
Saat Pak Direktur makin mendekat padaku, Aku secepat mungkin menghindar karena dia orangnya sangat nekat membuat Aku takut.
"Mas,,, apa ngga ada makanan di sini,, "kataku mengalihkan pembicaraan. Pak Direktur hanya menggeleng.
"Kita pulang aja yuk Mas, Dea dah laper,,, "
"Kita pesan onlane aja yah,,kita makan di sini,"
"Tapi nanti lama ngga,,? "
"Kita cari yang deket aja dari sini,, "sambil menariku untuk dusuk di sofa.
"Mau makan apa,,,? "sambil melihatkan hpnya pada ku.
"Terserah Mas aja, Dea ikut,, "
"Ya udah,,, "lalu Mas Hendra memesan makanan.
Sambil menunggu makanan datang Aku menuju ke balkon untuk melihat indahnya kota dari atas gedung.
Mas Hendra datang mendekatiku, dan memakaikan jaketnya padaku karena angin di balkon sangat kencang.
"Di Pake ,,di sini anginya sangat kencang, takut masuk angin,, "karena Aku akan melepaskan jas yang di pakaikan Mas Hendra padaku.
"Boleh Saya bertanya,,? "Lalu Aku mengangguk.
"Apa kamu ada keinginan untuk menikah lagi,?"tanya Mas Hendra.
"Saat ini Dea belum ada kepikiran untuk kesana, lagian Apa ada yang mau sama Dea udah janda mandul lagi,, "sambil mataku menatap ke arah langit.
"Kalau ada yang mau menerima segala kekurangan dan setatusmu, apa kamu mau menikah lagi,, "Aku hanya tersenyum tipis.
"Ngga mungkin ada lah Mas,,, kalau ada yang mau sama Dea,berarti laki laki itu sangat bodoh,,, "kataku.
"Berarti Saya ini orang bodoh dong menurutmu,,"Aku langsung mengerutkan keningku.
__ADS_1
"Maksud Mas apa,,? "
"Saya ingin menikah denganmu,, semenjak pertama melihatmu di rumah Dian, Aku sudah tertarik denganmu,,"
"Jangan ngomong sembarangan Mas,, Mas itu orang kaya,dan mapan, pasti banyak wanita cantik dan sempurna yang mau sama Mas,, "
"Saya ngga butuh orang cantik dan sempurna,karena kesempurnaan itu hanya Tuhan yang punya. karena yang Saya butuh adalah wanita yang mau bersama sama menemaniku dalam keadaan senang atau susah. masalah setatus, Saya ngga mempermasalahkanya, kalau masalah kamu yang belum punya anak, nanti itu bisa kolsultasi pada Dokter atau lakukan bayi tabung,, kalau pun seandainya cara itu gagal atau tidak bisa ,kan ada Zara,, "
"Udah Mas jangan bahas ini,, Dea belum mau memikirkanya tentang kaya gini, Dea masih ingin menikmati kesendirian dulu,, "
"Tapi jangan larang Saya untuk mendekatimu,, karena Saya akan berusaha untuk membuatmu mau menikah dengan Saya,, "saat Aku akan menjawab, suara bel pun berbunyi.
Mas Hendra pun membukakan pintunya dan membayarnya. setelah itu memanggilku dan. menyuruhku untuk ke meja makan.
"Biar Dea yang siapain Mas,, "kataku saat melihat Mas Hendra yang mau menata makanan.
Lalu Aku mengambil bungkusan plastik dari tangan Mas Hendra, setelah itu Aku menatanya, rupanya Mas Hendra beli soto daging.
"Ayo Mas makan dulu,,, "sambil ku berikan piring yang sudah ada nasinya.
Lalu kita pun makan bersama tanpa mengobrol, setelah makan Aku merapikan meja lalu mencucinya. setelah semua bersih dan rapi kembali, kita berdua memutuskan untuk pulang.
