
Esok harinya Alvin yang sudah sadar tidak mau di tinggal oleh Dinda walau hanya sebentar saja.
"Mas Dinda hanya mau ke kamar mandi sebentar aja, kan di sini ada Ayah yang jagain Mas,, "
"Iya Ji, kamu tuh kaya anak kecil aja sih, kaya Dinda mau pergi jauh aja, orang mau ke kamar mandi doang, entar Dinda kencing di sini malah bikin repot lagi,, "
"Aku takut beneran Yah, saat itu rasanya nyawaku hampir saja lolos dari tubihku ini, Aku memanggil Dinda tapi dia tidak mendengarkanku, justru dia pergi ninggalin Aku, Aku benar benar takut Dinda akan pergi nonggalin aku,, "
"Tapi sekarang kan kamu sudah selamat dan sudah lewat dari masa kritismu,, udah biarkan Dinda pergi ke kamar mandi,, "
"Iya udah Yang sanah ke kamar mandi, tapi jangan lama lama yah,, "
"Iya Mas,, Dinda ngga lama kok, tunggu bentar yah,, "Agung mengangguk.
"Ji,, apa kamu punya musuh,,? "tanya Doni saat Dinda sudah masuk ke kamar mandi.
"Musuh,, maksud Ayah,,? "Agung tidak paham.
"Kejadian saat kamu di rampok di taxsi, sepertinya itu bukan perampokan, tapi ada orang yang merencanakan ingin menghabisimu, dan kejadian saat kamu kemarin kejang karena keracunan di infus juga itu sepertinya pelakunya orang yang sama, ingin menghabisimu,, coba kamu ingat ingat apa kamu punya musuh atau orang yang pernah kamu sakiti, sehingga ingin balas dendam padamu,, "Agung lalu diam sambil berfikir.
"Kayanya Aku ngga punya musuh deh Yah, kalau orang yang pernah di sakiti juga seingetku ngga ada,, "
"Polisi sedang menyelidiki kasus ini, hp kamu saat kamu tinggalkan di kantong jok mobil mendapat rekamanya, dan sedang di periksa, sedang racun yang di suntikan di infus oleh Dokter gadungan pun, sudah di laporkan oleh pihak rumah sakit kepada polisi, dan buktinya adalah rekaman cctv,, "
"Ya Tuhan,, kenapa ada orang yang tega melakukanya padaku, apa salahku sampai orang itu tega berbuat seperti itu padaku,, "
"Ya jawabanya nanti saat polisi menangkap pelakunya, dan kita baru bisa tau apa penyebab dari dia tega melakukan itu semua padamu,, "
__ADS_1
"Iya Ayah benar,, "
Dinda lalu keluar dari kamar mandi, dan Doni yang sudah selesai bicara lalu pergi keluar untuk membeli kopi agar merasa segar.
Saat Doni sedang berjalan menuju kantin rumah sakit, Doni melihat Hani yang sedang berjalan akan masuk ke dalam ruanganya, tapi Hani sambil jalanya sedikit sempoyongan. Doni lalu menghampirinya.
"Han,, kamu kenapa,,pusing,? "karena Hani memegangi keningnya.
"Ngga papa,, maaf permisi,, "kata Hani yang akan masuk ke dalam. Tapi ternyata Hani akan jatuh dan Doni langsung menangkapnya.
Doni lalu memapah Hani untuk masuk ke ruanganya.Dan di bawanya ke sofa. Hani lalu merebahkan badanya di sofa.
"Aku panggilkan suster yah, biar suster yang memanggil Dokter untuk memeriksamu,, "
"Ngga usah,, ngga perlu nanti juga sembuh kok,,"
"Aku tau yang aku rasakan, Mas ngga perlu sok peduli denganku, silakan keluar,, "
"Kamu kenapa sih Han, kenapa kamu jadi berubah, kayanya waktu kita pertama ketemu kamu ngga kaya gini deh,, ada apa,,? apa Mas ada salah,, "
"Menurut Mas,, Mas ada salah ngga sama Aku,, "
"Mas rasa Mas ngga ada salah, dari terahir kita ketemu 3 tahun lalu,, "
"Ya udah kalau Mas ngga rasa ada salah sama Aku, berarti kita ngga ada masalah kan,, jadi Mas tolong pergi dari sini, Aku ingin istirahat,, "tapi mata Hani meneteskan air mata.
"Han,,, Mas merasa kamu saat ini sedang marah sama Mas, katakan saja semuanya biar Mas tau apa salah Mas,, "sambil berjongkok di depan Hani.
__ADS_1
Hani ahirnya menangis saat Doni berbicara seperti itu. Doni yang merasa bingung hanya bisa diam dan melihatnya saja. lalu Doni bangun dan duduk di sofa sambil menunggu Hani tenang.
Tokkk,,,,
"Dok,, apa saya boleh masuk,, "suara suster dari luar yang mengetuk pintu ruang Hani.Hani langsung merapikan penampilanya dan mata yang habis menangis langsung di usapnya dengan tisu.
"Iya Sus silakan,,, "kata Hani sambil duduk di bangkunya.
"Dok apa sudah siap untuk melakukan pemeriksaan pada pasien,,? "saat suster sudah masuk.
"Oh iya sus,, tunggu bentar yah,, saya siap siap dulu,, "kata Hani.
Doni lalu bangun dari duduknya dan akan. pergi, tapi sebelum pergi Doni bicara pada susternya.
"Sus,, Dokter Hani sepertinya sedang tidak sehat, jadi tolong ingatkan dia buat banyak istirahat dan minum obat,, permisi,, "Doni pun keluar setelah bicara. sedang Hani duduk diam sambil menutup wajahnya dengan tangan.
"Apa Dokter sedang sakit,kalau sedang sakit lebih baik Dokter istirahat aja, atau Dokter pulang, nanti saya bilang ke pada Dokter yang lainya untuk menggantikan Dokter,, "
"Ngga usah,, saya baik baik saja kok,, tunggu bentar saya minum obat dulu yah,, "
Sedang Dokter Budi yang dari kemarin merasa sedang di awasi oleh seseorang, Dia sekarang hanya berdiam diri di kamar Hotelnya, dan selalu memantaou anak buahnya.
Dan anak buahnya juga merasakan yang sama seperti ada yang mengawasinya.
Sekitar jam 11 siang dua polisi mendatangi Agung untuk di mintai keterangan, Agung di temani Dinda menjawab setiap pertanyaan polisi, sampai yang Agung di racuni di infusnya.
Doni juga ada di situ, dan mendengarkan semua yang polisi dan Agung katakan.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan votenya, trimakasih..