MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Simpanan Tante Tante


__ADS_3

Hari pun berlalu,dan hari hari keluarga Agung dan Dinda seperti biasanya,mereka penuh kebahagiaan dan saling mendukung.


Hari ini Agung tidak ke klinik karena sedang flu,kemarin Agung kehujanan membuatnya langsung flu.


Agung menyuruh Akbar untuk mengantar Dinda ke klinik karena Dinda harus datang pagi,,untungnya Akbar kuliah siang,Akbarpun menurut karena supir sedang mengantar kembar untuk kesekolah.


"Ayo Mah sudah siap belum,,"kata Akbar menuju kamar Dinda.


"Iya ayo kita berangkat,,Pah Mamah pergi dulu yah,Papah harus banyak istirahat jangan mainan burung dulu,,"sambil mencium tangan Agung.


"Iya,,kalian hati hati,,"Akbar dan Dinda menjawab Iya.


Akbar membawa mpbilnya menuju klinik Dinda,hanya 40 menit mereka sampai di klinik.


"Sayang,,bantu Mamah bawain kardus itu yah,bawa keruangan Mamah,,"


"Iya Mah,,"


Lalu Akbar membawa kardus itu,dan mengikuti Dinda dari belakang.Saat Akbar berjalan melewati ruang pemeriksaan Akbar melihat Beni.


"Beni,,ngapain dia ada di sini,"kata Akbar dalam hatinya.


"Mah,,Mamah pergi duluan aja,nanti Akbar nyusul,Akbar mau ke situ dulu,,"


"Iya,,"Dinda lalu pergi sedang Akbar mendekati Beni,dan Beni pun melihat Akbar.


"Kamu lagi ngapain di sini Ben,,?"


"Aku lagi nemenin kaka periksa,kakaku tiba tiba nafasnya sesak,,"Akbar mengangguk.


"Lalu mana kakamu,,"


"Tuh lagi tiduran,lagi ngantri soalnya,,"Akbar melihat kaka Beni yang tiduran di bangku sambil meringkuk.


"Kenapa ngga bilang kalau kakamu lagi butuh pertolongan cepat,,"


"Aku udah bilang,tapi Dokternya lagi ngurus orang lahiran,,baru tadi datang,,"


"Oh gitu,,tunggu bentar yah,"


"Mau ngapain kamu ,,"


"Cari bantuan buat bantu kakamu,,"Beni mengangguk.


Akbar lalu masuk keruangan Mamahnya,dan langsung meletakan kardus milik Mamahnya.


"Mah,,Mamah sibuk ngga,,?"

__ADS_1


"Kenapa emangnya,,"


"I,,itu kaka teman Abang sakit,dan dokter sedang ada pasien ibu melahirkan,kasihan kaka temen Abang mah,dia sesak nafas,mamah bisa tolong priksaain ngga,,"


"Oh gitu,,suruh ke sini aja,biar Mamah perikas"


"Iya Mah,,makasaih ya Mah,,"Dinda menganggkuk.


Lalu Akbar mendekati Beni,dan menyuruh Beni untuk membawa kakanya dan mengikutinya.


"Mau kemana sih,Kaka pusing nih,ini kan tempat pemeriksaanya,,"kata si kaka.


"Kita pindah aja,kita yang di sana,ayo ikut aja,"kata Beni sambil membantu memapah kakanya.


Mata kaka Beni dan Akbar pun bertemu sekilas,dan mereka hanya saling diam.


"Ayo masuk,,"kata Akbar setelah membuka pintu.


"Silakan duduk,,"kata Dinda.


Beni dan kakanya lalu duduk,dan Akbar berdiri dekat Beni.


"Ini siapa yang sakit,,"


"Kaka saya Dok yang sakit,,"


"Nafas saya sesak Dok,dan sakit,kepala juga pusing,,"


"Oh,,saya priksa dulu yah,ayo naik ke atas ranjang dulu,,"


"Sayang bantu temen kamu naik gih,,"kata Dinda pada Akbar,Beni dan Kakanya langsung melihat ke Akbar karena di panggil sayang oleh Dokter.karena Beni dan kakanya tidak tau Dinda itu mamahnya,dan pikiran mereka berdua sudah negatif pada Akbar.


