
Zara ahirnya tertidur , karena memang Zara merasa lelah, sedang Rizki yang sudah ada di apartemen nya, langsung duduk bersama Mamah yang sedang menikmati kopi.
"Kok bentar, ngga main dulu di apartemen Zara,? "Abang menggeleng.
"Zara mau istirahat katanya Mah, "
"Oh iya juga sih, pasti Zara cape karena baru sampai,, "
"Abang ngga ke kantor,,? "kata Mamah lagi.
"Ngga lah Mah, besok aja udah nanggung sekarang,, Abang ke kamar dulu yah Mah,, "
"Iya sanah,, "
Rizki lalu berjalan dan masuk ke kamar, di kamar Rizki langsung naik ke kasur, dan Bumi juga sedang tiduran sambil matanya di tutup dengan lengan tanganya.
"Dek,, kamu tidur,,?"tanya Rizki.
"Ngga,, ada apa emangnya Bang,,? "
"Ngga ada sih,, "lalu keduanya pun diam.
"Dek,, menurut kamu Zara gimana,, ?"
__ADS_1
"Gimana apanya dulu Bang,,? "
"Ya menurut kamu Zara cantik ngga,, trus dulu waktu sekolah bareng kamu Zara punya pacar apa ngga,,? "Bumi lalu mengangkat lenganya yang menutupi matanya.
"Cantik,, wanita itu semua cantik kan Bang,, dan soal Zara dulu punya pacar apa ngga waktu SMA,Adek ngga tau, karena Adek hanya sebatas tau Zara aja dan tidak mengenalnya, jadi Adek ngga tau soal itu,, "Rizki mengangguk.
"Apa Abang sangat mencintainya, ?"
"Iya,, Abang sangat mencintainya, "
"Bukankah umur Abang denganya terpaut jauh, apa Abang bisa mengimbangi sifat sifatnya dia,karena biasanya wanita yang umurnya masih muda serik ke kanak kanakan,dan apa juga dia bisa mengimbangi Abang,,? "
"Zara sangat berbeda Dek, dia walaupun masih muda tapi pemikiranya sangat dewasa, tidak pernah yang namanya nyuruh nyuruh atau merepotkan Abang, dan dia juga sangat baik,, "
"Iya,, Abang dengan Zara menjalin hubungan dengan serius, tapi keluarga Zara belum tau tentang hubungan ini,,? "
"Kenapa belum tau, bukankah kalian sudah berhubungan cukup lama,, "Rizki mengangguk.
"Iya,, sudah cukup lama,, tapi Abang belum berani mengatakan pada keluarga Zara kalau kita ada hubungan,, karena Papah Zara adalah pemilik perusahaan tempat Abang bekerja,, "
"Apa,,, serius,, Dia berarti anak orang kaya ,,"
"Iya,, dan Abang hanya seorang karyawan di perusahaan Orang tua Zara, jadi Abang harus benar benar menyiapkan segala kemungkinan, pasti orang tua Zara juga menginginkan anaknya sukses dulu dan nantinya menginingkan Zara menikah dengan orang yang sukses juga, dan pastinya yang sama sama punya perusahaan"
__ADS_1
"Tapi kalau memang Abang mencintainya ngga bakalan nyerah kan, untuk mendapat restu dari orang tua dia,, ?"
"Ya jelas Abang ngga mungkin nyerah, Abang akan terus berusaha untuk mendapatkan restu dari orang tua Zara kalau mereka tidak memberi restu buat Abang,, "Bumi hanya tersenyum tipis .
"Semoga ya Bang,, semoga Abang dapat restu,, "
"Trimakasih,,, "jawab Rizki.
"Apa Aku akan tega dan bisa egois pada Abangku sendiri kalau Aku menginginkan Zara kembali ,Abang terlihat sangat mencintainya, tapi Aku juga masih mencintainya,, ya Tuhan tolong lah hambamu ini,, kalau Zara bukan jodohku tolong hilangkan rasa cinta ini dari hatiku,, "Bumi bicara dalm hatinya sambil menutup matanya dengan lenganya lagi, karena mata Bumi mengeluarkan air mata.
Lalu mereka berdua pun tidur siang bersama.sedang Mamah sibuk menyiapkan berkas yang mau di bawa ke tempat kerjanya besok.
Zara bangun sekitar jam 5 sore,karena hpnya berbunyi tanda pangilan dari Hendra.
"Ya Pah,, Zara ini juga baru bangun tidur, "
"Ya udah ya sayang,, di situ jaga diri harus jaga kesehatan,, makanya ngga boleh telat,, "
"Iya pah iya,, salam buat Bunda sama adek adek,,"
Telfon pun mati, lalu Zara rebahan lagi di kasur, sambil memijit keningnya yang merasa pusing.
Jangan lupa. like komen dan votenya, trimakasih....
__ADS_1