MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Pamit


__ADS_3

Dinda dan Agung cukup kaget saat Akbar bilang ingin pindah kuliah ke Amerika.


"Tapi Sayang,,itu sangat jauh,dan Mamah takut kamu masih belum ,,,"


"Mah,,,"Akbar langsung memutus omongan Dinda.


"Abang baik baik saja,Abang ingin menjadi pengacara hebat yang bisa membangakan Mamah dan Papah,,tolong izinkan Abang,Mah Pah,,,"Dinda pun melihat ke Agung,Dinda ingin Agung bicara.


"Kenapa Abang tiba tiba ingin pindah kuliah ke Amerika,apa karena Sila,,?"Akbar diam saat Agung bertanya.


"Kenapa,,hemm,,?"


"Maaf Pah,,Iya karena Sila,Abang ingin melupakanya,kalau Abang tetap di sini Abang takut selalu ingat,maaf,,"kata Akbar pelan.


"Baiklah Papah izinkan,pergilah,,dan Papah ingin saat nanti Abang pulang harus sudah jadi seorang pengacara hebat,dan sudah melupakan Sila,,"Akbar mengangguk dan menjawab Iya.


"Pahh,,,"Kata Dinda.


"Biarkan Mah,,biar Abang bisa lebih dewasa dan mandiri,kita nanti bisa kesana menjenguknya ,"sambil mengusap pundak Dinda.


"Abang pengin pindah kapan ke Amerikanya,biar nanti Papah minta bantuan sama teman Papah yang di Amerika untuk cari informasi kampus yang bagus di sana,,"


"Mungkin satu minggu lagi Pah,Abang akan mengurus surat kepindahanya dulu,,"


"Ya udah kalau gitu,sekarang Abang ke kamar sanah,istirahatlahh,"Akbar mengangguk.

__ADS_1


Lalu Akbar pun masuk menuju kamarnya.Dinda terlihat sangat sedih karena anak laki laki satu satunya akan pergi jauh.


"Jangan sedih sayang,anak kita pergi untuk cari ilmu,agar dia jadi orang sukses,"


"Tapi Pah Mamah rasanya berat,,"


"Jangan punya rasa seperti itu,Mamah harusnya bangga dan mendukung keputusan Abang,karena Dia pengin jadi anak yang pintar juga sukses agar orang tuanya bangga padanya,"Agung lalu memeluk Dinda.


"Kalau tetap di sini,justru Papah takut kalau Abang selalu teringat dengan Sila,,biarkan Abang pergi agar bisa melupakan Sila,dan meraih cita citanya untuk jadi pengacara hebat,,"Dinda hanya mengangguk pelan.


Esok Harinya Akbar ke kampus setelah satu minggu tidak masuk,Akbar menemui teman temanya untuk salam perpisahan bukan untuk gabung menyelesaikan tugas dari Dosen.


Akbar menyalami semua setelah bilang akan pindah kuliah,semua temanya merasa sedih,tapi mau gimana lagi,itu sudah keputusan Akbar.


"Kenapa pindah ke sana,kata kamu dulu kuliah di sini pun bagus,apa kamu masih mengingat kakaku terus,,?"tanya Beni pada Akbar.Akbar tersenyum.


"Iya baiklah kalau itu sudah keputusanmu,hati hati disana,cari lah cewe bule biar bisa buat teman kamu di sana,,"Akbar tersenyum tipis.


"Aku ngga mau mikirin wanita dulu,Aku ingin sukses dulu agar orang tuaku bangga padaku,"setelah itu Akbar dan Beni saling memberi semangat dan berpamitan,Akbar mau ke kantor Dosen dan Dekan untuk mengurus surat kepindahanya.


"Kasihan banget kamu Bar,baru merasakan yang namanya jatuh cinta sudah harus berpisah ,kamu orang baik pasti Tuhan sudah menyiapkan jodoh kamu orang yang lebih baik lagi,,,"kata Beni pelan saat melihat Akbar pergi menjauhinya.


Akbar mengurus semuanya sendiri,Akbar tidak ingin merepotkan orang lain,termasuk kedua orang tuanya.


Dinda lalu menyiapkan dua koper besar untuk Akbar,niatnya yang satu koper untuk baju bajunya,dan koper satu kusus yang lainya,seperti obat ibatan,makanan dan lainnya.

__ADS_1


Akbar merapikan baju bajunya ke koper di bantu Dinda,Akbar melihat Dinda seperti sedih saat membantu menata baju.


"Mahh,,kenapa Mamah diam ,apa Mamah marah sama Abang,,?"sambil Akbar menggenggam tangan Dinda.


"Maaf ya Mah kalau Abang bikin Mamah marah dan kesal,"Air mata Dinda pun ahirnya keluar.


Akbar yang melihat Mamahnya menangis langsung memeluk.


"Mamah ngga marah sama Abang,cuman Mamah sedih karena Abang akan pegi jauh,kita sekeluarga tidak pernah yang terpisah cukup lama,Jadi Mamah kepikiran sayang,,Mamah sedih takut kamu di sana sakit atau kesusahan,,"


"Mamah tenang aja,kan kita masih bisa vc an,dan telfonan,nanti Mamah sama papah juga adek bisa main kesana nengokin Abang,sambil jalan jalan kan,,jangan sedih gitu dong,Abang itu mau belajar di sana bukan untuk melakukan hal yang aneh aneh,,jadi Mamah harus kasih Abang semangat dan dukungan,jangan sedih gini,,"Sinda tersenyum.


Lalu Dinda mencium piPi Akbar,dan memeluknya lagi.


"Iya,,Mamah ngga akan sedih,tapi Abang harus janji,di sana harus jaga Diri,ngga boleh bergaul atau pergaulan yang bebas,,"sambil melepaskan peluka ya.


"Iya Mah,,Abang janji,,"keduanya tersenyum bersama.


Keduanya kembali sibuk merapikan baju baju Akbar.setelah satu koper siap keduanya bersiap untuk tidur.


Dua hari kemudian Akbar pergi ke makam Sila untuk berpamitan,karena sore nanti dia akan berangkat ke Amerika.


Akbar hanya diam cukup lama sambil duduk di samping makam setelah mengirim doa untuk Sila.


"Aku pamit,,nanti sore Aku akan berangkat ke Amerika,istirahat lah dengan tenang Di surganya Tuhan,I LOVE YOU,,,sayang,,,"Air mata Akbar yang sedari tadi di tahan ahirnya tumpah juga.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan Votenya,trimakasih...


__ADS_2