
Krekkk...
"Ibuu,,,,, "ucapku saat melihat ibu yang masuk ke kamarku.
Lalu ibu mendekat ke araku, ibu langsung duduk di sampingku dan kita berpelukan.
"Ibu udah dari kapan datangnya,? kenapa ngga ngabarin Dinda kalau udah sampai sihhh, "kataku
"Ibu udah sampai dari semalam, cuman ibu menginap di hotel, "
"Kenapa ngga langsung ke sini aja sih bu,, kan ibu bisa tidur bareng Dinda, "kataku.
"Ibu kan ajak mba Iis ,pak Udin dan pak Pujo juga, jadi ngga bosa kalau mau menginap di sini, "aku hanya menganggukan kepalaku tanda mengerti.
"Anak ibu cantik banget sih,,"kata ibu sambil mengusap pipiku, "
__ADS_1
"sebentar lagi Dinda akan jadi seorang istri, jadi Dinda harus menurut pada suami dan juga patuh pada nya.Kalau ada masalah harus langsung di bicarakan jangan menunda nundanya karena tidak baik.Jangan seperti ibu mu ini yang justu meninggalkan seorang suami dan anak, dengan masalah yang tidak ibu bicarakan dengan ayahmu, membuat ibu menyesal dan rasa bersalah,rasa yang selalu membuat ibu merasa sedih, ahirnya pelarian ibu hanya kerja dan kerja, agar ingatan yang menyakitkan itu tidak menghantui ibu, jadi Dinda harus membangun rumah tangga Dinda dengan saling percaya dan saling terbuka, agar rumah tangga Dinda selalu di beri kebahagiaan, "aku yang mendengarkan perkataan ibu membuatku mengeluarkan air mata.
"Loh,, kok nangis sayang, maafin ibu yah sudah membuat Dinda sedih, udah jangan nangis lagi, nanti dandananya jadi jelek loh, "kata ibu sambil mengelap air mataku yang mengalir ke pipi.
Aku pun tersenyum saat ibu membantuku mengelap air mataku di pipi.Pintu kamarku ada yang mengetuknya saat pintu itu terbuka aku melihat ayah yang masuk.
"Faridaaa... "kata ayah yang langsung melihat ibu.
"Ayahhhh,,,, "kata ibu. Mereka berdua saling menatap, aku bisa melihat dari cara mereka saling pandang, dan ibu juga masih memanggil sebutan ayah, sepertinya masih ada rasa cinta di anatara mereka, tapi aku tidak mau ikut campur, biarkan mereka yang tau tentang isi hati mereka masing masing.
"Eeemmmm,,,"aku pun berdehem agar mereka berdua sadar masih ada aku di antara mereka.
"Tadi belum lama, aku bertemu adekmu dan izin untuk menemui Dinda katanya Dinda masih di kamar jadi aku langsung ke kamar Dinda aja, "jawab ibu.
"Oh,, gitu. Ya udah ayo ke depan karena acara ijabnya akan di mulai, calon suami Dinda dan keluarganya juga sudah datang,"kata ayah.
__ADS_1
Lalu aku di gandeng ibu untuk berjalan keluar, sedang ayah berjalan di depan kita.
Saat aku berjalan keluar banyak mata mata memandang ke arah kita, mungkin melihat pemandangan yang sangat lama tidak terlihat, aku berjalan dengan ayah yang di sebelah kanan dan ibu di sebelah kiriku, kita berjalan menuju di mana papah sedang duduk di hadapan pak penghulu.
Setelah sampai di samping papah aku langsung duduk di sebelahnya, saat aku sudah duduk aku dan papah saling pandang dan tersenyum tapi cuman sebentar karena pak penghulu sudah mulai membacakan doa.
Lalu Ayah dan papah saling berjabat tangan, setelah ayah mengucapkan kata sekarang giliran papah juka yang langsung menjawab, "Saya trima nikah dan kawinya Dinda Larasati binti Bapak Doni kusuma Dengan maskawin seperangakt alat solat dan uang sebesar 100 juta di bayar tunai, "
Lalu pak penghulu menanyakan ke pada saksi dan sasi mengatakan kata SAH, kita semua pun langsung mengucapakn kata sukur dan Alhdhulilah .
Lalu aku mencium tangan papah dan papah mencium keningku.
**Aku up lagi dong,,, gimana seneng ngga kaka kaka semua Dinda dengan papah Agung menikah, kalau seneng terus kasih dukungan yah, jangan lupa like, komen juga vote nya.
Buat kaka kaka semua aku boleh tau ngga asal kaka dari mana, aku pengin tau aja kalau yang suka ceritaku dari bermacam daerah mana aja, itu kalau mau ya kak, kalau tidak mau nyebutin dari mananya aku ngga maksa kok,,,,
__ADS_1
Mau di bikin malam pertama yang gimana nih, kalau terlalu exstrim takutnya tidak di lolosin nih,, yang biasa aja apa yah, hahaa..
Pasti kaka kaka nungguin yah gimana malam pertamanya, tungguin aja yah kak**