
"Kamu tuh gimana sih Mas,, orang Dea yang mau kos kenapa Mas yang kasih keputusan gitu,,, "kataku sambil marah marah, saat ini kita ada di dalam mobil yang sedang berjalan.
"Kan Saya udah bilang, cari kamar kosnya yang fasilitasnya bagus, lah itu tadi kan sudah sangat bagus, kok malah kamu marah marah gitu,,, "jawabnya dengan nada santai.
"Mas,,, kamu tau ngga sih, Dea itu baru pertama kerja, dan baru seminggu, Dea belum pinya uang untuk bayarnya, dan itu juga bagi Dea kemahalan karena 2,3 juta itu uang sangat banyak, gajih Dea aja cuman berapa, nanti buat Dea makan, buat Dea beli keperluan lainya, apa cukup,,, "sambil Aku ngomel ngomel ngga jelas.
"Udah nanti kita bicarakan lagi, sekarang kita cari tempat makan dulu buat makan siang, biar nanti kalau kamu ngomel ngomel lagi ada tenaga,, "
"Terserahhh,,, "lalu Aku pun diam.
"Jangan marah marah terus,, nanti cepet tua loh,, "sambil mengusap kepalaku. "Senyum dong,, masalah cari kos kosan nati Saya ngga ikut campur lagi deh, asal sekarang senyum,, "lalu mengambil tanganku dan di genggamnya. Aku pun luluh juga dan tersenyum tipis.
Sekitar 20 menitan mobil Pak Direktur masuk ke sebuar rumah makan yang cukup asri, karena sangat sejuk tempatnya. Kita berdua langsung turun dari mobil dan langsung masuk. tidak lupa tanganku di tarik dan di genggamnya sampai dalam rumah makan.
"Mau makan apa,, "sambil memberikan buku menu padaku.
"Bingung,, kayanya enak enak deh mas, "kataku.
__ADS_1
"Saya mau ikan nila bakar, sama cah kangkung,, "kata Pak Direktur.
"Mas,, Nila bakarnya pesenin dua yah, Dea pengin.tapi Dea juga mau pesan kerang sama udang pake saos padang, Mas mau ngga,,?"
"Boleh,, nanti Saya cicipin,, "
Setelah pelayan mencatat pesanan kita, sekarang sambil menunggu kita pun mengobrol.
"Mas,,, hemmm Dea boleh tanya sesuatu ngga,,, ?"Pak Direktur pun mengangguk.
"Mamahnya Zara kan meninggal saat lahirkan Zara, itu berarti sudah 12 th yang lalu kan,, kenapa Mas ngga nikah lagi,, "tanyaku dengan sangat hati hati, takutnya jadi membuat Pak Direktur ingat masa sulitnya, karena Aku sudah tau cerita bagai mananya dulu Pak Direktur jadi Aku pun tidak mengungkitnya, itu hanya masa lalu yang sudah tidak perlu di ungkit lagi.
"Mungkin salah satunya karena merasa bersalah.karena keegoisan saya wanita yang Saya cintai dan sedang mengandung anak Saya pun di sia siakan.Masalah perusahaan yang sedang dalam kebangkrutan membuatku setres dan entahlah saat itu benar benar Aku sangat berubah, dari Saya yang jadi suka minum minum, suka keluar malam dan masih banyak banyak lagi, sampai ahirnya Saya sadar,tapi saat saya sadar,saya sudah tidak punya apa apa lagi dan Istri yang Saya cintai pun meninggal. Lalu Saya saat itu pun sangat menyesal sampai depresi, tapi mengingat Saya yang masih punya Zara lalu Saya bangkit dan bertekad untuk menjadi orang sukses lagi dan setelah sukses Saya baru akan menjemput Zara,, "sambil menundukan wajahnya Pak Direktur berkata.
"Setelah Saya berusaha dengan kemampuan dan sisa harta yang Saya punya, ahirnya Saya membuka usaha kecil kecilan, makin lama usaha Saya pun berkembang, dan sampai sekarang, sudah menjadi perusahaan yang sukses.Dan masalah wanita Saya sama sekali tidak tertarik, karena Saya tidak ingin menikah sebelum menemukan Zara, dan sudah 3 tahun ini Saya menemukan alamat dimana Zara, Dian dan Ayah mertua tinggal, Saya selalu melihat mereka dari jauh dan tidak berani mendekat karena ada rasa takut, tapi setiap kali Saya melihat Dian Saya jadi teringat mamah Zara, dan ahirnya Saya melakukan ide gila pada Dian, Saya sering mengancamnya dan berbuat kasar padanya agar mau menjadi istri Saya, tapi Saya selalu gagal Dian sama sekali tidak takut dengan ancaman Saya, dan Saya sampai pernah berkelahi dengan kakamu tapi ahirnya Saya yang pergi, Sebenarnya Saya ingin mengambil Zara, karena Zara adalah anak Saya, tapi Saya sekarang sadar mereka lah yang lebih berhak karena Saya yang mengakibatkan Mamah Zara meninggal,"
"Apa kamu masih mau menikah sama Saya,setelah tau masalalu Saya yang sangat suram dan kejam"
__ADS_1
Aku diam sambil menatap ke Pak Direktur , karena semua orang pasti punya masalalu yang tidak semua baik juga bagus,dan pasti ada sisi tidak baiknya entah masalah apa itu, bagiku masa lalu ya cukup untuk pelajaran ngga perlu untuk di ingat lagi, seperti Aku sekarang yang sedang berusaha untuk melupakan masalalu yang sangat menyedihkan.
"Mas,,, Dea kan udah bilang,, Dea masih ingin sendiri dulu, luka Dea belum sembuh.masalah menikah kita serahkan pada Tuhan, kalau kita memang jodoh pasti ngga akan kemana, masalah masalalu Mas Dea ngga mempermasalahkanya,, kita jalani seperti ini saja dulu ya Mass,,,, "jawabanku.
"Sampai kapan,,, ?"tanyanya lagi.
"Sampai benar benar luka di hati Dea sembuh, dan nanti kalau Dea sudah siap untuk menikah,Dea akan terima Mas dengan tangan terbuka, "
"Terimakasih,, Saya akan selalu menunggu kamu sampai benar benar kamu sudah siap untuk menikah lagi,, "sambil menggenggam tanganku lalu di ciumnya, Aku yang merasa malu langsung menundukan wajahku.
Untungnya pelayan datang membawa makanan untuk kita, jadi Aku langsung bisa menarik tanganku dari genggaman tangan Pak Direktur.
"Ayo Kita makan,, Saya udah lapar banget,, "Aku pun mengangguk sambil tersenyum.
"Mas,,, makanya yang pelan,, itu ikan ada durinya loh,, "ahinya Aku membantu memisahkan durinya, karena melihat Pak Direktur yang makanya sangat cepat, dan Aku yang takut durinya ketelan.
"Tadi emang ngga sarapan apa di rumah,,? "kataku lagi.
__ADS_1
"Iya tadi Saya ngga sarapan dulu, soalnya udah kepengin ketemu sama kamu,, "Aku yang mendengar jawaban Pak Direktur langsung kaget, gimana ngga kaget coba bukan kah tiap hari juga ketemu di kantor.
Jangan lupa like komen dan votnya, mksh..