MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Jadian


__ADS_3

Setelah waktu itu Zara dan Bumi menonton ,sekarang jadi mereka sering pergi menonton hampir tiap minggu Zara pergi bersama Bumi, untuk hanya sekedar jalan jalan di Mall atau cuman makan saja.


"Tadi izin ke Papah bilangnya mau kemana,,? "tanya Bumi pada Zara, saat ini mereka sedang ada di restoran sedang makan siang.


Hari ini hari minggu, dan Zara janjian ketemu sama Bumi untuk makan siang bareng.


"Zara izin ke Papah mau makan siang bareng temen,, "


"Trus Papah kamu izinkan,? "Zara menggeleng.


"Kenapa pergi,, "


"Zara izin sama Oma,,,"


"Oh,,, gitu,, "Zara pun mengangguk.


"Kita habis makan mau kemana lagi kak,,? "


"Maunya kamu ke mana,, "


"Zara ngga tau,, Zara ngikut kaka aja,,"


"Kalau ke Hotel mau ngga,,? "Zara sedikit kaget dengan ajakan Bumi.


"Iihhh,, ngaco aja sih kamu Kak nggajaknya kok ke Hotel,, "

__ADS_1


"Katanya mau ngikut aja kemana kaka pergi,, "


"Ya ngga ke Hotel Juga kali kak,, "


"Hemmm kalau gitu ke rumah Tedi aja yuk,, "


"Boleh deh,, "jawab Zara,lalu Bumi menelfon Tedi dan bilang mau ke rumahnya.


Setelah menelfon Tedi ,Bumi dan Zara lalu langsung pergi dan keluar dari restoran.


Dengan menggunakan motornya Bumi membawa Zara kerumah Tedi. sampai di rumah Tedi, Zara dan Bumi langsung masuk rumah Tedi, dan di rumah Tedi hanya ada Tedi saja, orang tua nya sedang pergi.


"Tumben mainya ke sini,, ngga ke Mall,? "tanya Tedi. saat Bumi dan Zara sudah duduk di sofa.


"Malas ke Mall mulu,, Aku pengin beduaan tapi yang ngga di tempat rame,,"sambil merangkul pundak Zara.


"Za,, suruh temenmu ke sini dong,, buat temen Aku,biar Aku ngga jadi obat nyamuk kalian,, "kata Tedi lagi pada Zara.


"Aku telfon Azizah yah, coba Dia mau ngga ke sini,, "Tedi pun mengangguk senang.


Lalu Zara menelfon Azizah, dan Azizah mah tapi minta di jemput, lalu Bumi menyuruh Tedi memakai motornya untuk menjemput Azizah.


"Ted,, ini uang, ajak Azizah jalan jalan dulu yah, muter muter atau ajak makan, Aku pengin berduaan sama Zara dulu,, "


sambil memberikan uang 2 lembar warna merah pada Tedi.

__ADS_1


Saat Tedi keluar rumah menuju motor Bumi, Rupanya Bumi mengejarnya, dan Zara masih di dalam jadi ngga tau yang Bumi dan Tedi rencanakan.


"Siap Bos,,, kalau mau pakai kamarku, pakai aja, itu pintu yang warna hitam,, tapi ingat setelah selesai bereskan lagi kamarku,,"


"beres,,, makasih,, "setelah itu Tedi pun pergi.


Setelah Tedi pergi, Bumi masuk ke dalam lagi, dan duduk di sofa, lalu Bumi tiduran dan kepalanya di letakan di pangkuan Zara.


"Pulangnya aga sorean yah,, kita di sini aja dulu, "Zara hanya mengangguk.


"Oh iya,, Aku mau bicara sama kamu Za,, Hemmm,,, kita kan sudah dekat cukup lama nih, kamu mau ngga jadi pacarku Za,, Aku suka sama kamu sudah lama, tapi belum berani bilang,, sekarang Aku beraniin bilang sama kamu,,, jadi gimana mau ngga jadi pacarku,,? "sambil Bumi duduk dan menggenggam tangan Zara. Zara lalu dengan pelan menganggukan kepalanya.


Bumi langsung tersenyum senang melihat agukan kepala Zara.Bumi juga memeluk Zara dengan kencangnya.


Setelah itu, Bumi mencium kening Zara, lalu ke dua matanya, turun lagi ke pipinya, dan terahir di bibirnya.


Zara yang pertama baru merasakan ciuman, badan Zara langsung kaku dan tegang, tapi Bumi terus saja menciumi bibir Zara.


"Buka mulutnya sayang,, "kata Bumi sambil mendorong badan Zara ke belakang, agar tiduran di sofa.


Zara pun menurut, Zara membuka mulutnya, karena Zara memang belum tau dan caranya berciuman, jadi Zara menurut semua perkataan Bumi. Zara memejamkan matanya sambil tanganya mencengkram baju bumi, sekarang badan Zara sudah ada di bawah badan Bumi, dan membuat Bumi lebih bebas menjamah badan Zara.


**Maaf dikit,, besok lagi yah..


Kira kira ada yang bisa nebak ngga nih alur ceritaku,, kaka kaka semuanya kan pada punya filing yang bagus, selalu bisa menebak alur ceritaku..

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan Votenya, trimakasih**..


__ADS_2