MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Pinang Muda


__ADS_3

Semenjak kejadian itu Dinda tidak lagi mengatakan hal hal yang bisa membuat Agung tersinggung.


Dinda memang mengaku salah dalam hatinya, karena membuat Agung menjadi tersinggung, sampai sampai Agung melampiaskan kesedihanya dengan mabuk.


Pada malam itu sehabis mereka bercinta, Dinda tiba tiba berkata pada Agung, "Mas,, kenapa sekarang sekarang Mas jadi cepat banget keluarnya, padahal dulu Mas bisa lama loh sampai 20 menit, tapi sekarang kok baru 5 menit Mas sudah keluar, "perkataan itu membuat Agung langsung tersinggung dan menjadi merasa minder. karena merasa tidak bisa membuat batin Dinda terpuaskan.


Dinda sekarang sudah aktif lagi di kliniknya, tapi Dinda selalu datang ke klinik kalau Agung sudah pergi, dan pulang sebelum Agung pulang ke rumah, kalau Agung libur Dinda pun ikut libur.


Sudah seminggu lebih Agung dan Dinda tidak melakukan hubungan suami istri, Kalau Dinda mendekati Agung dan memintanya, Agung selalu beralasan mengantuk atau sedang cape, Dinda pun tak ingin memaksanya.


Dinda saat ini sedang membuatkan minuman herbal, dan itu untuk Agung supaya setaminanya kembali lagi, Dinda tau kenapa Agung selalu menolaknya karena Agung merasa minder dengan keadaanya sekarang.


"Mas,, "sambil Dinda masuk ke ruang kerja Agung. Agung saat ini sedang di ruang kerjanya, Agung sedang memeriksa jadwal oprasi.


"Ini udah malam, kita tidur yuk,, "sambil Dinda duduk di pangkuan Agung dan sebelumnya meletakan cangir yang berisi minuman herbal di meja.


"Kalau sayang sadah mengantuk tidurlah dulu, Mas belum selesai buat jadwal oprasi,"


"Oh gitu,, ya udah Dinda temani yah,, "sambil memeluk dan meletakan wajahnya di leher Agung.


"Mas,,, "

__ADS_1


"Hemm,, kenapa,, "jawab Agung sambil tanganya sibuk di ketikan komputer.


"Dinda mau minta maaf sebelumnya,Soal yang waktu kemaren malam saat kita terahir bercinta, Mas tersinggung dan merasa sakit hati atas perkataan Dinda kan,, "jari Agung langsung berhenti mengetik dan Agung hanya diam.


"Dinda tidak bermaksud untuk menyakiti hati Mas, Dinda saat itu hanya ingin mengatanya saja, masalah puas ngga puas itu masalah lain, yang Dinda ingin katakan adalah, semenjak Mas habis kecelakaan saat itu, Mas menjadi tidak bisa main lama, Dinda kira Mas banyak pikiran atau setres tapi makin lama ke sini kok Mas masih tetap sama, maaf lagi ya Mas sebelumnya, Dinda rasa Mas itu bukan dari faktor umur, tapi karena akibat kecelakaan dan ada efeknya, Mas itu kan Dokter bedah dan pasti tau apa efek dari oprasi Mas, karena Dinda fikir ini efek bukan dari umur, Dinda sudah baca baca di internet dan untuk mengobatinya Dinda membuatkan minuman herbal buat Mas, Mas mau coba kan,,? "sambil Dinda sedikit menegakan duduknya.


"Maafkan Mas yang kemaren,, memang Mas merasa sekarang jadi lebih cepat lelah dan saat berhubungan pun cepat keluar, Mas juga selalu memikirkan itu, tapi bodohnya Mas kenapa Mas ngga berfikiran untuk mengobatinya atau mencari tau apa sebabnya, karena rasa takut sayang akan meninggalkan Mas telah menutup akas sehat Mas, maafkan Mas ya Sayang, pasti kamu sangat sedih saat Mas abaykan,, "


"Yang kemaren kita lupakan saja Mas, sekarang kita obati Mas sama sama yah, kita harus saling mendukung untuk kesembuhan Mas,, "Agung pun tersenyum dan menempelkan kening mereka berdua.


Dinda turun dari pangkuan Agung, lalu menyuruh Agung untuk meminum ramuan herbal yang Dinda buat sendiri.


"Sayang,, ini pait bangett,, "sambil meletakan cangir di meja, walau pahit Agung meminumnya sampai habis. Dinda hanya tersenyum.


"Kamu buat dari apa minuman itu Yang,,? "


"Dari buah pinang muda,, "


"Apa kasiatnya,,?"


"Bisa membuat orang yang meminumnya ,menjadi kuat lama ,dan tidak cepat keluar, "

__ADS_1


"Kamu tau dari siapa kalau pinang muda itu bisa buat seperti itu,, "


"Kata di internet,, "Agung tersenyum Tipis.


"Besok Mas akan coba cek kesehatan di rumah sakit,, siapa tau memang efek oprasi dan bisa di obati,, "


"Mas kalau pun seumpama memang tidak bisa di obati, Mas jangan berkecil hati atau punya pikiran Dinda akan ninggalin Mas, karena Dinda ngga mempermasalahkan itu, Dinda lebih takut kalau Mas mengabaikan Dinda dan marah pada Dinda, apa lagi punya fikiran ninggalin Dinda,, Jangan lakukan itu ya Mas,, "Agung lalu berdiri dan langsung memeluk Dinda.


"Mas tidak mungkin ninggalin kamu sayang, justru Mas lah yang takut kamu pergi ninggalin Mas,, "Dinda menggelengkan kepalanya.


"Ngga Mas,, Dinda ngga mungkin ninggalin Mas,, Dinda sayang dan cinta sama Mas sampai kapan pun,, "Agung lalu mencium kening Dinda lama.


"Kita ke kamar yuk Mas,, kita coba hasiat buah pinang mudanya, kalau pun belum terlihat hasilnya, tapi Dinda ingin merasakan cum*buanya Mas,, "


Agung tidak menjawab, tapi langsung merangkul pundak Dinda dan langsuk keluar dari ruang kerja Agung dan menuju kamar.


Sampai di kamar Agung dan Dinda tidak menunggu lama lagi, mereka berdua langsung membuka baju mereka masing masing, sentuhan dan cumb*uan Agung di badan Dinda sungguh membuat Dinda terbuai akan indahnya surga dunia. karena mereka sudah sama sama terbuka membuat Agung lega, jadi Agung merasakan gaira*hnya meningkat.


Ahirnya ada perubahan, yang tadinya 5 menit keluar,sekarang Agung sudah 10 menit,, ada rasa senang di hati mereka berdua.


"Trimakasih sayang,, trimakasih untuk semuanya, Mas sangat bahagia bisa hidup bersamamu,, Mas mencintaimu sangat,, "sambil Agung menciumi seluruh wajah Dinda setelah selesai melakukan pelepasan.

__ADS_1


Dinda tersenyum bahagia juga merasa lega, karena Agung sudah terlihat tersenyum lagi.


Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...


__ADS_2