MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Bali


__ADS_3

"Mas,, gimana oprasi kakeknya Zara,, ?"tanyaku saat Suamiku sudah pulang. dan sekarang kita sudah ada di kamar sedang duduk di sofa.Suamiku pulang cepat karena katanya sudah tidak ada oprasi lagi.


"Lancar,, dan sudah melewati masa kritisnya,, "jawab suamiku.Aku pun mengangguk.


"Mas,, menurut Mas gimana sama Mamahnya Zara, sepertinya Ayah suka denganya,, "tanyaku.


"Menurut Mas sih baik,,kalau memang Ayah berjodoh denganya ya Mas sih ok ok aja, biar Ayah ada yang urus dan menemani masa tuanya,, "Aku pun mengangguk.


"Semoga ya Mas,, Dinda juga setuju aja, asal Ayah bahagia,, "


"Dek,, makan yuk,, Mas lapar, "


"Ayo,, "Aku dan Saumi keluar dari kamar dan menuju meja makan.


Aku menemani suamiku makan sambil makan buah,, Aku sudah bisa makan nasi tapi belum banyak, dan kalau buah Aku masih selalu makan.


Selesai Makan Aku dan Suami bersantai di ruang tv, kita duduk di sofa. lalu Aku merebahkan kepalaku di pangkuan suamiku. Saat lihat acara tv ada acara makan makan, dan melihatkan orang yang sedang makan ayam betutu, makanan ciri has dari bali. Aku melihatnya sampai dadaku berdesir.


"Mas,, Dinda mau ayam itu,, "sambil Aku menujuk ke layar tv.


"Itu belinya di mana, kita pesan online aja yah,, "


"Dinda pengin beli di tempat itu Mas,, Dinda maunya makan di sana,, "


"Emangnya itu di mana Restoranya,, ?"


"Di Bali Mas,, "suamiku langsung menaikan kedua alisnya.


"Kita beli ya Mas ke sana, Dinda pengin, "sambil merengek dan duduk.


"Tapi itu jauh Dek, Mas kalau kesana harus ambil cuti dulu, ngga bisa langsung pergi, "

__ADS_1


"Tapi Dinda pengin Mas,, Mas mau kalau dede kembar nanti ileran da,,,,"


"Ya ngga mau lah Dek,,, amit amit deh"langsung memotong omonganku.


"Ya makanya kita ke Bali, Dinda pengin makan Ayam betutu,, biar Dede kembar nanti ngga ileran yah Mas,, "


"Ya udah,, kita berangkat Mas Akan liat penerbangan ke Bali jam berapa,, "Suamiku melihat ke hp, dan penerbanganya habis mahrib.


"Dek,,, ada nanti nih penerbangan pukul setengah tujuh,, tapi Mas cek tekanan darah Adek dulu sama yang lainya, takutnya kondisi fisik Adek tidak bisa untuk melakukan perjalanan jauh,, apa lagi naik pesawat, "


"Iya,, Dinda ok aja,, makasih ya Mas,, "lalu Aku cium pipi Suamiku.


Lalu kita pun ke kamar, di kamar suamiku memeriksa kondisi badanku, dan semuanya sehat, karena Aku memang sudah jarang muntah juga dan sudah doyan nasi,apa lagi buah Aku masih memakanya.


Aku telfon Ayah untuk bilang Aku akan ke Bali dan besok baru pulang, karena Suamiku bilang kalau Aku ngga boleh kecapean jadi nanti kita menginap di hotel lalu paginya baru pulang ke kota J lagi. Aku menyuruh Ayah untuk malam ini tidur di rumah, agar Akbar dan Zara ada yang menemani.


Setelah selesai menelfon Ayah, Aku menuju kamar Akbar dan ternyata sedang main game bersama Zara.


"Sore sayang, sedang main game apa sama kak Zara,, ?"tanyaku yang duduk disebelah anaku.


"Masa sih pintar banget anak Mamah,, "sambil ku usap kepala anaku.


"Akbar pinter loh Kak,, Zara kalah terus ini,, "kata Zara.Aku pun tersenyum.


"Sayang,,, Mamah sama Papah mau pegi,tapi mau menginap di sana,besok pagi baru Mamah sama Papah pulang, Akbar sama Kakek dan kak Zara yah di rumah,, "


"Tapi nanti Dede beliin mainan ya Mah,, "


"Siap,, nanti Mamah belikan mainan, Dede jangan rewel yah, yang nurut sama kakek dan Kak Zara,"Akbar pun mengangguk.


"Zara ,,Kaka titip Akbar yah,, Kaka mau pergi dan nanti Ayah akan pulang, dan tidur di rumah untuk menemani kalian, "

__ADS_1


"Iya Kak,, Zara akan jagain Akbar, kaka pergi saja,dan hati hati ya kak,, "Aku pun menjawab iya, lalu pergi keluar dari kamar Akbar.


.


.


.


Ayah Doni


Kakek pun tersadar, Aku dan Dian merasa senang .walau kakek masih lemas tapi saat kita bilang oprasinya berjalan lancar, kakek kelihatan sangat senang.


Jam pun berlalu, Kakek sedang tidur lagi, Aku dan Dian duduk di sofa sambil sibuk dengan hpnya masing masing. Saat Aku sedang main game hpku berbunyi tanda panggilan, rupanya dari anaku, Anaku menyuruhku untuk pulang karena anak dan menantuku akan ke Bali. dan Aku di suruh menjaga cucuku dan Zara di rumah.


"Siapa yang telfon,,? "sambil melihatku Dian bertanya.


"Dinda menyuruh Saya untuk pulang dan menginap di rumah, karena Dinda dan Suaminya mau ke bali,jadi Saya di suruh temenin Akbar sama Zara, "


"Trus kapan Mas ke sininya,, Dinda mau lama ngga di Balinya,?"


"Ngga tau kapan bisa ke sininya, ya kata Dinda sih ngga tau sampai kapan di Balinya, karena mereka berdua mau liburan,, "Aku sedikit berbohong pengin lihat reaksinya dan Dian hanya diam tak berkata lagi.


"Kenapa,, kok sedih gitu, "kataku lagi. Dian hanya Diam.


"Dinda dan Suaminya besok juga pulang kok, mereka hanya menginap semalam di Bali,, "kataku yang tak tega melihat wajah Dian yang langsung diam dan kelihatan sedih.


"Iihhh,, Mas jahat banget sih ngerjain Dian,, "sambil memukul dadaku, Aku pun tersenyum lalu Aku pegang kedua tanganya yang memukuli dadaku. dan Aku tarik Dian pun jatuh kepelukanku.


Sesaat kita saling berpelukan, lalu Dian akan melepaskan pelukanya tapi ku tahan.


"Tetaplah seperti ini, sebentar saja, "kataku.

__ADS_1


Maaf kalau typo


Jangan lupa untuk like komen dan votenya ya kak,, trimakasih...


__ADS_2