MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Ternyata Mereka Berteman


__ADS_3

Esok harinya aku hanya mengurung diri di kamar, dan malas untuk kemana2, setelah ayah pergi untuk mengajar aku langsung masuk kamar.


Aku juga menelfon papah, mengatakan kalau hari ini aku tidak bisa bertemu denganya, kata papah pun tidak apa2 karena papah juga akan pergi ke rumah temanya.


Sebenarnya besok rencananya aku akan kembali ke kota, tapi melihat hubungan ku dengan ayah masih kurang baik, mungkin aku akan undur dua hari lagi, aku akan pergi kalau aku dan ayah sudah tidak ada perbedaan pendapat.


Aku mendengar suara motor ayah ,sepertinya ayah sudah pulang, aku langsung keluar dan membukakan pintu, saat ku buka pintu ayah membawa kantong kresek yang berisi belanjaan.


"Teman ayah akan datang, ini bahan masakan Dinda masakin yah, "kata ayah yang menyodorkan kantong kresek padaku.


"Iya yah,, "aku langsung masuk ke dapur untuk mengeluarkan blanjaan dari kantong keresek, saat ku lihat ada daging sapi, cumi serta sayur brokoli,


Aku langsung membersihkan semuanya, daging akan aku masak semur,cumi akan aku masak cumi saos tiram dan brokoli akan aku tumis.


Butuh dua jam aku menyelesaikan masakanku, setelah semua siap aku menata di meja, dan aku mengetuk kamar ayah dan mengatakan masakan sudah matang, sedang aku akan mandi karena setelah memasak rasanya sangat panas.


####


POV AGUNG PAMUJI


Hari ini dia tidak datang menemuku, aku pun tidak keberatan, dan hari ini juga rencananya aku akan main ke rumah temanku,


Sekitar jam 4 sore aku memutuskan berangkat, tapi sebelum berangkat aku sudah menelfon temanku kalau aku sedang menuju rumahnya,


Sekitar 20 menit sampai lah aku di rumahnya, alamat rumah temanku tidak begitu sulit untuk di cari.


Tokk,, tokkk

__ADS_1


Ku ketuk pintu rumah temanku, dan tak lama pintu itu terbuka,


"Ayo masuk, "kata temanku


"Iya terimakasih, "


Aku di suruhnya untuk duduk, setelah aku duduk aku sambil melihat lihat sekeliling, aku sangat kaget dan di tembok terpasang foto sebuah keluarga, dan aku sangat yakin itu adalah foto Farida dan Dinda,apa temanku Doni adalah ayah Dinda, ya alloh cobaan apa lagi ini.


"Itu adalah foto mantan istriku dan anaku, "kata Doni yang mengagetkanku karena aku terlalu fokus melihat foto itu.


"Maaf,, "kataku


"Kok minta maaf, santai aja lah Ji, "kata Doni


"Aku minta maaf karena se,,,,benarnya Farida itu adalah mantan istriku yang kemaren aku critakan padamu, "kataku


"Gila,,, kenapa harus kamu sih Ji, pasti Farida sangat terluka olehmu,! "


"Tapi Farida yang menginginkan perpisahan ini Don, maaf kan aku,"


Tiba2 aku melihat dia keluar dari kamar, dia pun kaget dengan keberadaanku,


"Kee,,, napa papah ada di,, sini,? "tanyanya padaku.


"Aku adalah teman ayahmu, "jawabku.


"Apa,, Dinda ngga salah dengar kan pah, "aku hanya menggeleng.

__ADS_1


Dan dia melihat ayahnya, lalu mendekat dan duduk di sampingnya.


"Yahh,, ayah baik2 saja kan, "


"Iya,, ngga papa, ayah cuman kaget kenapa dunia sesempit ini, "kata Doni


"Kamu pasti udah saling mengenal kan dengan dia, "kata Doni menujuk arahku, sedang dia hanya menganggukan kepala.


"Dia adalah teman ayah, dia dulu adalah junior ayah saat kuliah, karena kita sering bertemu dalam acara2 kampus membuat kita menjadi teman, dan sampai sekarang,"


Aku melihat dia sedikit irit bicara, mungkin karena takut ketahuan kalau kita ada hubungan atau karena ayahnya katanya sedang menentang hubungan kita.


"Mungkin kejadian ini memang yang terbaik untuk kita semua dari Alloh,sekarang kita hanya bisa menerima dengan keiklasan, semoga ada kebahagiaan untuk kita kedepanya, terutama untuk kamu Ji, semoga mendapatkan jodoh lagi dan yang bisa memberimu keturunan, "kata Doni.


"Amin,, "kataku.


Setelah kita mengobrol cukup lama,lalu aku di ajaknya untuk makan,aku melihat dia menyiapkan makanan di meja, dan menata piring juga minumnya.


Aku duduk berhadapan denganya, tapi tak sekalipun dia melihatku,


"Gimana anaku Dinda saat di rumah waktu bersamamu, "aku melihat dia kaget saat ayahnya menanyakan soal dia.


"Dinda anaknya rajin dan pintar, apalagi Dinda jago masak," jawabku sambil ku menatapnya.


Hukkk,,,hukkk


Dia langsung terbatuk mendengar ucapanku,

__ADS_1


Aku langsung mendekat memberinya minum dan mengusap2 punggungnya.


__ADS_2