MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Gadis Manis


__ADS_3

Rizki dan Zara menuju ruangan di mana Hendra dan Dea berada, saat di depan ruangan Rizki melepaskan gandengan tanganya pada tangan Zara.


"Maaf,, "kata Rizki yang baru tersadar menggandeng tangan Zara.


"Ngga papa,, "jawabnya.


Lalu Rizki membukakan pintu dan menyuruh Zara masuk dulu.


"Sayang,,, baru sampai, "kata Oma


"Iya Oma,, "


"Loh kenapa kamu pakai jasnya Rizki,?"


tanya Hendra pada Zara.


"Tadi baju Zara terkena minuman, jadi basah dan kelihatan ada noda Pah,, jadi Bang Rizki pinjemin jasnya buat nutupin,, "


"Oh gitu,, tapi ngga mungkin kan Zara mau pakai jas seperti itu terus, ?"Zara pun mengangguk karena memang merasa ngga enak sama Rizki.


"Ki,, kamu pulang kerumah gih, ambilin baju buat Zara,"kata Hendra.


"Baik Pak,, "kata Rizki.


"Hen,, acara sudah mau mulai loh, kalau Rizki pulang ambil baju itu ngga keburu juga,, "kata Mamah.


"Trus gimana dengan Zara Mah,, "


"Udah ngga papa kaya gini juga, nanti kan Zara bisa pulang duluan, yang penting keluarga kita kumpul dulu di awal acara,, "Lalu Hendra pun mengiyakan.


Lalu keluarga Hendra pun keluar dari ruangan, saat acara akan di mulai, Hendra menggandeng Dea yang sudah keliahatan susah berjalan karena perutnya yang sudah besar, Oma bergandengan dengan Zara.sedang Rizki berjalan di belakang mereka.


Keluarga Hendra ada di satu meja, dan Rizki ikut duduk satu meja dengan keluarga Hendra, Rangkaian cara pun di mulai dan saat acara makan makan Zara bilang ke Papahnya ingin pulang duluan karena sudah merasa ngga nyaman.


"Ki,, antarkan Zara pulang dulu yah, Zara sudah ngga nyaman katanya,, "kata Hendra menyuruh Rizki.


"Siap Pak,, "


"Bun,, Zara pulang dulu yah, Zara udah ngga nyaman sama bajunya,, "

__ADS_1


"Iya udah Zara pulang aja dulu, langsung istirahat yah sampai rumah,, "


"Iya Bunda,, bilangin Oma ya Bun Zara pulang duluan, Oma lagi asik ngobrol sama sodara soadara, Zara malu ke sana,, "


"Iya,, nanti Bunda bialngin,, "


Zara dan Rizki langsung berjalan ke luar, sampai di luar Hotel Zara langsung masuk mobil Rizki.


"Bang Zara pengin beli minuman, mau ngga berhenti sebentar nanti,, "saat mobil sudah berjalan.


"Mau beli minuman apa,, ?"


"Air mineral aja,, "


"Ya udah nanti kalau ada minimarket kita beli, "


"Makasih ya Bang,"Rizki pun mengangguk.


Rizki yang keluar dari mobil untuk membeli air mineral di minimarket, sedang Zara menunggu di dalam mobil.


Saat Zara di dalam mobil sedang memainkan hpnya, Hp Rizki berbunyi. rupanya hp Rizki tidak di bawa. Saat Zara lihat ternyata ada telefon yang masuk,dan di situ tertera nama Mamah, dan ada fotonya, saat Zara melihat foto itu Zara merasa tidak asing dan pernah melihatnya, tapi dimanya Zara belum ingat juga. sampai bunyi telfon itu mati pun Zara belum ingat di mana pernah melihat wanita yang menelfon Rizki.


"Makasih Bang,, oh iya Bang tadi hp Abang bunyi, ada yang menelfon kayanya,, "


"Oh,, iya, "Sambil Rizki mengambil hpnya.


Rizki melihat di hpnya dan ternyata mamahnya yang menelfon, dan Rizki menelfon balik.


Zara hanya mendengarkan saja sambil Zara sibuk memainkan hpnya lagi setelah minum.


"Itu Mamah Abang,,? "Rizki mengangguk. setelah telfon Rizki mati zara bertanya. lalu Rizki sambil menjalankan mobilnya.


"Zara kok sepertinya pernah melihat Mamahnya Abang, tapi di manaya Zara lupa Bang,, "Rizki tersenyum.


"Iya kamu pernah melihatnya,dan emang bener ngga ingat di mana pernah melihatnya,, "Zara mengangguk.


"Kamu inget ngga kita pernah ketemu di restoran yang ada di Mall, saat kamu makan bareng teman temanmu,, "Zara lalu mengangguk.


"Iya itu Abang kan bareng Mamah, "

__ADS_1


"Berarti Abang bohong dong yang bilang itu pacarnya, dan kata Abang juga lebih suka wanita yang lebih dewasa, "


"Iya,, Abang bohong,, "sambil tersenyum.


"Iihhh,, Abang nyebelin banget sih, Zara kan jadi punya fikiran jelek sama Abang,, "


"Jelek gimana,, "


"Ya fikir Zara Abang punya kelainan gitu, "


"Maksud kamu Abang mempunyai kelainan suka wanita yang lebih tua gitu,, "Zara mengangguk.


"Ya ngga lah, Abang justru lebih suka sama yang lebih muda, karena yang muda itu lebih suka di manja, jadi Abang merasa di butuhkan,, "Zara mengangguk.


"Abang sudah punya pacar,,? "Rizki menggelengkan kepalanya.


"Hemmm,, bohong tuh, pasti pacar Abang banyak,, "kata Zara lagi.


"Serius,, Abang belum punya pacar,, "


Mereka bedua di dalam mobil mengobrol terus, sampai tidak terasa sudah sampai rumah.


"Bang makasih yah sudah anterin Zara pulang,, "


"Iya sama sama, ini kan juga tugas Abang,, "


"Ini jasnya Zara bawa aja dulu ya Bang, soalnya Zara mau cuci dulu, "


"Ngga usah di cuci, itu ngga kotor kok,, di lepas aja biar Abang bawa,, "


"Serius nih,, "Rizki mengangguk.


Lalu Zara pun melepaskan jas Rizki, dan terlihat lah pundak mulus milik Zara, Rizki hanya berani menatapnya sekilas, dan tidak berani menatapnya terus.


"Bang Zara ke luar yah, dan sekali lagi terimakasih,, "Rizki pun mengangguk.


Setelah Zara masuk ke dalam rumah, Rizki lalu menjalankan mobilnya untuk pulang, di jalan Rizki tersenyum sendiri,Rizki mengingat saat saat tadi bersama Zara.


"Gadis yang manis,, "dengan pelan Rizki bicara sendiri.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan votenya, trimakasih..


__ADS_2