MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Deg Degan


__ADS_3

Zara dan Rizki asik berjalan menyusuri pantai sambil bergandengan tangan, sesekali Zara melompat lompat untuk menghindari air. Sepatu dan sedal mereka lepaskan dan di tentengnya oleh masing masing.


"Kita istirahat yuk,, nanti lanjut lagi,, "kata Rizki pada Zara.


"Iya Bang,Zara juga udah haus,"lalu mereka berjalan menuju warung warung pinggir pantai.


"Pengin minum apa,,?"saat mereka sudah duduk.


"Es Kelapa muda,,"


Rizki lalu memesankan pesanan Zara, Rizki juga memesan roti bakar buat cemilan.


"Seneng,,? "Zara mengangguk.


"Kita kapan pulang ke kotanya Bang,, ?"


"Kalau besok pagi gimana, soalnya hari ini Abang pengin seharian jalan jalan sama kamu, karena nanti kalau sudah di kota kita ngga bakalan bisa,, "


"Boleh,, Zara ikut aja sama pak sopirnya, "


"Oh gitu yah, cuman supir nih,, "


"Lah iya kan,, trus apa dong harusnya,, "Zara sambil tersenyum ngeledek.


"Terserah kamu aja lah, asal kamu senang,, "Zara langsung tertawa melihat Rizki yang ngambek.


Es kelapa muda dan roti bakar pun datang, lalu mereka langsung meminumnya.


"Segarnyaaa,,, "kata Zara setelah selesai menyedot air klapa mudanya.


"Habis dari sini kita kemana lagi Za,, ? "


"Ke taman buah ya Bang,, tempatnya tidak jauh dari sini kok,, "


"Iya Abang sih ok ok aja, asal sama kamu kemana pun Abang selalu siap, "sambil menggenggam tangan Zara yang ada di meja.


"Gomal aja bisanya Abang mah,, "


"Ngga papa lah gombal sama calon pacar ini,, "lagi lagi pipi Zara langsung memerah saat Rizki ngegombal tetang calon pacar.

__ADS_1


Zara langsung mengalihkan pembicaraan, dan memakan roti bakarnya.


"Za,, Mau nambah ngga kelapa mudanya,?"


"Ngga usah Bang, ini aja masih ada, kenyang minum air kelapa terus nanti,, "Rizki hanya mengangguk.


"Bang kita langsung ke taman buah aja yuk,, mau ngga,, "


"Bener nih udah ngga pengin jalan jalan di pantai lagi,, "Zara menggeleng.


"Ya udah yuk,, tapi Abang bayar ini dulu yah, "Rizki lalu membayarnya.


Selesai membayar Rizki mengulurkan tanganya ke depan Zara, lalu Zara yang tau maksudnya langsung menyambut uluran tangan Rizki.


Mereka berdua berjalan menuju parkiran mobil, sampai di mobil Rizki membukakan pintu mobil untuk Zara.


"Silakan nona manis, "kata Rizki setelah membukakan pintu mobil.


"Trimakasih,, "sambil tersenyum.


Lalu Rizki membawa mobilnya menuju Taman Buah, Zara memberi arahan jalan ke Rizki, dan benar saja cuman setengah jam mereka sampai di Taman Buah yang di maksud. Zara dan Rizki lalu keluar dari mobil.


"Iya sih Bang,tapi nanti kalau kita makan dulu kita ngga bisa makan buah dong,,"


"Oh gitu,, Emang kamu pengin makan buah apa,,? "


"Buah paling mahal di sini,, Abang mau kan beliin, soalnya Zara ngga punya uang,, "


"Buah apa sih yang mahal itu,, iya Abang beliin deh,, "


"Asik,, Zara mau buah Durian,, "Rizki hanya mengangguk.


Lalu Zara mengajak Rizki untuk masuk ke dalam, Rizki mengikuti Zara dari belakang.


"Kamu udah pernah ke sini berapa kali Za,,? "


"Tiga kali sama ini,, "


"Sama siapa aja kesininya,, "

__ADS_1


"Pertama acara sekolah, dan yang kedua sama Mamah dan Kakek,, "


Di dalam taman buah banyak sekali pohon buah yang sedang berbuah, tapi Zara tetap menuju ke pohon durian.


"Bang,, lihat itu durianya,, "sambil menujuk ke pohon durian yang sangat banyak buahnya.


"Iya,, Abang lihat kok,, "


Zara langsung meminta penjaga pohon durian untuk memilihkan yang paling enak, setelah mendapatkan yang Zara mau, Zara langsung memakanya.


"Abangg,, ayo di makan, ini enak loh,, "kata Zara sambil sibuk makan buah durian.


"Oh Abang di kasih,, kirain Abang di suruh lihatin kamu makan aja,, "


"Iihhh,, Abang apa an sih,, ya di kasih lah, masa ngga ,orang ini banyak kok isinya,, "kata Zara sambil sibuk makan durian.


Rizki lalu ikut memakanya, mereka makanya menyewa tempat, seperti saung gitu, jadi makanya enak ngga banyakan orang, soalnya bayar, beda kalau tempat yang gratisan mah penuh orang.


Zara sudah makan tiga, sedang Rizki baru satu, Rizki ngelihat Zara hanya geleng geleng kepala, dasar anak kecil ngga ada jaim jaimnya sama sekali,dalam hati Rizki.


Zara makan sampai belepotan, lalu Rizki menghentikan makanya.


"Makanya yang pelan napa,, sampe belepotan kaya gini sih, kaya anak kecil aja,, "jari tangan Rizki membantu mengelapnya. Zara yang di perlakukan seperti itu oleh Rizki hanya diam, Zara sedang deg degan dan grogi saat jari Rizki mengenai bibirnya.


"Dah bersih,, makan lagi gih,, jangan belepotan lagi yah,, "kata Rizki sesudah bersih, dan jari Rizki yang tadi mengelap di jilatinya ke mululutnya sendiri, itu yang bikin Zara deg degan juga grogi.


"Zara pengin makan,kita makan siang yuk Bang,,"Zara langsung bangun dari duduknya, Zara mencoba untuk menghilangkan rasa grogi dan deg deganya.


"Loh ini masih banyak,, di gimanain,,? "


"Kasih ke orang aja gih Bang, "


Lalu Rizki pun memberikan durianya ke orang, lalu Rizki mengejar Zara yang sudah berjalan.


Karena banyak orang, saat Zara berjalan ada yang menabraknya, dan Zara pun terdorong ke belakang, untungnya Rizki udah dekat dan langsung menahan badan Zara dari belakang.


"Makanya jalanya pelan aja, jangan cepat cepat,, "kata Rizki ,saat punggung Zara di tahan oleh tangan Rizki.


Zara lalu berdiri tegak, sambil menundukan wajahnya, Zara saat ini sangat malu di depan Rizki. Lalu Rizki menggenggam tangan Zara dan mengajaknya jalan lagi. Zara hanya mengikuti kemana Rizki membawanya.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..


__ADS_2