa apa tuh hati hati,cangan croboh,kalau sudah ngantuk apa cape istirahat,,"Akbar terus aja bicara,sedang Vivi yang mendengarnya sambil terus saja menatapnya tanpa berkedip.
__ADS_1
"Pria galak ini kenapa selalu buat Aku kadang jadi baper karena perbuatan dan perhatianya,"kata hati Vivi sambil terus menatap Akbar.
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...