"Kapan kamu mau pindahan,, apa hari sabtu besok,,? "saat ini kita sedang di mobil menuju rumah Dinda. dan seperti kemaren pak supir sudah ngga ada, katanya sudah di suruh pulang, ya karena ini sudah malam sih.
"Mas,,, apartemenya terlalu besar dan Dea takut kalau sendiri, "
"Itu bukan alasan yang bagus ya De,,gimana takutnya sih De,, pengamananya sangat bagus, dan ngga mungkin ada pencuri bisa masuk,kok takut sih,,, "
"Bukan takut itu Mass,, Dea tuh takut tidur sendirian,apa lagi apartemenya gede banget,, pokoknya Dea ngga mau,,, "
"Trus kamu mau tiap hari kaya gini terus, lama lama cape loh kamu,sekarang kerja baru 3 hari,masih semangat.tapi lama lama badan ngga akan kuat,, apa lagi kamu tuh naik angkutan umum,, "sedikit keras nada suaranya.
"Dea kan udah katakan mau cari kos kosan, tapi tunggu gajian dulu,, "sedikit keras dan jutek.
"Ok kalau kamu masih keras kepala gitu, terserahhh.... "sambil menatap sekilas padaku dengan tajam.
__ADS_1
Sampai depan rumah Dinda Aku langsung melepas sabuk pengaman dan akan langsung keluar, tapi Mas Hendra mencekal tanganku.
"Hari sabtu besok Saya akan jemput kamu, kita cari kos kosan bersama, soal uang nanti Saya bantu dulu, karena Saya ngga tega lihat kamu naik angkutan umum tiap hari dengan perjalanan 1jam setengah kaya gini,, "dengan nada suara lembut.
Dengan pelan Aku pun menganggukan kepalanya,,
"Iya,,, makasih ya Mas atas perhatian Mas,, Dea keluar dulu,, "Mas Hendra pun mengangguk.
Aku pun keluar dari mobil Mas hendra dan langsung masuk lewat pintu pagar kecil yang ada di samping pos sekuriti.
"Malam mba Dea, baru pulang kerja yah, "sapa Pak Udin.
"Malam juga pak,, iya nih baru pulang, mari Pak Udin Saya masuk dulu,, "jawabku. lalu Pak udin pun mengangguk.
Lalu Aku masuk ke dalam rumah, dan tumben Dinda belum masuk kamar.
"Bi,, bibi pulangnya emang selalu malam begini yah,, apa jauh banget tempat kerjanya,,? "tanya Dinda. yang sedang duduk di sofa sambil lihat tv.
"Iya lumayan jauh sih Din, sejam setengah lah di perjalanan,, "jawabku. lalu duduk di samping Dinda.
"Kok ini udah jam 10 baru pulang,, apa bibi lembur,,, "
"Ngga kok,, tadi Bibi habis pulang kerja cari kos kosan dulu, dan yang dekat sama tempat kerja Bibi,, "
"Loh kok mau kos,, emang Bibi di sini ngga betah,,? "
"Bukanya ngga betah, Bibi di sini tuh betah banget ,tapi karena dari tempat Bibi kerja kejauhan jadi Bibi mau kos aja,,"
"Ya udah kalau itu sudah jadi keputusan Bibi,, Dinda akan dukung aja, tapi kalau hari libur main kesini ya Bi,, apa lagi Dinda bentar lagi lahiran,, "Aku langsung menggenggam tangan Dinda.
"Iya keponakan Bibi tersayang,, Bibi pasti akan sering main.ya udah Bibi mau istirahat dulu yah,, Dinda kenapa belum masuk ke kamar,,? "
"Dinda sedang nungguin Mas Agung pulang Bi,, katanya tadi lagi di jalan,, "
"Oh Gitu, ya udah Bibi ke kamar dulu yah,, "kataku dan Dian pun mengangguk.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, komen dan votenya kak,, trimakasih..