Akbar yang sudah biasa di panggil sayang oleh Mamahnya biasa aja,dan tidak melihat tatapan kedua kaka adik itu.


Lalu Dinda memeriksa Kaka Beni,dan setelah selesai di periksa kak Beni dan Beni duduk kembali.


"Maaf sebelumnya,apa adek ini merokok,,"tanya Dinda,dan Kaka Beni pun mengangguk.


"Sepertinya paru paru Adek terkena flek,kalau ingin lebih jelasnya Adek bisa di ronsen,biar tau pastinya,,gimana,,?"Kaka Beni melihat ke Beni.


"Kak benar kata Dokter,lebih baik Kaka di ronsen aja,,biar lebih jelas,,"


"Tapi kaka takut,,"


"Takut kenapa,kalau takut makanya harus hidup sehat jangan suka ngerokok dan melakukan hal hal yang ngga penting,kaya begadang juga ngga baik,,"kata Akbar sambil melihat ke kakanya Beni,kaka Beni yang mendengarnya hanya.menunduk memang benar apa yang di katakan Akbar.


"Sayang,,ngga boleh bicara seperti itu,itu ngga baik,,dia lebih tua darimu harus jaga ucapan,"

__ADS_1


"Iya,,maaf,,"jawab Akbar.


"Baik Dok,saya mau melakukan ronsen,,"Dinda mengangguk.


"Tapi Adek sepertinya harus istirahat dulu,Adek istirahatlah dulu di sini,dan minum obat agar merasa lebih baik dulu,nanti kalau sudah istirahat dan sudah lebih enakan baru kita lakukan Ronsen ,gimana,,?"


"Apa baiknya dokter aja,saya akan lakukan,,"Dinda pun tersenyum.


"Ya silakan naik ke atas Ranjang lagi,biar saya tulis resep obat dulu,"Beni membantu kakanya naik ke ranjang.


Lalu Dinda memberikan resep obat pada Beni,agar Beni membeli di apotik klinik.


"Sayang,,bukanya kamu mau kuliah,,"


"Oh iya lupa,,Abang berangkat deh kalau gitu,"Akbar lalu mencium tangan Dinda.


"Hati hati ya Sayang,,"Akbar mengangguk dan tersenyum.


"Dasar cowo munafik,sok alim ,sok baik tapi rendahan,simpenan tante tante iihhh amit amitt,,"kata kaka Beni dalam hatinya berkata,dan Akbar langsung keluar.


Saat akan keluar dari klinik,Akbar bilang ke Beni mau pergi.


"Ben kamu ngga kuliah,,"


"Ngga lah,hari ini Aku ngga masuk dulu,kasihan kakaku ngga ada yang nemenin,,"


"Iya sih,,ya udah Aku pergi dulu yah,sampai jumpa besok,"


"Iya,,kamu hati hati yah,"Akbar mengangguk.


Lalu Akbar setelah menebus obat kembali lagi keruangan Dinda,dan Dinda lalu menyuruh Kaka Beni untuk minum obat,tapi sebelumnya kaka Beni di suruh makan dulu,Dinda lalu mengambilkan makanan di dapur klinik.


"Ini makan dulu yah,"Kaka Beni mengangguk,dan lalu di bantu Beni makan.


Dinda lalu keluar dulu dari ruanganya karena mau melihat pasien lainya.


"Ben,,temen kamu itu simpenan tante rante yah,"


"Sutt,,kaka jangan ngomong sembarangan,,"


"Lah emang bener kan,dari tadi dokter itu memanggil temenmu yang sok itu sayang,kalau kaya gitu apa itu namanya,,?"


"Ya siapa tau mereka sodara,,atau tantenya,,atau dokter itu mamahnya,,bisa jadi kan kak,,"kaka Beni diam sembil mengangkat kedua pundaknya.


"Udah ini minum obatnya,biar kaka cepat sembuh,,"


Setelah kaka Beni minum obat,dia langung tidur,sedang Beni menunggunya di luar ruangan,karena merasa tidak enak ada di ruangan dokter.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen danvotenya,trimakasih...


__ADS_2